![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ucil.... ucul..."
Reza yang baru masuk di gandeng oleh putra keduanya langsung memanggil kedua cicit kembar hasil keringat pagi siang malam Gala dan Asmara. Ia sengaja datang ke apartemen cucu keduanya itu bersama istri, anak dan menantunya.
"Appa....Ucil kangen ih" teriak XyRa { Sira }
"Aku juga loh" timpal si Ucul yaitu ArXy { Arsi }
Reza tertawa lalu berjongkok siap menerima pelukan dari si kembar. Ingatannya selalu terbayang pada Air, Bumi dan Cahaya saat kecil dulu.
"Kangen Appa gak?"
"Kangen dong?" sahut mereka berbarengan.
Reza menggandeng si Ucil dan si Ucul di tangan kiri kanannya menuju ruang keluarga. Ara yang senang dengan kedatangan keluarga suaminya tentu langsung bergelayut manja di lengan sang mertua.
"Bisa juga ya modelan begini ngurus anak tapinya" kekeh Khayangan meledek Ara, anak sekaligus menantunya.
"Ish, kalo ada Umi, Ara jadi anak Umi dong"
"Iya, iya! Ara kesayangannya Umi"
Semuanya berbincang sambil mengasuh si kembar, bahkan Bumi harus sibuk berkali-kali memisahkan cucunya yang sering sekali bertengkar.
__ADS_1
"Ucil jangan galak dong, adenya kasih pinjem ya sayang" Rayu Khayangan. Ia yang juga dulu memiliki anak kembar tapi tak seperti cucunya.
Si sulung memang sangat galak pada adiknya, meski perempuan ia tak pernah takut dengan apapun termasuk hewan melata. Itulah yang membuat Gala begitu kagum pada Si Ucil karna pasti bisa menjaga dirinya kelak.
.
.
Sampai siang menjelang, semua berkumpul di ruang makan. Ara yang memang tak tahu akan kedatangan keluarganya langsung memesan makanan untuk makan siang mereka. Wanita muda itu kini sudah bisa meng-handle sendiri rumah tangganya tanpa ikut campur mertua dan ibu kandungnya.
"Permisi, Nyonya. Makanan sidah tersaji di meja makan" ujar seorang ART yang sengaja di pekerjakan untuk membantu Ara di apartemen.
"Oh, iya. Makasih yang Mbak"
"Sama-sama, Nyonya"
"Appa, Amma, Abi, Ummi" sapanya sambil menciumi punggung tangan para orang tua, dan yang terakhir tentu pada istri tercinta lalu berlanjut pada si kembar.
"Tumben pulang?" tanya Ara, kesibukan sang suami memang membuat mereka jarang sekali menikmati makan siang bersama, padahal jarak apartemen dan gedung cabang Rahardian Group lumayan dekat.
"Iya, di sempetin sebentar" sahut Gala sambil mengeratkan rangkulannya pada Ara.
Semua yang berkumpul kini bersiap menikmati hidangan makan siang dengan di layani Khayangan dan Ara. Dua menantu Rahardian yang sifatnya sangat bertolak belakang. Si mertua yang pendiam, baik hati bagai malaikat dan Si menantu yang pecicilan bagai setan kecil.
"Ucul mau ituuuuuuu" rengek si bocah laki laki berpipi bulat.
__ADS_1
"Ambil sana, ini punya kakak" jawab si ucil, sang perawan galak.
"Ish, kalian ribut terus. Lama-lama Apih bikinin area tinju nih" timpal Gala pada dua anaknya yang jarang sekali akur. Padahal dulu ia dan Ola tak pernah sampai begitu.
Plaaaakk..
"Enak aja, ini juga karna hasil gaya SmackDown kan pas bikin" cetus Ara sambil memukul tangan suaminya berkali-kali.
Gala langsung menutup mulut Ara yang lagi dan lagi lepas kontrol.
"Berisik, Ra" kata Gala yang akhirnya gemas.
"Abisnya, Apih...."
"Eh, iya, Ara mau tanya sama Umi" ucapnya yang menggantung ucapan sebelumnya.
"Tanya apa, Ra?"
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hukumnya perkosa suami subuh subuh, itu apa?