Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Cemburu


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Nikah... Nikah... Nikah...


Satu kata yang terus berputar di kepala Ara saat ini, benar dugaannya jika Umi dan Abi akan menjodohkan Gala dan Aish. Bahkan waktu untuk acara lamaran pun akan berlangsung minggu ini setelah kepulangan Aurora.


Kak Ola.


Ara meraih ponselnya di atas meja belajar, begitu banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Gala dan Sean tapi ia mencoba untuk mengabaikan, fokus nya kini adalah kakak angkat kembar perempuannya.


Sekali dua kali hanya nada tunggu yang ia dengar, sampai Ara pasrah dan ingin mengakhirinya. Namun belum sempat ia menekan icon merah di layar ponselnya, suara sapaan Aurora justru terdengar.


"Assalamu'alaikum, Ara"


"Waalaikum salam, kak Ola" jawab Ara yang malah mendadak takut untuk bicara.

__ADS_1


"Ada apa, dek?" tanya Ola di seberang sana, Ara yang diam sesaat malah bingung harus bicara apa sedangkan Ola masih menunggu dengan sabar adik kecilnya mau bercerita.


"Ara, kenapa? berantem lagi sama kak Gala?" tebak cucu perempuan satu-satunya keturunan Rahardian Wijaya itu sambil terkekeh.


"Enggak, aku sama kak Gala gak apa-apa, lagian ada mbak Aish disini jadi mana mungkin kita bikin keributan" jawab Ara dengan kekehan yang di paksa.


"Loh, kenapa? Aish juga tau gimana kalian jadi biasa aja, dek. Jangan membuat diri kalian gak nyaman, Aish baik kok meski ia sedikit pecemburu" ucap Ola sedikit menjelaskan perasaan sahabatnya yang diam-diam mencintai sang kakak sejak pandangan pertama.


"Benarkah? Cemburu itu menyakitkan loh, kak"


Ara dan Gala sama-sama menjaga Ara sejak bayi tapi Gala lah yang lebih banyak meluangkan waktunya. Terlebih saat mereka remaja dan berangsur dewasa.


"Apa kamu sedang merasakan hal itu? perempuan mana yang sudah berani membuat adik kakak ini cemburu?" goda Aurora.


"Hem, gak ada, kak. Aku hanya menebak saja, dari film ataupun cerita Merlin padaku. Cemburu bisa membuat orang menangis dalam diam. Cemburu bisa membuat dunia bagai runtuh seketika. Cemburu bisa membuat semua terasa gelap, benarkan?" tanya Ara.

__ADS_1


"Entah, kakak mana tahu. Sampai detik ini kakak tak pernah merasakan hal itu. Cemburu itu hal biasa bahkan kata Appa itu kodratnya perempuan. Itu tanda cinta kita pada pasangan, jadi jika milik kita di dekati atau di ambil orang lain pantas lah untuk cemburu" kata Aurora, ia hanya menjelaskan yang ia paham saja, karna sejatinya ia tak pernah merasakannya termasuk cemburu dengan kasih sayang orangtuanya.


"Tapi bagaimana jika yang di cemburui itu bukan milik kita? sia sia kah air mata itu?" tanya Ara sambil mengigit bibir bawahnya.


"Tak ada yang sia-sia menyangkut perasaan. Kamu bisa tanyakan pada Aish akan hal ini ya, Dek. Berbincang lah padanya, mungkin ia akan menjelaskan arti cemburu menurut versinya itu."


"Aku mana mungkin bertanya padanya, kak" lirih Ara yang tak kuat lagi menahan air mata.


"Kenapa? dia baik, dek. Coba mulai lah pendekatan" kata Aurora.


.


.


Karna dia yang membuat ku cemburu...

__ADS_1


__ADS_2