Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Menggoda Gala.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gala yang menarik tangan Ara langsung menyandarkan tubuh gadis kecilnya di dinding antara ruangan makan dan dapur bersih. Disana jarang sekali di lewati para ART karna termasuk tempat pavorit keluarga termasuk Khayangan.


Ara yang kaget tentu hanya bisa diam dengan raut wajah yang menurut Gala sangat menggemaskan.


Dadanya yang naik turun seolah menantang pria normal itu. Tapi Gala masih tau batasan meski bohong rasanya ia tak ingin.


"Kakak mau apa?" tanya Ara setelah ia menelan salivanya kuat-kuat.


"Terserah Ara, mau pacaran dulu atau langsung nikah? biar habis itu kita bisa kawin" jawab Gala menggoda dengan menaik turunkan alisnya.


"Cih, otaknya kawin mulu!" Ara mencubit perut Gala sampai pria itu merintih kesakitan.


"Emang Ara ngerti?" kata Gala.


"Ngertilah, Ara kan pinter! Kawin pake urat kalo nikah pake surat" cetus Ara yang kini sudah berdecak pinggang.

__ADS_1


Mendengar jawaban gadis kecilnya, Gala. langsung tertawa. Ia menarik tubuh Ara kedalam pelukannya. Di dekapnya sang pujaan hati seraya memohon untuk bisa merasakan hal seperti ini selamanya tanpa ia sadar jika ada sepasang mata melihat dari jarak yang tak begitu jauh.


.


.


***


"Bagaimana hubunganmu dengan Sean?" tanya Ibu yang terbiasa menemani Ara lebih dulu di kamar sang putri sebelum tidur.


"Kalian berpacaran, kan? Tuan besar sudah memberitahu semua latar belakang Sean pada ibu tempo hari, Ibu juga sudah mengenalnya sejak lama. Sean anak yang baik dan sopan bahkan saat datang ia sering membawa banyak makanan untuk kami, Ibu senang padanya"


Deg...


Hati Ara mencelos, entah kenapa dadanya begitu sesak saat mendengar Ibu memuji Sean yang statusnya jelas sebagai kekasihnya meski Ara saat itu hanya main main, ia tak menyangka jika ibu akan menanggap hubungan anehnya dengan Sean adalah hal yang serius.


Ibu yang terus mengelus kepala Ara tak hentinya tersenyum, ia tak menyangka jika anak yang di besarkan nya seorang diri dengan cara menumpang kini sudah remaja dan beranjak dewasa. Ibu senang karna bisa menemani masa-masa indah putrinya.

__ADS_1


"Ibu setuju kalau Ara pacaran dengan kak Sean?" tanya Ara dengan nada pelan karna kini ada cairan gening di ujung matanya yang sedang ia tahan agar tak jatuh.


"Kan sudah Ibu bilang, Sean anak baik. Semoga dia bisa menjagamu, Nak. Yang terpenting Sean bisa membahagiakanmu, ia bisa menjadi tempat mu mencurahkan segala rasa" kata ibu mempertegas ucapannya. Ara sampai menggigit bibir bawahnya yang dulu hampir saja sempat di nikmati oleh Gala di acara ulang tahunnya tahun lalu.


"Ara tahu, Kak Sean memang baik dan menyenangkan. Tapi.... " Ara menghela napas berar sebelum ia melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa, Ra?" tanya Ibu.


"Kak Sean juga orang kaya! bukankah ibu menentang Ara menyukai Kak Gala karna dia orang kaya? lalu apa bedanya dengan kak Sean yang berlimpah harta dan tahta? bukankan Ara dan Kak Sean tetap beda kasta?" kat Ara yang tak kuat menahan sesak dalam hatinya. Air matanya tumpah tanpa bisa di bendung lagi. Ara mulai berani protes dengan cara ibu yang malah menyetujuinya dengan Sean bukan dengan Gala.


.


.


.


Setidaknya orang tua Sean itu orang lain, bukan MAJIKAN Ibu. Apa kata orang-orang jika kamu dan Gala bersama? Ibu tak ingin kamu di nilai menggoda Gala di rumah ini, Nak.

__ADS_1


__ADS_2