Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Tukeran..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Brraak..


Tak lagi mengetuo, Ata justru membuka pintu ruangan Gala meski Cici sekertaris sang direktur memintanya meminta menunggu sebentar.


"Ara!" Gala yang kaget langsung mengusap dadanya, begitu pun dengan Jessy.


Dua orang itu baru beberapa menit lalu masuk kedalam ruangan usai meeting yang memang terhitung cepat, mulut manis dan kecerdasan Jessy membuat semua terasa mudah terselesaikan.


"Sayang, kenapa? sini" Gala meminta Ara mendekat di saat gadis itu masih saja berdiri di ambang pintu.


"Kunci mobil!" pintanya dengan menadahkan tangan. Bukan memberi, pria tampan dengan stelan jas itu malah mengerutkan kening.


"Kunci mobil kakak? untuk apa?" tanya Gala.


"Mau cari ponsel Ara, Ara baru inget kalau ponsel Ara gak ada padahal pas semalem itu Ara masih chatingan sana Merlin di jalan pas kita pulang. Iya, kan?" Ara balik bertanya untuk memastikan.


"Hem!" jawab Gala hanya berdehem, ia mengendurkan dasinya karna hatinya mulai kembali mendidih.


Pria tampan yang sudah mengeluarkan mode cemburu tak jelasnya itu meminta Jessy untuk keluar dari ruangan, awalnya sang asisten tak mau dan beralasan masih banyak yang harus mereka kerjakan tapi Gala memohon karna ingin berdua saja dengan si anak curutnya.


"Awas kamu, bocah ingusan!" sentak Jessy dengan memicingkan mata saat berjalan di depan Ara.

__ADS_1


Ara yang sudah biasa di perlakukan seperti itu nampak santai dan tak ambil pusing, di otaknya kini hanya seputar pertanyaan, dimana ponselnya?


"Aw!" pekik Gala saat gadis kecilnya duduk di atas pahanya.


"Apa?" tanyanya lagi dengan perasaan berdebar hebat.


"Mana ih!"


"Apa ih?!" balas Gala menggoda.


Ara yang kesal tentu makin kesal, dari gelagat Gala ia tahu jika hilangnya si benda pipih pasti ada sangkut pautnya dengan Gala. Tapi semakin ia merengek, Gala justru semakin senang menggodanya dan itu akan menjadi bomerang bagi dirinya sendiri nanti.


"Ponsel Ara mana? Ara minta baik baik jadi Kak Gala harus balikinnya juga dengan baik-baik" pintanya lagi yang kini merendahkan suaranya seraya memasang wajah imut sebagai senjata yang bisa meruntuhkan hati Galaksy ArMiKha Rahardian Wijaya.


"Tapi Ara tahu, kalau Kakak pasti tahu dimana posel Ara. Iya kan?" tanyanya lagi mencoba mendesak Gala akar mengaku.


"Hem!" lagi lagi Gala hanya berdehem.


"Jawab, kak. Ara gak bisa kalau gak ada ponsel. benda Itu tuh jiwanya Ara, separuh nafas Ara dan dunianya Ara. Ara belum liat love dan komen di sosial medianya Ara, Ara kan baru posting foto foto Ara kemarin yang di bawah pohon kedondong, terus yang lagi mungutin buah duku, terus foto buah salak yang item, burik, bulet, busuk lagi!"


Ara terus saja mengomel dan mengoceh dengan posisi masih duduk di atas paha Gala, semua keluh kesalnya ia ungkapkan dengan sangat cepat bagai kereta ekspres. Gala hanya tersenyum, ia hanya mangut mangut dan mengiyakan semua yang di katakan anak curut kesayangann. Ara begitu menggemaskan sampai Gala tak sanggup berkedip, rugi rasanya jika harus melewati ekspresi wajah Ara yang berubah-ubah sesuai dengan nada suaranya.


"Kakak denger gak sih? capek loh ngomong terus dari tadi"

__ADS_1


"Ya udah diem kalau cape, emang kakak nyuruh Ara buat ngoceh?" kekeh Gala yang semakin gencar menggoda terlebih ada sinyal lain yang sedang ia tahan sedari tadi.


"Ara, haus, mau ambil minum"


"Eh, gak usah!" cegah Gala, ia menahan Ara untuk tak bangun dari atas pahanya.


"Kenapa?"


.


.


.


Kita tukeran saliva aja.



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Badung ih 😳😳😳


Gajaaaaaah.... tolong kondisikan cuci mesum mu ini. 🤣🤣🤣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2