![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ara kecelakaan, La" ucap Bumi dengan sangat pelan.
"Abi bohong!" teriak Gala tak percaya.
Ia memaksa tubuhnya yang lemas untuk kembali kedalam mobil, perasaannya kacau dan dunia bagai gelap seketika. Bagaimana bisa Anak curutnya mengalami kecelakaan? hal bodoh apa yang di lakukan gadis itu sampai bisa membuat ia terluka.
Berbagai pertanyaan terus berputar di otak Gala sambil terus memutar setir mobilnya, dan tujuannya kini adalah kampung halaman sang calon tunangan.
Entah sudah berapa kali Gala mencoba menghubungi Ara lewat panggilan telepon tapi hasilnya tetap tak ada jawaban, begitu pun dengan nomer Ibu. Tak ada yang bisa memberi kabar pasti tentang kondisi Ara dan itu membuat Gala sangat Frustasi. Perjalanan Gala rasakan begitu lamban padahal ia mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Rasa takut dan khawatir kini menyelimuti hatinya sambil terus berdoa jika Ara tak separah yang ia bayangkan.
Beberapa jam berlalu, Gala kini sudah masuk ke daerah tempat tinggal asli sang calon mertua. Ia yang masih tetap menghubungi Ara akhirnya bisa bernapas lega saat ada suara dari Seberang sana.
"Hallo" Sapa Gala dengan suara masih bergetar hebat.
"Iya, Ini Nak Gala, betul?" tanya si orang tersebut.
"Iya, saya Gala" jawabnya seraya menganggukan kepala.
"Saya ayahnya Ara, Ara mengalami kecelakaan pagi tadi. Kami semua sedang berada di rumah sakit Permata Bunda depan Stadion olahraga" jelas Ayah Ara dengan suara berat, sedangkan Gala masih tetap mendengarkan secara seksama karna ia hanya tahu tempat tinggal kedua orang tua Ara.
__ADS_1
"Baik, pak. Ini mungkin saya akan segera sampai di rumah sakit" jawab Gala setelah paham harus kemana ia saat ini.
Gala yang tak mau mengambil resiko tersasar harus beberapa kali bertanya agar tujuannya jelas. Dan Kini bangunan yang lebih besar dari yang lainnya itupun sudah nampak didepan matanya.
Gala semakin menekan pedal Gas di mobilnya agar kendaraan mewahnya itu cepat sampai.
Selesai memarkirkan si kereta besi, Gala langsung bergegas masuk kedalam rumah sakit. Ia menemui beberapa suster di meja resepsionis.
"Maaf, sus. Saya mau tanya. Pasien wanita korban kecelakaan bernama Ara dimana ya?" tanya Gala dengan sangat terburu-buru.
"Tunggu sebentar ya, Pak. Saya cek dulu"
"Ada di kamar anggrek nomer enam di lantai dua, Pak" jawab si suster dengan senyum ramah, wanita berseragam khas keperawatan itu juga menunjukkan letak lift agar bisa segera sampai di lantai yang di tuju.
"Terimakasih, suster" ucap Gala seraya menanggukkan kepalanya sekali.
Dengan langkah cepat dan tergesa, Gala masuk kedalam kotak besi seorang diri. Tangannya sampai bergetar saat memencet tombol angka dua.
"Ku mohon agar semua baik baik saja, Ra" lirih Gala sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia pun menghapus cairan bening di ujung matanya yang sudah menggenang banyak.
"Aku mencintaimu, bertahanlah"
__ADS_1
Bunyi pintu lift terbuka kembali menyadarkan Gala, tubuh tingginya kini keluar dengan cepat untuk mencari ruang rawat inao Ara.
"Ibu" pekik Gala saat ia melihat seorang wanita yang jelas ia kenal sedang duduk di ruang tunggu.
"Bu, Ara gimana?" tanya Gala setelah mencium pinggung tangan Ibu dan juga Ayah Ara.
"Sedang di periksa lagi oleh dokter, Nak. Doakan saja" kata Ibu masih terisak.
"Kenapa Ara bisa sampai kecelakaan, bagaiamana ceritanya bu? bukankah ia baru saja menelpon Umi?" tanya Gala yang sebenarnya aneh dengan apa yang menimpa gadis kecilnya.
"Ara tertabrak mobil losbak pengangkut sampah, Nak" jawab Ibu.
"Memang dia sedang apa sih, Bu?" tanya Gala lagi dengan penasaran bercampur kesal.
.
.
.
Ara lari karna di kejar MONYET. . .
__ADS_1