Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Belahan.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Telur?" tanya guru Ara dengan wajah yang merona sambil mengusap tengkuknya.


"Hem, mungkin telur ajaib. Huft, mentang-mentang orang kaya!" cetus Ara.


Ibu guru yang mendadak merasakan spot jantung hanya bisa tersenyum simpul. Ia mengalihkan perhatian dengan merangkan hal lain untuk siswinya itu. Karna itu bukan bagiannya untuk lebih menjelaskan apa yang di tanyakan Ara barusan.


Tiga jam berlalu, kini saat ia mengakhiri pembelajaran, sedangkan jam pelajaran kedua akan di lakukan saat selesai makan siang nanti. Gala sengaja melalukan itu agar sang istri tidak terlalu lelah karna Ara kini punya tanggung jawab lain padanya saat malam nanti.


"Ibu permisi ya, semoga lekas sembuh" pamit bu guru sambil mengusap kepala Ara.


"Aamiin, Bu. Terimakasih banyak untuk hari ini" balas Ara sembari tersenyum. Wajah cantik alami Ara membuat siapapun akan terkesima saat ia mengulas senyum.


.


.


.


Hari menjelang sore, Gala langsung bergegas pulang saat waktu sudah menunjukan pukul tiga karna ia akan mengurus Ara mandi dan yang lainnya, masa pengantin barunya akan di gunakan kan Gala sebaik mungkin karna sadar diri jika mereka tak bisa melakukan hal yang lebih intim.

__ADS_1


"Selamat sore, Tuan. Nyonya besar sedang menunggu anda di ruang keluarga lantai atas" ucap salah satu pelayanan pada Gala yang baru datang.


"Hem, baiklah. Terima kasih" jawab Gala yang kemudian berlalu menemui Uminya di tempat yang di katakan sang pelayan.


"Tumben, ada apa ya?" gumamnya pelan sambil menaiki tangga karna Gala tahu jika bukan hal penting Umi dan Abinya akan membicarakan semua masalah saat di meja makan.


"Assalamu'alaikum Umi" sapa Gala yang langsung mencium punggung tangan wanita terbaiknya.


"Waalaikum salam, kak. Baru pulang? maaf Umi memintamu kemari. Ada yang ingin Umi bicarakan, bisa?"


"Tentu, katakan saja" jawab Gala dengan perasaan yang sulit di artikan.


"Kamu bukan lagi seorang jejaka, kamu sudah beristri jadi Umi harap untuk tak terlalu dekat dengan Jessy, hargai perasaan istrimu, kak" ucap Khayangan langsung pada inti masalah yang ingin ia bicarakan dengan sang putra.


"Umi paham, kak. Semoga kamu tak tergoda"


"Pasti Umi, Umi tenang saja ya. Gala tahu apa yang harus Gala lakukan. Umi hanya tinggal percaya padaku"


"Umi pegang ucapanmu, Nak" balas wanita berhijab biru itu pada anak laki-lakinya.


"Saat ini Gala hanya bisa memintanya untuk jaga jarak, tapi Gala tak punya hak untuk menyuruhnya berhenti mencintai Gala. Itu masalah hatinya, Umi"

__ADS_1


Khayangan hanya mengangguk paham, ia tersenyum sambil mengusap pipi sang putra yang kini tinggi badannya sudah jauh darinya.


"Baiklah, semoga Ara tak pernah mempermasalahkan soal ini ya" ucap Khayangan, ia pun meminta Gala untuk kembali ke kamarnya untuk menemui Ara.


Cek lek..


Gala membuka pintu dengan sedikit pelan, senyum terukir si sudut bibirnya saat melihat sang pemilik hati sedang duduk sofa menonton TV


"Gimana hari ini?" tanya Gala yang sudah ikut duduk di sisi Ara.


"Baik, kak Gala gimana? seneng dong bisa deket sama si Kuyang" ledek Ara tanpa menoleh.


"Deket apa? hari ini aku sibuk, mana bisa deket deket. Kecuali sama kamu" godanya yang sudah menempelkan bibir di ceruk leher Ara.


"Yakin gak deket deket? mubazir loh cewe se seksi itu gak di deketin" cetus nya lagu dengan senyum seringai.


.


.


.

__ADS_1


.


Gak lah.. aku bukan tipe cowok yang demi belahan dada justru lupa sama belahan jiwa.


__ADS_2