![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
@Rahardian
*Appa.
[ Gala, di tunggu laporannya nanti malam di rumah utama ]
Gala membuang napas kasar, ia letakkan si benda pipih itu diatas meja makan. Ara yang memperhatikan sikap suaminya pun akhirnya bertanya dengan raut wajah sangat penasaran.
"Kenapa? ada masalah"
"Appa minta laporan, perasan aku udah kirim email ke kak Sam. Apa si Tutut gak bilang ya" jawabnya kesal.
"Masalah kantor?"
"Hem, nanti malam kita kerumah utama ya. Atau nginep sekalian disana" ajak Gala yang langsung di setujui istrinya lewat anggukan kepala.
"Siap Tuan bos"
Gala mencium kening Ara, merekapun kembali masuk ke dalam kamar setelah mencuci dan membereskan dapur bersama. Ara yang hendak membersihkan diri di tarik oleh Gala, pria itu menjatuhkan tubuh Ara ke tengah ranjang dan mulai mengungukungnya.
Tanpa basa basi, leher putih mulus itupun kembali ia ciumi dengan lembut hingga nap su membakar bir Ahi mereka lagi.
Ara yang mend esah membuat Gala semakin bersemangat menjelajah lagi. Kancing piyama pun kini sudah terbuka semua. Gala langsung membuka kancing dan menurunkan resleting celana lalu mengeluarkan si pepaya gantung.
"Gak di buka?" tanya Ara.
"Enggak, kenapa?"
"Buka! gak usah curang gitu" protes Ara yang malah membuat Gala tertawa.
"Iya, iya. Ini di buka semua"
__ADS_1
Tubuh polos itupun kembali melakukan hal yang menyenangkan, penyatuan tubuh untuk ketiga kalinya sungguh semakin membuat mereka terbang melayang ke surga dunia untuk mencari kenikmatan.
.
.
.
Assalamu'alaikum..
Ara dan Gala yang baru naik kelantai dua rumah utama sempat berhenti saat melihat ramainya ruang tengah.
"Pada ngumpul disini semua? Abi, uncle sama Appa mana?" tanya Gala.
Ara yang melihat ada Embun tentu langsung melepas genggaman tangannya dari Gala untuk menghampiri sang Ratu Rahardian.
"Ada di kamar Appa, lagi pada kumpul disana semua. Kayatanya mau rapat" sahut Khayangan.
Tok... tok.. tok..
"Appa?"
"Masuk, La" sahut seseorang dari dalam kamar yang sudah di tebak itu adalah suara uncle nya, Air.
Ceklek
"Yang di tunggu baru dateng. Sini duduk, La" kata Air Lagi sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.
Gala melanjutkan langkahnya, ia pandangi semua anggota pria Rahardian satu persatu yang sedang tersenyum kecil padanya.
Kamar Appa kenapa jadi mendadak HOROR ya..
Gala duduk di sofa panjang, ada Air di sebelah kanan dan Langit di sebelah kiri. Sedang kan Abinya duduk di sofa single. Reza tetap berdampingan dengan Samudera sambil di peluk manja oleh cucu pertamanya itu.
__ADS_1
"Ada apa? tadi pagi Appa chat Ala katanya nunggu laporan, laporan perusahaan udah Ala kirim ke kak Sam. Kakak emang gak kasih tahu Appa? lagian Appa kenapa masih ngurusin perusahaan sih kan Ala udah sering bilang kalo kita bisa urus semua. Appa tuh harus jaga kesehatan itu yang paling penting. Apalagi Ala.....?"
Pria yang baru melepas keperjakaan itu malah mengoceh panjang lebar, ia yang tak paham dengan kata LAPORAN yang di maksud Reza tentu malah mengundang gelak tawa dari semuanya termasuk Bumi yang menutup wajahnya dengan bantal.
"Gak nyambung!" cibir Sam.
"Ala kenapa? apa yang udah terjadi?" goda Air dengan membuka telinganya lebar lebar.
"Apalagi apa, La?" timpal Langit yang semakin meringsek mendekati sang keponakan.
"Apalagi....." ucap Gala sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Pria itu semakin di buat salah tingkah saat semua mata tertuju padanya. Perasaannya kini campur aduk, hampir saja ia keceplosan tapi rasanya ia harus dan wajib melanjutkan omongannya tadi.
"Apa, La?" tanya Reza yang kini akhirnya angkat bicara sambil tersenyum simpul. Cucu yang di timang dua tiga tahun silam kini sudah menjadi pria seutuhnya.
.
.
.
Apalagi Ala.. udah merasakan enaknya terperosok terjun nyungsep dan terkapar di lembahnya Ara.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Gajah, panjang umur ya sayang.
Masih ada si Awan cucu bontot mu 🤣
Kalo mau dengerin rapat BumBum juga boleh asal cium dulu sini 😆😆😆 biar panjang tuh belalai.
Eh, salah! umur maksudnya. Ya ampun, kalo ngomong tuh suka ngarep bae ya 😍😍😍
__ADS_1