![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mau rapat, atau Honeymoon?" sindir Jessy pada Gala.
"Sambil menyelam minum air" sahut Ara sambil menjulurkan lidahnya.
Gala langsung micingkan matanya pada sang istri yang tak henti memancing keributan dengan Jessy tak perduli dimana dan ada siapa Ara terus saja menembak serangan tanpa ampunn.
Ara yang sadar dengan diamnya Gala, langsung menutup mulutnya. Ia akan menjadi anak manis kembali seperti biasa sebelum Gala memarahinya nanti.
Perjalan ke luar kota selama kurang lebih empat jam membuat orang yang berada di dalam pesawat sibuk dengan pikiran masing-masing. Tapi Ara justru sudah tidur nyenyak dalam pelukan sang suami yang membuat Jessy enggan menoleh kearah pasangan suami istri tersebut.
Sampai pada burung besi itu sampai di tujuan, Gala masih sibuk membangunkan sang pemilik hati.
"Sayang, ayo bangun. Sudah sampai" bisik Gala di telinga Ara.
Ara yang terlihat sangat mengantuk hanya bergeliat kecil. Tapi tak lama ia pun mengerjapkan matanya.
"Kenapa?" tanyanya polos karna tak tahu apa-apa.
"Udah sampai, mau turun gak?"
"Hem, mau. Jangan tinggalin Ara" jawabnya langsung.
__ADS_1
Ara bangun dan memakai lagi sandal yang senpai ia lepas. Kakinya yang membengkak membuat ia tak nyaman berlama-lama memakai alas kaki jika tidak sedang berjalan.
Gala menuntun isterinya kelar dari pesawat menuju mobil yang sudah menunggu. Gala, Ara dan Air duduk di kursi belakang sedangkan Jeesy di depan bersama seorang supir hotel tempat mereka akan beristirahat selama beberapa hari di kota tersebut.
.
.
"Kalian istirahat, terutama Ara" pesan Air saat mereka sudah berada di hotel dan siap menuju kamar masing-masing yang berbeda.
Ya, Kamar hotel yang di tempati Gala dan Ara memang jauh lebih besar dibanding Air dan Jessya yang tinggal seorang diri.
"Iya, Uncle. Uncle juga ya dan juga kamu Jess" Ucap Gala yang akhirat menoleh pada Jessy yang menatap cukup tajam padanya sedari tadi.
.
.
Ara entah senang atau memang takut kehilangan bahkan tak melepas sama sekali genggaman tangannya tangannya. Wanita hamil itu terus saja memepet pada Gala tanpa memberi celah Jessy sedikitpun dekat dengan Bosnya.
"Besok, aku ada rapat jam tujuh pagi. Kalau kamu gak mau bangun duluan gak apa-apa. Aku bisa mandi dan sarapan bersama dengan Uncle" kata Gala.
"Dengan si Kuyang juga?" selidik Ara dengan tangan melipat di dada yang ukurannya tiga kalo. lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
"Mungkin, aku tak tahu, Sayang"
Gala melihat lihat isi kamar hotelnya yang cukup mewah, jika pekerjaannya sudah selesai tiga hari. Rencananya ia tak akan pulang lebih dulu. Gala akan berwisata dan mengadakan uji nyala yang lebih menantang sebelum ia berpuasa kurang lebih tiga bulan mendatang. Belum kata istrinya, Sambil menyelam minum air..
Ara yang bersandar di sofa terus saja mengelus perutnya, sedangkan waktu sidah hampir tengah malam.Rasa lelah dan kantuk tentu mereka rasakan.
"Ra, Sayang. Ayo tidur" ajak Gala pada istrinya saat Ara menguap.
"Ayo Ara udah ngantuk banget ini" sahutnya sambil bangun ketika Gala mengulurkan tangan.
"Mau bersih bersih dulu gak?"
"Enggak, kakak aja sana. Ara udah capek banget"
"Oh, ya udah. Aku ambil perlengkapan mandi dulu di koper" kata Gala sambil mencium sekilas pipi Ara.
"Perlengkapan mandi di tas Ara, bila di koper"
Gala lalu mengangguk, ia raih tas yang tunjuk Gala dan betap terkejutnya ia saat tahu isi dari wadah tersebut.
.
.
__ADS_1
Wah, ngajak wisata apa ngajak perang?