![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Cek lek...
Gala membuka pintu dengan pelan, senyum lebar jelas terlihat di wajah tampannya yang baru saja pulang dari kantor.
"Anak-anak jadi di bawa Ummi sama Abi?" tanya Gala sambil berjalan mendekat kearah ranjang dimana ada sang istri sedang duduk bersandar.
"Aku gak di tanya?" sahut Ara dengan memanyunkan bibirnya.
Gala tertawa kecil, ia naik keatas tempat tidur lalu memeluk Ara dari samping, ia tahu istrinya kini sedang merajuk.
"Sekarang kalau dateng yang di tanya pasti ucil sana ucul. Ara gak di tanya. Kak Ala gak sayang Ara lagi ya?" rajuk Ara yang entah sudah berapa kali mengeluhkan hal ini dan bodohnya Gala selalu lupa padahal pria itu sering berjanji untuk tidak mengulang.
"Sayang kok, sayang banget sama Mimih." rayu Gala Sambil mengecup pucuk kepala Ara berkali-kali.
"Udah mandi? mandi bareng yuk. Mumpung dia krucil gak ada. Kita gak di rusuhin" ajak Gala dengan senyum menggoda.
"Hem, ayok"
Ara memang mudah kesal, tapi marahnya tak pernah lama. Wanita cantik berhati lembut namun ceplas-ceplos itu akan luluh saat Gala mengulas senyum terbaiknya.
__ADS_1
Tanpa membuanh waktu, Gala menggendong Ara ala bridal style menuju kamar mandi, Ara tertawa karna sang suami terus menggodanya.
Tangan kekar nan lembut itu langsung menarik pinggang Ara. Mendekatkan kedua wajah mereka hingga bagian paling sensual itu saling bersentuhan. Gala mencium bibir wanita halalnya dengan sangat lembut, napasnya masih tenang dan tangannya belum kemana-mana tapi semua itu tak lagi Ara rasa saat ia malah memancing ketenangan suaminya.
Ara yang sering jahil, memulai aksinya lebih dulu. Ia melepas pagutannya lalu berjongkok.
Dua tangan halus itu sibuk membuka ikat pinggang yang di kenakan suaminya, setelah terlepas Ara menurunkan resleting lalu ia mengeluarkan si pepaya gantung yang sudah membengkak besar.
Senyum seringai jelas di wajah Ara.
"Hey, mau muntah dimana?" kekeh Ara sebelum mencium ujung si paling sensitif pria tampannya itu.
Ara melahapnya dengan lembut, permainan lidahnya mampu membuat seorang Gala ArMikha Rahardian Wijaya terbang ke langit tujuh belas.
Rambut panjang Ara di remas Gala karna ia tak mampu menahan kenikmatan di berikan sang istri. Entah siapa yang mengajari ibu dua anak itu yang jelas kini Ara sering memimpin permainan di ranjang mereka. Bagai tak kenal lelah, ia tak pernah menolak dan beralasan mengejar pahala padahal alasan pastinya bukan itu, kepuasan di puncak pelepasan lah tujuan mereka.
"Ra... lagi sayang. Lebih dalam" suara Parau penuh kenikmatan menggema ke seisi kamar mandi mewah pasangan itu.
Gala sesekali mengigit bibir bawahnya saat Ara juga nakal memainkan dua buah kantong ajaibnya. Rasanya sungguh luar biasa tak bisa di ungkapkan dengan apapun.
Ara yang masih senang di bawah sana langsung di tarik agar bangun, baju atasnya kini sudah di buang sembarang arah oleh Gala entah kemana begitu pula dengan kain pembungkus dua lembah favoritnya. Jika tadi Ara yang melahap miliknya, tentu kini gantian Gala lah yang menikmati dua area itu secara bergantian. Gigitan gigitan kecil pun tak luput Gala berikan sampai istri nende sah hebat. Matanya terpejam menerima semua perlakuan sang suami.
__ADS_1
"Sekarang ya, Ra..." pinta Gala seraya meminta izin sambil membuka kancing celana Ara.
"Jangan, Pih" tolak Ara.
"Kenapa?"
"Ara lagu datang bulan" jawab Ara dengan senyum kecil.
Gala yang kaget tentu tak Terima dengan alasan yang di berikan istrinya, sedang miliknya sudah meronta ingin pelepasan.
.
.
.
.
Ya udah, jongkok lagi Cepetan!!!!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Eh Si Gala 🤣🤣🤣🤣
Gitu amat bang 😆😆