![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ara yang sudah masuk lebih dulu langsung menemui Uminya di dapur bersih tempat biasa Khayangan melakukan aktifitas paginya. Tak ada siapapun disana membuat si calon mamah muda itu kebingungan apalagi saat Gala tak juga menyusulnya.
"Kok Umi gak ada ya?" gumam Ara sambil mengedarkan pandangan.
Tanpa berpikir lagi, ia pun naik ke lantai atas menuju kamar mertuanya. Ara mengetuk pintu tiga kali dan munculah wanita bergamis coklat susu itu dari dalam.
"Assalamu'alaikum Umi" Sapa Ara sambil meraih lalu mencium punggung tangan wanita bergamis coklat susu itu.
"Waalaikum salam, Nak."
"Umi, Ara pengen donat" pintanya sambil berhambur memeluk ibu angkat yang marangkap menjadi mertuanya.
"Udah Umi bikin, Ala semalam chat Umi buat minta di bikinin donat kentang sekarang tinggal tunggu mengembangnya aja" jelas Khayangan sambil mengusap kepala Ara, gadis kecilnya yang sebentar lagi akan memberi warna baru dalam keluarga mereka.
"Hem, ok. Kita liat yuk."
Khayangan hanya mengangguk sambil tersenyum kecil, keduanya pun langsung turun ke lantai bawah kembali ke dapur bersih.
Langkah keduanya berhenti saat melihat Gala dan Sean di ruang tengah malah sedang bermain PlayStation bersama. Ara yang senang tentu langsung menghampiri.
"Hallo mantan pacar" sapa Ara pada sahabat suaminya.
__ADS_1
"Hallo juga mantan calon istri"
Eh...
"Ngomong sekali lagi!" cetus Gala dengan sorot mata tajam.
"Haha, itu dulu. Marah marah mulu ini pak WoWo" ledek Sean dengan mencibirkan bibirnya.
"Ara nyuruh Sean kesini?" tanya Gala.
"Iya, biar kita makan donat rame rame. Ara lupa bilang sama kak Ala. Maaf" lirih Ara sambil sedikit menundukkan kepala. Ia tahu caranya salah.
"Lain kali jangan begini lagi ya sayang"
Ara meninggalkan Gala dan Sean diruang tengah, ia menghampiri Uminya yang mulai melanjutkan lagi aktifitas membuat donat permintaan Ara. Adonan yang sudah mengembang langsung di bentuk dan di goreng ke minyak panas. Karna Ara tak bisa melakukannya jadi ia hanya duduk manis di meja makan.
"Ara mau buat?"
"Enggak, nanti suka gak bulet. Malah miring miring gitu" kata Ara sambil terkekeh.
Beberapa donat yang sudah matang langsung di tiriskan sebelum diberi gula halus. dua wanita itu sesekali menoleh kearah ruang tamu saat Gala dan Sean berteriak atau juga tertawa bahkan Sean tak jarang mengumpat kesal saat ia di kalahkan oleh sahabatnya, sahabat yang kini resmi menjadi suami dari wanita yang pernah ia cintai meski hanya sesaat. Sean yang baru menumbuhkan rasa cinta harus rela di patah kan saat hatinya tak bisa berlabuh di dermaga yang ia inginkan.
"Udah lama kayanya mereka gak begitu" ucap Khayangan.
__ADS_1
"Hem, semenanjak kami menikah" sahut Ara pelan. Ia pun sadar akan hal itu, apalagi setahun kemarin dunia Gala hanya ada seorang. Jangankan untuk bertemu teman-temannya untuk sekedar memanjakan dirinya sendiri pun Gala enggan.
"Sudah jadi semua, mau siapa yang kasih gula?"
"Ara aja deh, sini" jawabnya sambil meraih piring yang berisi donat.
Ara menaruh satu persatu kue bulat tersebut ke dalam wadah yang berisi gula halus berwarna putih hingga semua merata. Saat semua susah jadi, ia pun membawa beberapa ke ruang tengah.
"Donatnya udah mateng loh"
"Wih, anget anget menis enak nih" sahur Sean yang tak sabaran.
"Udah di gulain?" tanya Gala yang hanya di jawab angguk kan kepala oleh istrinya.
.
.
.
Makanannya pelan-pelan, ini donat masih perawan liat tuh lobangnya imut kan???!
__ADS_1