Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Milik orang lain


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Enak, kak... Ara aja diem kalo di giniin, kan?"


Gala langsung memutar tubuhnya dan menggendong Ara ala bridal style menuju tempat tidur.


Ia baringkan gadis halal itu di tengah ranjang besar miliknya.


"Rasa yang aku rasain tentu beda sama kamu. Aku sakit dan kamu enak, Ara sayang!" tegas Gala yang kini sudah mengungkung tubuh istrinya.


Ara hanya mengulum senyum, yang di katakan Gala tentu benar adanya jika rasa yang ia rasakan tentu jauh berbeda. Ara begitu senang jika dua daging kenyal miliknya itu di mainkan, entah oleh tangan maupun dengan mulut suaminya. Sensasi luar biasa seakan menjalar ke seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai kaki.


"Ara mau di diginiin kan?" goda Gala yang satu tangannya sudah mere maZ lembut salah satu area favoritnya itu.


"Hem, Ara gak nolak" jawabnya polos dengan mata terpejam.


Gala menggigit bibir bawahnya karna baginya Ara begitu sangat menggemaskan. kepolosan dan kejujuran Ara dalam menunjukan ekspresi hatinya membuat Gala seakan menjadi pria bahagia sejagad raya.


Keduanya berciuman lama dan lembut, tangan Gala masih di posisinya sedang kan Ara mere mas rambut dan kadang mencengkram bahu suaminya itu. Mereka begitu menikmati apa yang sedang di lakukan.


"Bukan saatnya, Sayang" bisik Gala.

__ADS_1


"Iya, Ara tahu"


"Istirahat ya, Aku ke bawah lagi sebentar" pamit Gala sambil mencium kening istrinya.


Pria bertubuh tinggi itu pun bangun dari atas tubuh Ara, ia rapih kan lebih dulu baju terutama celananya sebelum keluar dari kamar.


.


.


Aish...


Gala diam sejenak saat melihat gadis berhijab hitam sedang berdiri di sisi adik dan Uminya. Wanita itu menunduk saat tatapan matanya bertemu dengan Gala.


"Istirahat di kamar, Umi. Ala gak mau Ara kecapean. Dari pada pingsan mending suruh baring dulu sebentar" jawab Gala tanpa menoleh lagi ke arah sahabat Aurora.


"Baguslah, jangan sampai Ara kenapa kenapa" balas Khayangan lagi.


Gala hanya mengangguk kecil sambil tersenyum simpul dan setelahnya berpamitan untuk menemui para saudaranya yang lain yaitu samudera dan Awan. Dua pria itu sedang mengobrol santai di tepi kolam renang samping rumah.


"Pada ngapain?" tanya Gala saat ikut bergabung.

__ADS_1


"Lagi interogasi Awan, kapan kawin?'" kekeh Sam.


"Lah iya, kapan tuh?" Gala pun ikut menimpali.


Awan yang pendiam memiliki otak lebih cerdas, hidupnya yang nyaris sempurna membuat ia sulit menemukan pasangan yang ideal menurutnya.


"Kalian saja dulu yang bahagia, nanti aku nyusul" jawab Awan yang melenggang pergi dan tak lama juga di susul oleh Sam.


Kini hingga Gala yang berdiri di tepi kolam, dan ia langsung menoleh saat ada seseorang yang datang menghampirinya.


"Selamat ya. Kamu sudah berkali-kali bahagia dan aku tetap saja begini" ucap Aish disisi Gala.


"Cari kebahagiaanmua sendiri. Jangan sibuk menghitung kebahagiaan orang lain" sahut Gala dengan nada dingin.


"Aku cukup bisa merasakannya. Matamu tak bisa bohong untuk tak bilang, Aku tak bahagia"


"Karna aku sangat bahagia. Aku seorang suami dan calon ayah. Apa ada yang lebih membahagiakan selain dua hal tersebut? ku rasa tak ada" balas Gala dengan sedikit mencibir kearah wanita yang menurut Gala sangat memiliki pendirian kuat tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Ehem.. mbak Aish. Mbak Aish pasti tahu kan, jika sebaik baiknya wanita itu tidak merebut milik wanita lain?


__ADS_2