![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ara masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dan berganti pakaian. Tubuhnya begitu lengket karna keringat dan lelehan cairan nikmat di pangkal paha nya.
"Huft, malah tidur" cetus Ara saat ia keluar hanya memakai handuk sebatas dada.
Ara mendekat kearah lemari untuk mengambil satu dress, tak banyak baju yang di simpan di rumah utama membuat ia tak terlalu lama memilih. Setelah selesai merapihkan diri gadis cantik berambut basah itupun mendekat ke arah ranjang, di belainya wajah tampan sang suami yang mendengkur halus usai pelepasan. Jari lentik itu tak hanya bermain di wajah Gala tapi juga turun ke leher, pundak dan dada.
"Ara gak mau cium ketek ini, maunya ketek kak Sam" gumamnya pelan, perasannya lain saat melihat ketiak Sam dan ketiak Gala, padahal keduanya sama tampan dan harum.
"Sayang, bangun. Kak Ala gak balik kantor?" Ara mencoba membangunkan Gala dengan sedikit mengguncang lengan suaminya.
"Kak, udah siang. Nanti makin lama pulangnya" sambungnya lagi saat ia melirik kearah jam yang menggantung di dinding.
"Ish, harus di siksa dulu ini sih!" senyum seringai terukir di sudut bibirnya yang ranum dan merah muda padahal ia sama sekali belum mengolesi lipblam.
Gala yang polos bagian atasnya di ciumi oleh Ara, terutama sekitar dada. Bibir mungil yang kini begitu liat itupun semakin turun kebawah dan kebawah sampai ke bagian yang mmampu membuat ia terbang melayang.
Si pepaya gantung yang imut dan menggemaskan itupun di lahapnya, lidahnya bermain sampai perlahan daging tak bertulang itupun terasa penuh ia rasakan sampai sedikit menyesakkan napasnya.
"Enak, hahaha" Ara malah tertawa saat ia melepaskan apa yang tadi memenuhi rongga mulutnya tersebut.
Ara memasukkannya kembali, Gala yang mende sah malah mengelus kepala Ara dengan lembut sambil menahan rasa geli dan nikmat.
"Sayang...." desis Gala yang semakin terbuai.
__ADS_1
"Aw... Sakit!"
"Bangun, makanya!" timpal Ara saat mendengar suaminya menjerit. Ia pun melepaskan si pepaya gantung lalu berdiri di sisi ranjang dengan tangan memegang pinggang.
"Sakit, Ra. Bisa gak sih kalo lagi tanggung jangan gigit! nanti lecet gimana?" oceh Gala sambil mengelus miliknya.
"Ara tuh gemes. Pengen gigit terus di kunyah abis itu di lepeh"
"Ya ampun! sadis banget punya istri."
"Mau balik kantor gak? ini udah siang banget loh." ucap Ara lagi mengingat kan.
"Iya, aku mandi dulu" balas Gala sambil bangun dari duduk. Ia masukan lagi si pepaya gantung kedalam sarangnya.
"Ara disni aja ya, gak ikut ke kantor lagi"
"Ara mau cium ketek kak Ganteng dulu, ok"
"No, Sayang!" tegas Gala yang berlalu meninggalkan Ara, gadis itu begitu kesal dan mengumpat dalam hatinya.
Hampir dua puluh menit, Gala keluar dengan pakaian lengkap. Rambut yang sama basah membuat ia bertambah maskulim dan tampan.
"Yuk, udah siang. Kita pamit dulu ke Amma" ajak Gala.
"Ketek dulu ya, Ara mohon" rengeknya lagi sambil menangkup kedua tangannya.
__ADS_1
"Gak lucu, sayang"
"Tapi Ara pengen, kak. Masih syukur loh Ara cuma mau ketek aja bukan mau cium bibirnya" kata Ara yang langsung membuat tanduk di kepala suaminya muncul seketika.
"Gak usah macem-macem"
Gala menarik tangan Ara, dibawanya gadis itu kekamar Amma dan Appanya yang ternyata hanya ada Sam yang menemani pasangan baya itu.
"Cium sana, tapi jangan lama-lama" titah Gala pada Ara yang berjingkrak senang.
Ara langsung menghampiri Samudera yang duduk di sofa bulat sisi ranjang. Mata pria tampan itu menatap Ara dan Gala bergantian.
"Ngapain?" tanya Sam.
"Angkat tangan kakak, Ara mau cium ketek" jawabnya dengan sangat tak sabar.
Sam menoleh kearah sepupunya seolah bertanya lewat sorot mata. Gala pun hanya mengangguk kan kepala
"Nih, wangi strawberry loh" kekeh Sam. Tanpa menunggu lagi, Ara pun langsung mendekatkan wajahnya ke salah satu ketiak Sam.
.
.
.
__ADS_1
.
Wiiiiih.... sedepnya!!!!