Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Ara mau....


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cup...


Gala mendaratkan satu kecupan di pipi kanan Ara, wanita kaget dan langsung menoleh.


"Untung suamimu yang datang, bagaimana jika pencuri" sindir Gala pada istrinya yang terlalu fokus pada ponsel sampai tak menyadari kedatangannya.


"Memang apa bedanya kak Ala sama pencuri? bukankan udah sama-sama mengambil hatiku" goda Ara sambil membalas ciuman Gala yang sedang merona kedua pipinya.


"Cih, baru di gituin aja udah GeER" ledek Ara.


Senyum Gala langsung berubah dengan tarikan napas berat, ia rengkuh bahu istrinya yang sudah meletakkan ponsel di atas meja.


"Mana? kak Ala gak bawa apa-apa?" tanya Ara saat ia sadar Gala tak menawarinya apapun.


"Enggak, kan tadi gak jelas minta apa, pusing aku kalo kamu jawab begitu" sahit Gala santai dan jujur.


Plaaak..


Ara memukul paha suaminya cukup keras, terbukti Gala yang kaget langsung meringis sambil mengusap bagian yang sakit.

__ADS_1


"Apa sih!"


"Tadi nawarin, tapi malah gak bawa apapun terus malah nyalahin aku" cetus Ara kesal. Ia yang hendak bangun pun langsung di tarik lagi oleh Gala.


"Kita cari aja ya, sekalian makan siang. Aku akan belikan apapun itu asal jangan suruh aku yang mikir" kata Gala, otaknya tak pernah bisa berinisiatif untuk menebak apa yang di inginkan istrinya, tapi mungkin lebih tepatnya tak ingin mengambil resiko mendapat protes dari wanita halalnya.


"Janji?"


"Iya, Sayang. Aku ada waktu sebentar. Kita bisa keluar tapi mandi dulu sana" titah Gala sambil memencet hidung mancung Ara yang tenggelam di antara dua pipi bulatnya.


Ara yang senang tentu langsung bergegas cepat menuju kamar untuk membersihkan diri, setelah dua puluh menit ia pun kembali dengan dress Biru muda yang melekat di tubuhnya.


"Yuk, Ara udah laper" ajak si anak curut seraya menarik tangan Gala yang tertawa kecil, pasalnya pria itu tahu jika semua makanan yang di atas meja sudah habis tak tersisa padahal itu bermacam-macam olahan masakan.


.


.


Tapi sayang, wanita itu tak tampak sama sekali meski ia dan Gala sudah berada di area parkir.


Mobil melesat dengan kecepatan sedang sebab Ara sambil memilih makanan apa yang akan mereka nikmati siang ini.

__ADS_1


Dan pilihan pun jatuh pada menu seafood.


Gala memesan semua makanan yang menajadi favorit di resto pesanan tersebut.


Adanya kolam ikan di bawah tempat mereka kini duduk membuat Ara lebih fokus pada hewan warna warni tersebut dari pada suaminya.


"Ara, denger aku ngomong gak sih?" protes pria tampan tersebut yang sadar di abaikan.


"Denger, Kakak rapat sama Uncle kan? dan semua berjalan dengan lancar dan sukses" Sahut Ara dengan seulas senyum di ujung bibirnya.


Gala menarik napas dalam-dalam. Ia tahu jika Ara hanya asal menebak meski tebakannya itu memang benar adanya.


"Hem, iya."


Makanan pun tiba, Ara maupun Gala makan dengan sangat lahap sampai semua hampir habis tak tersisa. Ara benar-benar menikmati masa hamilnya dengan suka cita tanpa beban pikiran yang berlebihan kecuali tentang persalinannya nanti. Hari-hari nya begitu bahagia karna di limpahi kasih sayang, perhatian dan juga materi dalam artian ia bisa membeli dan menikmati apapun itu tanpa harus berpikir dua kali.


"Habis ini mau apa?" tanya Gala.


.


.

__ADS_1


.


Ara mau goda goda yang ulekan nya bulet!


__ADS_2