Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Kapan?


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Tak ada alasan apapun. Setahuku, aku mencintainya tanpa "KARENA..." jawab Gala dengan sangat tegas.


Aish kembali menunduk, tapi tidak dengan Khayangan. Wanita cantik yang memilih menjadi mualaf puluhan tahun silam itu tersenyum lebar. Ia seakan melihat Bumi saat masih muda dulu, betapa gigihnya pria itu mempertahankan cintanya meski berkali-kali mendapat penolakan darinya karna IMAN yang berbeda.


"Beruntungnya dia mendapatkan cinta tulus darimu, kak" sahut Aish yang menelan rasa kecewa luar biasa.


"Maaf, aku benar benar mencintainya. Semua sudah kudapat dari Ara, jadi aku tak perlu apapun dari wanita lain" tegas Gala lagi yang semakin menghancurkan hati Aish.


Wanita itu terlalu tulus mencintai Gala, tentu bukan karena melihat latar belakang Gala yang turunan keluarga Konglomerat atau juga paras tampannya. Aish terpesona karna ia tahu gala tak pernah memiliki kekasih tapi detik ini ia paham, tak pernah menunjukan bukan berarti pria itu tak memiliki wanita istimewa dalam hidupnya.


"Kamu wanita solehah, pastinya tak pantas denganku yang jauh di bawahmu, carilah yang bisa membimbingmu kearah yang lebih baik. Jodohmu pasti sedang menunggu entah di belahan dunia yang mana tapi aku yakin jika bukan aku orangnya"


Bumi menarik napas dalam-dalam, cinta putranya ternyata tak main main pada Ara, jika orang lain yang menilai tentulah Aish Pemenangnya tapi tidak bagi Gala yang sudah menganggap Ara adalah seluruh hidupnya.


"Baiklah, aku tak akan memaksa tapi izinkan aku tetap menaruh harapan padamu. Aku bisa melepasmu tapi tak bisa berhenti mencintaimu begitu saja. Datanglah padaku kapanpun kamu mau"


Ungkapan dan permintaan Aish tentu membuat Gala, Bumi dan Khayangan tersentak kaget dan tak percaya, Aish seakan menutup mata untuk menerima kenyataan jika pria di depannya itu tak pernah dan tak mungkin menoleh padanya.


Bumi dan Khayangan memang sengaja tak ikut campur dan bicara apapun, mereka hanya menjadi pendengar bagi dua insan yang memiliki perasaan yang bertolak belakang.Bahkan kali ini Gala langsung membuang napas kasar.

__ADS_1


"Jangan menyakiti hatimu sendiri dengan menunggu seseorang yang tak mungkin bisa membalas cintamu, Aish. Itu hanya membuang waktumu saja" cetus Gala yang mulai kesal dengan sifat egois dan keras kepala wanita berhijab ungu muda tersebut.


Gala bangun dari duduk, tatapannya begitu tajam menatap Aish yang jarang sekali bisa ia lihat kedua netranya.


.


.


.


Ceklek


Gala masuk kedalam kamarnya sendiri yang sangat luas di lantai dua, tempat istirahat sang direktur utama yang mendominasi warna hitam dan putih khas laki laki yang dingin dan cuek pada orang yang tak membuat ia nyaman.


Tok...tok..tok..


Gala yang baru memejamkan mata harus mengerjap lagi saat mendengar pintu di ketuk dari arah luar, dengan malas ia pun akhirnya mempersilahkan masuk meski tak tahu siapa orang di balik benda bercat putih tersebut.


"Kak.. bisa kita bicara" pinta Khayangan pada putra sulungnya yang sudah bangun dari tidurnya.


Gala mengangguk dan mengajak kedua orangtuanya untuk ke sofa.

__ADS_1


"Ada apa? Ala udah jujur pake banget barusan jadi Ala minta buat kali ini Ala yang nentuin masa depan Ala sendiri" ucapnya lebih dulu seolah mewanti wanti.


Bumi dan Khayangan langsung tertawa mendengar peringatan dari Gala, bahkan Uminya sampai mencubit pipi Gala yang tanpa terasa kini sudah beranjak dewasa.


"Umi mau tanya, kamu sedalam itu mencintai Ara, lalu sejak kapan kalian sudah menjalin hubungan?" tanya Khayangan yang tak habis pikir karna setahunya Ara justru berpacaran dengan Sean.


.


.


.


Hubungan apa? orang dari kecil Ala di TOLAK terus!!!



πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Fix emak bapaknya langsung ngejengkang🀭


Udah PD banget padahal 🀣🀣

__ADS_1


Sabar ya, Umi, turunan Gajah namanya juga.


Bisikin laki lo buat kirim apa gitu, biar lancar anaknya noh dketin anak curut pacar si buto ijo cap centong sayur


__ADS_2