![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Aku mencintamu...
Satu kalimat yang terus di baca berulang kali oleh Ara sampai tangannya bergetar hebat. Ini bukan yang pertama ia di kirimi pesan kata cinta atau mendengar langsung dari mulut Gala tapi baginya kali ini momen ungkapan hati prianya itu begitu pas di utarakan saat perasaannya sedang kacau.
"Akupun, kak. Entah ini perasaan yang benar atau tidak tapi aku juga mencintaimu" lirih Ara sambil meletakkan ponselnya di dada, satu tetes air mata pun jatuh di pipinya.
Tok.. tok.. tok.
Suara ketukan pintu membuat Ara menghapus cairan bening yang tadi membasahi pipi.
"Iya, tunggu!" sahut Ara sambil bangun dan meletakan si benda pipih tersebut keatas meja rias tepat di sisi ranjangnya.
Cek lek
"Umi" seru Ara sedikit kaget yang dia pikir adalah ibu kandungnya.
"Kirain udah mandi, sebentar lagi makan malam ayo persiapkan dirimu, cantik" ucap Khayangan sambil menangkup wajah gadis kecilnya dan tak lupa ia juga mencium kening Ara karna saat pulang tadi ia merasa sikap Ara jauh berbeda.
"Ada masalah?" tanya Khayangan.
"Gak ada, masalah takut deketin Ara, Umi" jawabnya terkekeh pelan dalam dekapan wanita yang delapan belas tahun ini melimpahinya kasih sayang yang begitu banyak.
"Syukurlah, Umi doakan Ara selalu bahagia apalagi sekarang udah punya pacar, kan?" goda wanita bergamis syar'i tersebut.
"Ih, apaan sih! enggak lah, kak. Sean itu pacar bohongan nya Ara buat....."
"Buat apa?" tanya Khayangan.
"Buat... ?" Ara yang bingung terus menggantung ucapannya.
__ADS_1
"Buat lebih meyakinkan hatimu, begitu kan? Sean anak baik dan Abi juga mendukung kalian. Kita tinggal bicarakan ini sama Ibumu tapi nanti ya" kata Khayangan yang langsung membuat Ara mengernyitkan dahi.
"Tapi apa maksudnya?"
"Iya, tapi nanti setelah urusan Kak Ala dan Aish selesai"
Deg..
Urusan apa? apa yang akan terjadi dengan Baby Koalanya Ara, mereka berdua mau apa?
Ara hanya bisa membhatin dalam hati, ia tak berani bertanya langsung pada Umi nya, biarkan semua terjawab dengan sendiri.
.
.
Meja makan di isi hanya oleh tiga wanita, Khayangan, Ara dan Aish dan juga satu pria yaitu Bumi.
"Kak Gala kemana?" tanya Ara yang memang tak tahu dengan kepergian Gala. Ia pun belum melihat ponselnya lagi semenjak Khayangan datang kekamarnya.
"Kakak dari mana?"
"Dari Rumah Utama" jawab Gala jujur, kali ini ucapannya sambil melirik kearah Abinya.
"Kok gak bilang, gak ajakin Ara ih" protes si anak curut.
"Mau apa? Kamu tuh suka kegenitan sama kak Sam" cetus Gala.
Keributan Gala dan Ara di hentikan oleh titahan Bumi untuk segera memulai makan malam padahal Khayangan begitu sangat menikmati drama perdebatan dua anak kesayangannya. Jika tak ada Ara, entah sesepi apa rumah besar ini.
Dentingan sendok dan garpu diatas piring menandakan betapa lahapnya mereka menikmati makan malam bersama.
__ADS_1
"Lusa kita ke kota kembang, Abi dan Umi akan mengantar Aish pulang jadi Abi harap kamu juga bisa ikut, kosongkan jadwalmu di kantor" ucap Bumi yang langsung membuat Gala menoleh.
"Kerjaan Ala banyak banget, Kasihan Jessy"
"Nanti Abi yang atur, Abi sudah persiapkan semua untuk kalian"
"Kalian?" seru Gala dan Ara bersama.
"Iya, Abi dan Umi akan datang kerumah Aish untuk membicarakan pernikahanmu, kak" tegas Bumi.
Gala langsung menoleh kearah Ara, gadis itu begitu kaget sampai tubuhnya lemas seakan terbang melayang.
"Apaan sih! gada ****** beliung tiba-tiba bahas nikah" desah Gala memulai protesnya.
Aish yang menunduk semakin tertunduk, ia yang memang menyukai Gala sejak pandangan pertama tentu tak menolak dengan keputusan Bumi untuk datang kerumahnya nanti.
Berbeda dengan Gala yang justru melayangkan aksi penolakannya.
"Ara mau balik ke kamar, ara pengen pipis" pamit si anak curut yang langsung bangun dari duduk.
Ara yang sudah beranjak langsung di susul oleh Gala, tangannya di cekal saat hendak membuka pintu kamar.
"Ara!"
Gadis itu tak menoleh matanya yang perih tak berani menatap Gala kali ini.
"Kenapa pesan kakak gak dibales?"
.
.
__ADS_1
.
Buat apa? selama ini juga Ara gak pernah bales kan? Perasaan kak Gala bukan urusan Ara.