![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Seperti yang Gala janjikan, hari ini ia akan membawa sang menantu baru Rahardian untuk pulang kerumah orangtuanya karna Ara menolak ke apartemen dengan alasan tak ingin kesepian jika hanya tinggal bertiga disana.
Dengan sangat hati hati, Gala mendudukkan Ara di kursi roda untuk keluar dari kamar mereka di lantai dua. Ara yang kondisinya sudah sedikit membaik setidaknya kini bisa menyesuaikan diri.
"Kapan-kapan nginep sini lagi ya, Sayang" ucap Melisa pada cucu mantu keduanya.
"Iya, Amma. Tapi Ara gak bisa ngacak-ngacak dapur" jawabnya sedih, kedatangannya kali ini tentu tak seperti biasanya.
"Tak apa, kamu cukup duduk manis menunggu semua matang"
Ara yang selalu di perlakukan ramah dan baik sedari kecil tentu kali ini semakin di terima dengan terbuka, karna mengingat posisinya sudah sangat jelas di tengah tengah keluarga Rahardian. Lagi dan lagi para pria sukses, tampan dan setia itu di berkahi pasangan berhati malaikat yang pastinya akan mengubah hidup mereka semakin sempurna di jagad perhaluan NOVELTOON.
"Ingat pesan Appa, semoga kalian selalu bahagia" ucap Reza pada cucu keduanya yang amat ia banggakan akan prestasi yang Gala capai sampai detik ini di dunia bisnis.
"Tentu Appa, kalian berdua panutan kami untuk hidup rukun saling mengisi dan menggenggam satu sama lain dalam berumah tangga" balas Gala yang begitu menganggumi sosok Reza sebagai pria sempurna.
"Ambil sisi positifnya, jangan di tiru tingkat kemesuman nya ya, La" timpal Melisa yang membuat semua tertawa tak terkecuali dengan Ara yang tersenyum simpul.
__ADS_1
"Kalian harus tetap sehat, Ala akan berjuang secepatnya untuk memberikan cicit untuk kalian!"
.
.
Gala yang membawa sendiri mobilnya tentu melajukan si kereta besi itu dengan pelan. Ia tak ingin terjadi sesuatu pada dirinya terutama pada Ara. Tak ada alasan penting juga untuk mereka segera sampai di kediaman Bumi yang tak jauh dari rumah utama.
"Ara pengen jajan" pintanya saat di tengah perjalanan.
"Ara mau apa?"
"Yakin cuma itu?" tanya Gala lagi memastikan.
"Iya"
Mobil yang seharusnya belok kiri, kini harus putar arah menuju stand makanan yang Ara inginkan. Mereka punya langganan tersendiri untuk memanjakan lidah dan perut masing-masing.
Makanan pinggir jalan pun selalu menjadi solusi terbaik. Gala memakirkan kereta bensinya itu sebelum ia turun untuk memesan roti bakar sesuai selera si anak curut.
__ADS_1
Tak sampai lima belas menit, Pria berdada lebar itu kembali dengan dua kantong plastik di tangannya, Ara mengernyitkan dahi saat menerima apa yang pesan.
"Makasih Baby Koalanya Ara." ucapnya manja dari kursi belakang.
"Kembali kasih anak curutnya orang ganteng" Jawab Gala sambil terkekeh.
Pria itupun melanjutkan perjalanannya lagi yang sempat tertunda karna keinginan mendadak Ara barusan.
Mobil sudah terparkir rapih di garasi, kini saatnya mereka masuk kedalam rumah yang sudah lebih dari dua minggu Ara tinggalkan sejak rencana pertunangan yang justru berakhir dengan pernikahan.
"Assalamu'alaikum" sapa keduanya berbarengan saat masuk ke ruang tengah lantai bawah. Dahi keduannya mengernyit saat melihat siapa yang sedang mengobrol dengan Aurora disana.
.
.
.
Ya ampun! Mantan Ara ada disini? kangen ya....
__ADS_1