Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Baju bolong.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kabar bahagia tesebut sangat di sambut baik oleh keluarga Rahardian tak terkecuali Reza dan Melisa yang dalam hati terus berdoa untuk di beri umur panjang sampai bisa melihat cicit dari Gala dan Ara.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan Khayangan karna tangisnya pecah saat ia mengelus perut rata sang menantu yang di urusnya sejak bayi itu. Sedangkan Bumi hampir saja tak sadarkan diri saat kata Cucu lolos begitu saja dari mulut putranya.


Kebahagiaan terus saja melimpahi keluarga Rahardian, setiap detik dalam hidup mereka selalu penuh dengan keberkahan yang mampu membuat semua orang iri dan ingin seperti mereka.


"Kamu harus banyak istirahat, jangan terlalu lelah ya. Kamu harus menjaga buah hati kalian" pesan Khayangan.


"Hasil keringet berdua, kalau kata kak Ala sih" seloroh Ara yang mampu membuat seisi kamar tertawa mendengarnya tapi tidak dengan Gala yang menutupi wajahnya yang merah menahan malu dengan apa yang di ucapkan istri kecilnya yang begitu polos setiap berbicara.


"Hasil enak enak sambil guling-guling ya, Ra" timpal Cahaya dalam pelukan suaminya.


"Enggak guling guling, cuma terlentang kalo gak tengkurep aja, Iya kan, kak?"


Astaghfirullah...


.


.


.


Ara yang sudah membersihkan diri akhirnya keluar dari kamar mandi, karna ia berendam lebih lama dari suaminya. Satu stel piyama polkadot merah hitam pun sudah melekat di tubuhnya yang masih langsing dan imut.

__ADS_1


Ara mengedarkan pandangan matanya ke seisi kamar namun sosok pria yang di cintainya tak nampak sama sekali.


"Kak Ala, kemana?" gumam Ara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Ia pun memilih memainkan ponsel dan membalas beberapa pesan untuk mengusir rasa jenuh sendiri dalam kamar.


Lama ia melakukan hal itu sampai punggungnya terasa sedikit pegal.


"Kemana sih! kok gak dateng dateng" sungutnya kesal karna sudah merasa kantuk.


Ara lansung turun dari ranjangnya dan melangkah menuju pintu, benda berwarna putih itupun di buka nya dengan cukup keras.


Tak ada siapapun yang ia temukan di lantai dua, semua ruangan ia datangi tapi Gala tak juga dapat di lihatnya. Sampai ia harus turun ke lantai bawah karna masih merasa sangat penasaran dimana sebenernya sang Baby Koala.


.


"Ara, kamu mau kemana?" tanya Hujan saat melihat istri keponakannya itu di ujung tangga.


"Onty, bikin kaget Ara aja" sahut Ara sambil mengusap dadanya sendiri.


Ara langsung ditarik oleh Hujan menunju ruang tengah, banyak yang ingin wanita itu tanyakan pada Ara saay ini.


"Ara hamil? baru tiga minggu?"


"Iya, kata dokter gitu, kenapa?" Ara balik bertanya

__ADS_1


"Jaga kandunganmu baik baik ya, jangan sampai terjadi sesuatu pada si jabang bayi"


"Iya, Onty. Lagian gak bakal kenapa-kenapa kan masih dalem perut. Gimana cara jaganya" ucap Ara yang membuat Hujan tersenyum lebar.


"Caranya, jaga makan dan kesehatan. Jangan terlalu lelah dan angkat barang yang berat, paham" kata Hujan sambil mengusap pipi mulus nan putih Ara. Ia tahu gadis itu sejak bayi dan sering mengajaknya juga jika sedang menginap di rumah utama


Obrolan keduanya terhenti saat Gala datang dari arah belakang menggagetkan Hujan dan Ara.


"Kamu lagi apa?" tanya Gala.


"Ara cari kakak gak ketemu, akhirnya ngobrol sama onty" sahut Ara yang bangun dan berhambur memeluk suaminya.


"Ya sudah, kalian istirahat ya. Onty ke kamar dulu" pamit Hujan yang di balas anggukan kepala dan ucapan selamat malam.


"Yuk , kamar" ajak Gala sambil meraih bahu Ara.


"Iya, Ara udah ngantuk banget"


"Kok pake piyama sih, gak pake baju bolong?" tanya Gala yang malam ini ingin berwisata ria.


.


.


.

__ADS_1


Buat apa? kan udah jadi bayi....


__ADS_2