Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Gara-gara Monyet


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Monyet?!"


"Iya, Nak. Ara sampai tak lihat jalan saat si monyet mengejarnya. Jadilah ia tertabrak mobil losbak pengangkut sampah pagi tadi" jelas Ibu lagi.


Gala mengusap wajahnya dengan kasar, apa yang sudah di lakukan anak itu hingga monyet pun mengejarnya.


Fokus mereka bertiga teralih saat pintu ruangan tempat Ara di periksa terbuka, dokter yang baru saja keluar pun langsung di berondong banyak pertanyaan.


"Dok, gimana Ara?" tanya Gala langsung tanpa basa basi lagi.


"Pasien sudah sedikit lebih baik, keluarga juga bisa melihatnya ke dalam" jawab dokter wanita berkacamata pada Gala


Gala yang mendengar penjelan dan izin dari sang dokter tentu langsung masuk kedalam. Rasa penasarannya sudah tak bisa ia tahan lagi.


"Ra... sayang"

__ADS_1


Ara yang mendengar suara pria yang mencintai nya itu langsung mengerjap kan mata.


"Kakak... "


Gala duduk dikursi besi tepat disisi ranjang pasien yang diatasnya ada Ara yang terbaring lemah tertutup selimut sebatas perutnya.


"Seneng udah bikin Aku khawatir, hem?" tanya Gala dengan nada dingin.


"Monyetnya yang salah, kenapa Ara yang di omelin sih!" protes si cantik, kesal.


"Lagian kamu apa-apaan? belum sehari loh kamu disini udah bikin gara-gara sama Monyet, Ra."


"Lain kali jangan begini. Jangan buat duniaku runtuh hanya karna kabar buruk dari mu. Kamu tahu kan, sebesar apa aku mencintaimu?"


Ara mengangguk paham, orangtuanya pun yang ikut menyusul dan berdiri di sisi Gala hanya bisa tersenyum simpul. Tuan muda yang amat kaya raya itu tak pernah main main dengan putri mereka yang jauh dari kata dewasa.


"Maaf" lirih Ara yang matanya sudah berkaca kaca siap menumpahkan tangis.

__ADS_1


Gala meraih tangan Ara yang bagian sikunya terluka, dan sakitnya seakan pria itu rasakan juga. Tubuh Ara kini tak semulus saat kemarin sore ia ketika terakhir bertemu.


"Sakit banget, apa Ara gak bakal bisa jalan lagi?" pertanyaan Ara sontak membuat Gala menoleh kearah orangtua Ara yang masih berdiri di depannya. Ternyata ada satu hal yang ternyata lupa Gala tanyakan, yaitu tentang kondisi Ara saat ini.


"Dokter sudah mendiagnosa belum, Bu?" tanya Gala, wajahnya begitu serius sampai Ibu langsung gugup seolah pikirannya berlarian kemana-mana.


"Tulang kering kaki Ara retak, mungkin akan lama untuk penyembuhannya, sekitar enam sampai satu tahun, Nak. Untungnya tak perlu menjalani operasi hanya pemasangan Gips saja" jelas Ibu. Ia yang panik setidaknya sedikit lega saat keadaan putrinya tak separah yang ia bayangkan. Bagaimana pun Ara anak perempuan, apa jadinya jika ia mengalami cacat atau kelumpuhan tentu itu akan menghancurkan dunianya, apalagi Ara seorang remaja yang penuh dengan mimpi dan cita cita.


"Selama itu, Bu?" tanya Ara yang tangisnya kian pecah.


"Sabar ya, Nak. Ibu paham perasaamu. Sekarang fokus kan saja pada kesembuhan mu lebih dulu ya. Ibu yakin semu akan baik baik saja. Setiap musibah pasti ada hikmahnya. Ibu yakin kamu pasti kuat ya, Sayang" Ujar ibu mencoba menenangkan. Ia dekap putrinya dalam dekapan sambil terus menciumi juga pucuk kepala Ara.


"Lalu acara besok, bagaimana?" tanya Ara.


.


.

__ADS_1


.


Maaf, aku akan membatalkan pertunangan kita.


__ADS_2