![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Saya Terima nikah dan kawinnya Asmara Kasih binti Mahfudz dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar TUNAI"
Gala mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan napas di rumah utama tempat tinggal sang Tuan besar Rahardian. Dua pihak keluarga sepakat menyelenggarakan ikatan janji suci itu justru dua minggu setelah kejadian. Semua rencana yang sudah di susun harus berantakan saat alergi gatal di tubuh Ara kambuh.
Ara yang belum bisa bangun hanya duduk bersandar di dampingi oleh Khayangan dan Titin, sedangkan Gala duduk berhadapan dengan pak penghulu tak jauh darinya.
Pernikahan terlaksana dengan cukup sederhana karna hanya ada dua keluarga sang pengantin yang menjadi saksi, karna bagaimana pun Ara masih seorang siswi sekolah menengah atas yang belum melakukan ujian kelulusan.
Doa yang di panjatkan tentu langsung di Aaminkan, haru bahagia jelas terlihat di wajah semua yang datang terutama para orangtua. Khayangan dan Titin yang saling memeluk seolah belum percaya jika kini mereka saling berbesanan.
"Waktu begitu cepat berlalu, Ara yang dulu masih bayi kini justru pendamping putraku"
"Iya, Nyonya. Semoga mereka bahagia."
"Jangan panggil saya seperti itu lagi, kita sudah menjadi keluarga sekarang." ucap si wanita berhati lembut.
Setelah meminta restu, kini saatnya makan malam bersama keluarga karna memang acara di lakukan sore hari. Gala tak sejengkal pun menjauh dari Ara yang kakinya masih terpasang Gips, meski begitu ia tetap terlihat cantik karna gaun dan riasan nya cukup membuat pangling orang yang melihatnya.
__ADS_1
"Aku suapin ya" tawar Gala yang di jawab anggukan kepala. Selama ini memang ia yang merawat Ara kecuali saat membersihkan diri. Gala rela meninggal kan semua pekerjaannya hanya demi anak curutnya yang kini akan lebih bergantung padanya.
Reza menghapus air mata Khumairahnya, ia tahu jika wanita halalnya itu sedang sangat terharu.
"Aku bersyukur masih bisa melihat Gala menikah, tapi apa kita bisa melihat yang lainnya juga?" tanya sang nyonya besar Rahardian.
"Tentu, Sayang. akan banyak readers yang akam belain kita, tinggal bagaimana mak Othornya saja" kekeh Reza yang membuat Melisa ikut tertawa kecil.
Di rumah besar itu, keluarga Rahardian, Pradipta dan Biantara berkumpul menjadi satu dengan membawa pasukan mereka masing-masing. Bangunan mewah bak Istana tersebut kini semakin banyak memiliki kenangan untuk mereka semua.
Ola dan Senja pun tak luput dari godaan Samudera yang sayangnya terbungkus oleh rasa jahil.
"Belum kelihatan hilal nya, kak" sahut Ola, ia benar-benar sangat cantik dengan hijab ungu mudanya.
"Senja sudah berhilal, tapi apalah daya yang belum mendapat restu dan Mimih" timpal Senja yang berhambur memeluk kakak sepupu tertuanya.
"Jangankan Mimih, kakak Pun gak akan kasih restu" balas Awan, kembaran senja yang menjadi satu-satunya pewaris utama Biantara.
Samudera hanya tertawa kecil, memiliki empat adik kembar membuat ia sadar jika ia bukan lagi dede kecil di rumah utama. Keseruan mereka berempat ternyata mengalihkan perhatian Gala dari Ara, pengantin baru itupun meminta izin sebentar untuk menghampiri para sepupu terbaiknya.
__ADS_1
"Ikutan dong" ucapnya saat sudah bergabung.
"Ikut ngapain?" tanya Awan.
"Ikut nimbrunglah. Emang gak boleh" cetus Gala.
"Jagain aja sana istrinya, sekalian rundingan nanti malem mau gaya apa?" Kekeh Sam yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ola.
"Buat sekarang cuma bisa satu gaya doang" jawab Gala dengan nada lemas.
"Gaya apa? " tanya semuanya serempak.
.
.
.
Gaya cicak tersesat di gunung, cuma bisa nemplok dan gak bisa turun ke lembah.
__ADS_1