Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Permintaan Ara.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek..


Gala membuka pintu kamarnya di rumah utama dengan satu tangan, karna tangan yang lain membawa satu nampan berisi sarapan untuknya dan juga Ara.


Senyum sang istri langsung terlihat olehnya sejak melangkah masuk, Ara masih dengan posisi yang sama sejak ia tinggalkan barusan.


"Anak pinter, gak gerak gerak, kan?"


"Enggak, Ara udah kaya patung nih" cetusnya kesal.


"Biar cepet sembuh, Sayang" ucap Gala sambil merapihkan piring yang yang berisi makanan.


"Sini, Ara makan sendiri aja"


"Gak usah, biar aku suapin. Kamu tahunya tinggal kenyang, minum obat terus tidur nanti bangun makan lagi, gitu aja terus sampe sembuh, Ok"


Ara langsung membulatkan kedua matanya, ia kaget dengan apa yang di ucapkan Gala barusan tentang hidupnya kini sampai sembuh nanti. Apa yang akan terjadi jika kerjanya hanya makan dan tidur karna baru dua minggu saja kedua pipinya berasa lebih bulat membengkak.


"Gak ada yang lain?" tanya Ara.

__ADS_1


"Gak ada, pokoknya kamu harus istirahat total. Guru private mu akan datang dua hari lagi itupun kamu harus belajar dengan posisi seperti ini"


Ara membuang napas kasar, si Mona benar-benar mengubah hidupnya seratus delapan puluh derajat, ia benci hewan itu tapi tidak dengan Gala.


.


.


Jam sebelas siang, Gala sudah selesai mengurus istrinya mulai dari sarapan, obat dan mandi ia lakukan sendiri tanpa bantuin ibu. Ara yang masih sangat canggung terkadang membuat Gala begitu gemas padanya.


"Aku mau ke kantor sebentar, ada yang harus ku urus. Mungkin hanya tiga atau empat jam aku sudah kembali" kata Gala yang kini duduk di tepi ranjang usai memakai kan lipbalm di bibir ranum gadis kecilnya.


"Tapi jangan lupa makan siang dan minum obatnya ya." pesan Gala lagi yang hatinya terus berbunga karna statusnya yang kini menjadi seorang suami.


Gala menciumi seluruh wajah Ara dengan lembut kecuali di bagian bibirnya, hanya sebatas kening dan pipi yang berani Gala sentuh untuk saat ini.


"Aku pergi ya, salim dulu sini" pamitnya sambil terkekeh karna ini pertama kalinya mereka lakukan sebagai suami istri.


Ara yang merona di wajahnya langsung meraih tangan Gala untuk di cium punggung tangannya dengan takzim.


"Hati-hati di jalan, dan... "

__ADS_1


"Dan apa?" tanya Gala dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


"Cepet pulang, Ara pasti bosen gak ada lawan berantem" cetusnya kesal karna akan di tinggalkan , belum pergi saja Ara sudah seperti merasa kesepian mengingat dua minggu terakhir ini ia sangat bergantung pada Gala, pria itu sama sekali tak beranjak dari sisinya. Bahkan hari ini adalah hari pertama pria itu masuk kantor untuk mengurus perusahaan yang lebih dari dua minggu ia limpah kan pada orang-orang kepercayaannya termasuk sekertaris dan asistennya.


"Iya, Ara sayang. Sebelum sore aku sudah pulang. Katakan, kamu mau ku bawakan apa?" tawar Gala yang kini sedang menciumi tangan sang istri yang tadi ia olesi lotion.


"Hem, apa ya?" Ara nampak berpikir sejenak, tapi tak ada satupun yang terlintas di otaknya. Apalagi perutnya sudah sangat kenyang.


"Ya udah, nanti telepon aja ya kalo mau sesuatu"


"Ara mau ini aja deh" ucapnya langsung sampai membuat kedua alis Gala saling bertautan.


"Ara mau apa?"


.


.


.


Ara mau, kalau kakak ketemu si KUYANG pokoknya harus tutup mata sambil baca ayat kursi ya.

__ADS_1


__ADS_2