Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Notifikasi


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ara"


"Kenapa? Ara kan nanya, kenapa tante Jessy belum nikah. Padahal nikah itu enak selain ibadah bisa merem melek juga. Kak Ala juga ampe doyan kan?" kata Ara yang lalu mencium pipi suaminya.


Tentu wajah pria itu langsung merah merona, padahal ia tahu jika Ara hanya menggodanya saja, hal biasa bagi Ara saat ada Jessy di depan mereka.


"Aku udah bilang buat anteng, kan sayang. Sekarang aku mau kerja. Kamu duduk manis, Ok"


"Cium"


Gala tertawa kecil, ia tangkup wajah cantik istri kecilnya itu lalu di ciuminya berkali-kali sampai Ara terkekeh geli. Tapi tidak dengan Jessy yang merengut kesal, wanita yang tak pernah terdengar dekat dengan pria manapun itu sampai menghentakkan kaki di lantai.


"Udah ya, Kalo Jessy ngamuk nanti jadwal kerjaku malah di tambahin ma dia. Alamat pulang makin malem" bisik Gala.


"Ok, Ara ke kamar aja ya"


"No, Sayang. Yang ada otakku gak konsen buat kerja karna pengen ikut masuk kamar juga" kata Gala yang menempel kan kedua kening mereka.


"Kalian mau sampai kapan begitu terus? kamu udah telat dan sekarang masih bermesraan!" oceh Jessy yang sudah merasa jengah.

__ADS_1


"Ya ampun! namanya pengantin anget baru rasain surga dunia ya begini, Tante! Tante sekarang sewot karna belom rasain sih punya suami ganteng, baik hati, setia, sabar dan yang pastinya kaya raya. Rasa bahagianya itu dari ubun ubun sampe jempol kaki, paham?!" kata Ara sedikit mencibir kearah asisten pribadi suaminya.


"Kamu!!!" tunjuk Jessy kesal.


"Tante mau juga? Ara cariin sugar daddy ya. Yang udah aki-aki, gimana? asal jangan suami orang soalnya capek nungguin dia gak nengok-nengok ke Tante" kekehnya merasa lucu saat melihat raut wajah Jessy yang merah padam menahan amarah.


"Ara duduk yuk" ajak Gala kemudian yang mulai pusing, ia sampai memijit pelipisnya sendiri.


Tangan Ara langsung di tuntun ke sofa panjang, ada TV besar di depannya lengkap dengan berbagai bacaan majalah, koran hingga komik yang tersusun rapih di bawah meja kaca.


"Ara diem ya, kalau mau makan sesuatu bisa minta ke Cici. Kalau mau belanja tinggal pesen online aja. Janji jangan ribut ya karna ada yang harus aku bahas sama Jessy"


Ara mengangguk paham, karna ia pun sudah merasa puas mencubit Jessy dengan lidahnya yang tajamnya barusan.


.


.


Entah Ara ataupun Gala sesekali saling melirik dan melempar senyum, gadis itu menepati janjinya untuk tidak mengganggu sang suami saat masih menyelesaikan diskusinya dengan Jessy sampai wanita itu selesai dan keluar dari ruangan sang direuktur utama.


"Maaf, lama ya" ucap Gala yang kini sudah duduk di sisi istrinya.

__ADS_1


"Gak apa-apa, ini sebentar kok gak sampe tiga jam. Ara laper, kita makan disini atau kerumah utama dulu"


"Makan disini aja ya, nanti disana gak usah makan karna mau tengok Amma aja" sahut Gala.


"Ya udah, Ara pesen makan boleh?"


"Boleh sayang, aku gak makan nasi ya. Aku mau sate aja" kata Gala.


"Ok" Ara bangun dari duduknya. Ia beranjak keluar dari ruangan Gala untuk menemui Cici, sekretaris Gala yang akan di mintai tolong olehnya.


Gala yang tinggal sendiri, langsung meraih ponselnya saat ada notifikasi masuk di layar benda pipihnya.


.


.


.


.


Ya ampun! pantesan anteng. Taunya tuh anak curut abis ngeborong...

__ADS_1



__ADS_2