![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
*Pacaranya Ara.
"Cih, berani banget nih anak curut kasih nama si centong pake nama beginian!" sungut Gala langsung emosi tingkat dewa.
Laju kendaraan mobil mewahnya pun kini mulai ia naikan kecepatannya, dan...
Braaakk
Ponsel yang masih bergetar menandakan ada telepon masuk itupun di buang Gala begitu saja di jalanan.
"Macem-macem telepon calon bini orang! awas aja lo BUTO IJO!" ancam Gala dengan menggretakan rahangnya karna jengkel.
.
.
Lebih dari satu jam berlalu akhirnya Ara menggeliat, ia mengerjapkan matanya saat ia merasa mobil tak lagi berjalan. Senyum Gala yang begitu manis langsung mengalihkan dunianya.
"Jodoh Ara ganteng banget ya" gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gala. Pria itupun tertawa kecil karna bagai ada ribuan kupu-kupu menyeruak keluar dari dalam perutnya.
"Jodohku juga cantik, lucu, gemesin dan imut mirip anak curut yang kecil tapi lincah dan berisik" balas Gala sambil memencet hidung Ara.
__ADS_1
"Aaaaah... Pengen di peluk" pintanya manja.
"Dengan senang hati, sayang"
Ara pun langsung berhambur kedalam dekapan Gala yang selalu menghangatkannya, dada lebar milik pria yang di cintainya itu terasa begitu pas untuk ia bersandar dan bermanja.
"Peluknya yang lama ya, mau yang lain boleh?" kata Ara sambil tertawa.
Hei, jangan memancing sesuatu yang belum seharusnya ya!
.
.
Ya, pagi yang membuat seisi rumah heboh karna teriakannya karna rasa panik.
"Ya terus dimana?" rengeknya lagi ruang makan masih memakai piyama tidur.
"Coba kakak telepon lagi ya" ucap Ola dengan jari yang begitu lincah diatas layar ponsel miliknya.
Ibu dan Umi hanya bisa saling Pandang sambil mengusap punggung gadis kecil mereka seraya menenangkan Ara yang terus menangis.
"Coba kamu ingat ingat lagi, Nak" kata Ibu yang justru membuat Ara semakin jengkel karna ia yakin jika ponselnya masih ada saat pulang semalam.
__ADS_1
"Ara ketiduran pas chatingan sama Merlin, Bu." tegasnya lagi yang gemas karna sudah meyakinkan beberapa kali.
"Mungkin jatuh di mobil Gala" timpal Khayangan.
Ara langsung menoleh kearah kursi yang biasa di tempati kakak angkatnya itu. Tapi keningnya mengkerut saat ia tak melihat siapapun disana.
"Kak Gala mana? kok gak ada" tanya Ara pada semua yang ada di ruang makan.
"Gala pergi ke kantor lebih awal, ada meeting pagi ini" jawab Bumi dengan begitu santai, ia tak pernah merasa sedikitpun terganggu dengan drama yang sering di lakukan Ara, gadis kecilnya.
"Kak Ola, teleponin kak Gala dong, tanyain ponsel Ara dimana? mungkin bener kata Umi, bisa aja jatuh di mobilnya, kan? " kini Ara semakin merengek pada anak bungsu Bumi dan Khayangan.
"Kak Gala mana bisa diganggu, apalagi meeting pagi begini pasti dia lagi menjaga moodnya banget. Nanti siangan aja ya" sahut Ola yang tak mau juga kena marah kakaknya, jika sudah dua kali tak diangkat Ola tak berani menghubungi untuk ketiga kalinya.
Semua cukup memaklumi, karna bagi anak seusia Ara ponsel adalah benda wajib yang selalu di genggam. Tak ada hari tanpa ponsel bagai dunia gelap gulita.
"Loh, Ara mau kemana? sarapan dulu sayang" ucap Khayangan saat melihat Ara bangun dan berlari kearah tangga menuju kamarnya di lantai atas.
.
.
Mau siap-siap ke kandang Baby Koala...
__ADS_1