Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Mabok


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Dua hari sudah Gala dan Ara menginap di rumah utama, banyak perubahan yang terjadi salah satunya sikap dan perhatian semua orang pada Ara. Ia bak tuan putri yang di manjakan dan juga di turuti semua maunya. Melisa yang mendadak kesehatannya membaik kini sudah bisa ikut berkumpul menikmati makan malam.


"Ara mau cium kak Sam dulu" rengekannya tak berhenti sejak masih didalam kamar.


"Jorok, Ra. Kasian Babynya" tolak Gala yang masih menolak dan enggan menuruti tapi Ara terus saja memohon sambil menarik kaos bagian bawah suaminya.


"Ketek doang, La. Gak bau kok, Sini Ra cium" goda Sam, ia begitu senang membuat adik sepupunya itu mengeluarkan tanduk.


"Tapi gak boleh sama Baby Koala"


"Suruh tutup matanya kalo gak mau liat" kata Sam lagi yang kali ini sambil tertawa.


Semua yang sudah berkumpul dibuat pusing dengan drama tiga orang yang selalu saja berdebat. Gala dan Sam memang tak pernah akur jika Ara yang menjadi masalahnya.


"Kasih dikit, kak" timpal Ola sambil membukakan kulit buah untuk Ammanya.


"Mana bisa sedikit, ngendusnya lama begitu"


Hal yang paling membuat Gala kesal adalah Saat sang istri memohon mencium ketiak Sam sebelum makan. Jika tidak di turuti wanita hamil itu akan menutup mulutnya dan mengacam mogok makan. Berbeda jika Ara sudah mencium aroma ketiak si tutut Ara begitu lahap memakan apapun yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Ara laper"


"Ya makan, kan ini juga lagi di meja makan bukan lagi di tempat tidur" oceh Gala kesal.


"Ketek dulu ya" mohonnya lagi kali ini dengan menangkup kan tangan sembari matanya ikut berkedip lucu.


Sam yang sudah menangkat tangannya tak lagi bisa menahan tawa padahal Biru sudah mencubitnya berkali-kali sampai ia meringis kesakitan tapi pria itu masih saja meledek sepupunya.


"Janji habis cium ketek makan sama habisin susunya ya?" ucap Gala. Ia tahu sejak kemarin Ara belum mau dan terbiasa dengan susu hamil.


"Gak"


"Yaudah gak usah cium ketek" sahut Gala lagi.


Dan dengan berat hati, ia pun mengizinkan Ara melakukan ritual yang akan langsung membuat Gala mual dan muntah.


Setelah beberapa detik, Ara pun kembali ke kursinya. Satu porsi makan malam dalam piring pun perlahan habis tak tersisa. Gala yang senang pun langsung mengusap kepala Ara dengan lembut penuh kasih sayang membuat siapapun akan iri saat melihat pasangan tersebut.


Usai makan malam dan berbincang, Gala pamit untuk masuk kekamar lebih dulu. Rencananya esok pagi mereka akan menghabiskan waktu dua hari di apartemen, awalnya Bumi dan Khayangan tak mengizinkan karna takut sesuatu terjadi pada Ara tapi Gala meyakinkan jika semua akan baik-baik saja.


.

__ADS_1


.


.


"Besok Ara mau renang ya, gak apa-apa kan?"


"Hem, gak apa-apa, Sayang." kata Gala, ia semakin memanjakan Ara dengan selalu ada di dekatnya dan menuruti semua maunya.


"Tapi jangan lama-lama di sana, habis dari apartemen Kita balik lagi kesini, Ok" pinta Ara.


"Loh, kok kesini? kerumah Abi lah"


"Tapi kan Keteknya ada disini, Ara masih mau cium ketek kak Sam, Sayang"


"Ara, aku tuh Mual liat kamu lakuin itu" tegas Gala.


.


.


.

__ADS_1


Ya emang itu tujuan Ara, Ara seneng liat kakak mabok...


__ADS_2