![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ra, bangun, Sayang" bisik Gala di telinga istrinya. Tak terhitung berapa kali ia menciumi punggung tangan wanita halalnya itu yang belum membuka mata.
Gala langsung di telepon oleh Cahaya saat mendengar teriakan Kakak iparnya di kamar Ara. Semua ikut panik saat tahu gadis kecil itu tak sadarkan diri sejak keluar dari kamar mandi.
Khayangan terus membalurkan minyak angin di sekitaran hidung dan pelipis. Dokter yang sudah memeriksa Ara pun kembali setalah berbicara dengan Bumi di sofa.
"Buka matamu, Ra. Aku mohon"
Ara yang merasakan tangannya begitu hangat akhirnya mengerjapkan mata. Ia edarkan pandangannya pada orang orang yang berkumpul menatap satu arah hanya pada dirinya.
"Syukur lah, kamu bangun" ucap Gala yang sedari tadi sangat khwatir. Ia tinggal kan semua pekerjaannya yang menumpuk di atas meja kaca ruangannya.
"Kok kumpul disini semua? Kakak udah pulang" tanya Ara bingung.
Gala menarik napas dalam-dalam. Si anak curut seolah tanpa dosa saat ia membuka matanya. Padahal jelas se isi rumah utama di buat panik karnanya.
"Ara tadi pingsan, Sayang" sahut Khayangan.
"Mabok manisan mangga" timpal Biru.
"Syukurlah, takutnya mabok ketek orang ganteng" kekeh Samudera.
Gala menoleh dengan cepat ke arah kakak sepupunya itu. Ia ingat drama cium ketek yang membuat isi perutnya keluar semua siang tadi.
__ADS_1
"Ketek kakak ada apanya sih! sampe bikin Ara pingsan?" sentak Gala. Dari keempat sepupunya cuma Gala yang berani menaikan nada bicaranya pada Sam tapi itu hanya berlaku jika sedang membahas si anak curut saja tentunya.
"Wangi Tobeli oey" jawab Sam sambil mencium sendiri kedua ketiaknya secara bergantian.
"Ara mau lagi, cepetan sini"
Ara yang mau bangun dari tidurnya langsung di tahan oleh Gala, pria itu begitu gemas dan kesal. dengan kejadian konyol hari ini.
"Diem!"
"Tapi itu sedep banget kayanya, Kak. Ara mau cium ketek" kata Ara sambil memaksa.
"Gak! gak usah macem-macem" tegas Gala lagi.
Samudera yang tertawa melihat perdebatan Gala dan Ara pun langsung di jewer oleh Biru keluar kamar. Pria tampan penyuka strawberry itu pun meringis sambil berjalan tanpa perlawanan.
"Masih sakit, Nona?" tanya Dokter yang meneriksa Ara.
"Mules sedikit" jawabnya pelan.
"Saya sudah buatkan resep, nanti tolong di minum obatnya jangan sampai telat. Dan jangan makan sembarangan dulu ya." pesan dokter lagi. Ara hanya mengangguk paham tanpa berkata apapun lagi.
Dokter kembali memeriksa Ara, dan tak ada yang perlu di khawatir kan tapi jika terjadi sesuatu, keluarga tetap di minta untuk tetap menghubungi dokter kembali secepatnya.
.
__ADS_1
.
"Susah banget ya disuruh diem yang anteng gitu" oceh Gala saat hanya tinggal mereka berdua di kamar.
"Itu juga Ara diem, Ara cuma nyobain manisan mangga aja. Gak lari-lari, gak loncat loncat apalagi muter-muter" jawabnya dengan nada kesal.
"Bukan gitu, sayang. Maksud aku kamu tuh jangan suka makan sembarangan. Kan udah tahu itu pasti asem pedes kenapa masih di makan aja sih!"
"Kan, biasanya gak apa-apa, kak"
"Buktinya ini apa? kenapa kenapa kan jadinya!"
Ara yang kesal semakin kesal, ia sibakkan Selimut yang menutupi sebagian tubuhnya lalu turun dari ranjang.
"Mau kemana?"
"PUP, mau ikut?" kata Ara dengan mimik wajah masam tanpa senyum.
Ara melanjutkan lagi langkahnya, ia membanting pintu kamar mandi setelah masuk kedalamnya. Gala yang mendengar hal itu hanya bisa menggelengkan kepala.
Ara duduk di tepi bathup sambil memegangi perut bawahnya yang keram. Rasa sakitnya tak bisa ia gambarkan karna sedikit berbeda dari sakit datang bulan.
.
.
__ADS_1
***Deg
Ini tanggal berapa***?