Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Penyelesaian masalah


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Braaak...


Ara menutup pintu dengan cukup kasar saat mobil berhenti disebuah pekarangan rumah besar berlantai dua. Kedua matanya mengedar ke setiap sisi bangunan tersebut seraya memandang takjub dengan ke asrian yang di langsung Ara rasakan.


"Yang, Ayo" ajak Gala sambil mengulurkan tangan.


Ara yang merasa malu malah menoleh untuk menyembunyikan raut wajah merah merona nya.


Jika dulu ia akan pura-pura marah saat di panggil seperti itu tapi tidak untuk kali ini, Ara tak punya alasan lagi untuk protes sebab Gala tahu jika ia memiliki rasa yang sama.


"Kakak jangan panggil Ara begitu ya kalo di depan orang, Ara malu"


"Kenapa?, Aku sayang kamu, Ra. Justru aku pengen panggilnya pake Toa Masjid" kekeh Gala sambil mengeratkan rangkulannya.


"Awas ya! Ara gak jadi cintanya kalo kakak kaya gitu" ancam si cantik berambut panjang sepinggang.


Keduanya masuk kedalam bangunan besar tersebut, Ara yang sudah melepas rangkulannya pada pinggang Gala, kini jalan lebih dulu.


"Assalamu'alaikum" sapa Ara dan Gala berbarengan saat sampai di ruang tamu.

__ADS_1


Keduanya bersalaman dan mencium punggung tangan sang pemilik rumah yaitu orang tua Aish.


"Gala, makin besar saja ya jauh lebih tinggi" ucap Ibu Aish yang jarang bertemu berbeda dengan suaminya.


"Iya, Ibu. Ibu apa kabar?" tanya Gala basa basi.


"Baik, Nak. Oh iya, ini siapa?" tanya Ibu saat melihat ke arah Ara.


Calon istri Gala.


*****


Perbincangan para orangtua pun di akhiri dengan permohonan maaf Bumi karna sudah mengecewakan pihak keluarga Aish. Mereka pun cukup memaklumi dan hanya bisa berlapang dada, rasa bangga untuk bisa berbesanan dengan keluarga konglomerat itu pun akhirarnya pupus Seketika saat sang keturunan Rahardian menolak putri mereka dengan sangat tegas. Dan Bumi berharap kejadian ini tak memutuskan tapi silaturahmi antara kedua belah pihak keluarga terlebih Aish dan Aurora bersahabat baik.


"Loh, kami sudah siapkan kamar untuk kalian semua menginap" sahut Ayah Aish sedikit terkejut.


"Lain kali saja, Ara besok sekolah"


"Ya sudah, tapi jika kembali berkunjung kami harap kalian lebih lama disini, rasanya tak pernah puas untuk terus berbincang"


"Tentu, nanti kita atur waktunya lagi" jawab Bumi.

__ADS_1


Ia beserta keluarganya pun berpamitan, Sebaik apapun mereka bersikap, Bumi tetap yakin jika masih terselip rasa kecewa.


"Kita pacaran dulu ya" bisik Gala di telinga Ara saat membukakan pintu mobilnya.


"Gak mau, Ara ngantuk. Ara mau tidur" tolak nya yang memang sudah beberapa kali menguap.


"Payah, di ajakin enak-enak gak mau" sungut Gala kesal.


Lain seperti saat berangkat, ibu Ara malah pindah ke mobil Bumi karna Aurora mengeluh sakit di bagian leher, ia pun di minta Khayangan untuk menemani sang putri di bagian belakang.


Mobil mewah milik Gala di jalan kan dengan kecepatan pelan, bahkan kini ia sudah jauh tertinggal dari mobil kedua orang tuanya yang melaju lebih dulu. Gala sengaja memperlambat perjalanannya karna ingin memiliki waktu lebih lama dengan Ara meski gadis itu sekarang tidur dengan nyenyaknya. Sesekali Gala melirik kearah si gadis kecil pujaan hatinya, senyum tak lepas dari wajah tampan Gala yang merasa sangat bahagia sejak kemarin malam.


Drrrtt...


Gala yang mendengar suara getaran ponsel pun langsung meraih benda pipi itu dari atas pangkuan Ara. Kedua matanya membulat sempurna saat membaca apa yang tertera di layar gawai tersebut.


.


.


.

__ADS_1


*Pacar Ara...


__ADS_2