![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
Ehem...
Suara deheman yang cukup keras membuat Ara dan Gala menoleh bersama. Ara langsung mendorong dada pria yang begitu dekat dengannya itu agar menjauh.
"Jessy!" gumam pelan Gala saat tahu siapa yang datang tanpa di undang.
"Kalian sedang apa?" tanya wanita berbalut dress hitam setengah paha, dadanya yang besar begitu menonjol sempurna hingga menggoda mata laki-laki normal yang melihatnya.
"Gak ngapa-ngapain" jawab Gala.
"Salah! kita baru mau ngapa-ngapain eh iklan keburu lewat" timpal Ara yang ikut bangun dan Bergelayut manja di lengan Gala.
Jessy yang paham hanya membuang napas kasar, ia begitu benci pada sosok gadis kesayangan pria Incarannya. Jessy yang ingin menjadi Nona muda Rahardian tentu tak akan membiarkan siapa pun menghalangi niat nya itu termasuk Ara yang menjadi pesaing terberatnya selama ini. Jessy tahu betul jika kedua mata Gala hanya tertuju pada Asmara.
"Ada apa? tumben gak bilang mau kesini" tanya Gala yang akhirnya duduk di sofa tempat Ara terbaring di bawahnya tadi.
"Jalan-jalan yuk, aku jenuh di apartemen" ajak Jessy tanpa basa basi, ia tersenyum manis dengan kedua mata penuh harapan.
"Yuk!" sahut Ara yang membuat Gala di sebelahnya menoleh.
"Kita mancing" sambung Ara lagi.
"Mancing apa?" tanya Jessy dengan raut wajah serius.
Mancing EMOSI
__ADS_1
.
.
Perdebatan panjang terus di lakukan Ara dan Jessy sedangkan Gala hanya mendengar kan sambil memijit pelipisnya yang berdenyut. Jessy yang tak kalah keras kepalanya tentu tak mau kalah saat Ara ingin camping di danau.
"Aku mau ke Mall" tegas Jessy yang sudah sangat kesal karna tak mendapat respon apapun dari Gala.
"Ara gak mau!" tolak si gadis cerdik bagai kancil kecil yang nakal.
"Terserah, memang kamu pikir saya akan mengajakmu? MEREPOTKAN!" cetus Jessy, tangannya yang melipat dada membuat Ara sangat jengah. Ingin sekali ia membungkus kepala Gala dengan karung agar matanya tak terus ternoda terlebih Jessy duduk tepat di hadapan mereka.
"Memang Kak Jessy pikir, Kak Gala bakal tega ninggalin adiknya yang imut imut mirip curut ini dirumah sendiri? enggak kan, ya" ucapnya sambil melihat kearah Gala, ia bersikap semanis mungkin agar tak mendapatkan penolakan.
"Sendiri? Hey dirumah ini banyak orang" balas Jessy masih tak mau kalah.
******Stop******!!!
Jessy bangun dari duduknya, tubuh tinggi semampai bak gitar spanyol itu membuat Ara dan Gala mendongak kearahnya.
"Ganti bajumu, biar aku dan Gala menunggu disini" titah Jessy dengan sangat ketus sampai Ara harus menelan salivanya kuat kuat karna hanya Jessy lah yang selama ini yang bersikap tak baik padanya.
"Mau ikut gak? cepat ganti bajumu ke yang lebih sopan!" tegas Gala dengan lirikan tajam kearah Jessy.
Ara hanya mengangguk menuruti perintah Gala kemudian pergi ke kamarnya, sedangkan Jessy langsung pindah duduk di sisi Gala.
__ADS_1
"Tolong jaga sikapmu, terutama di depan Ara"
"Kenapa?" tanya Jessy santai. " Kamu takut dia marah dan menjauh darimu, begitu?" sambungnya lagi.
"Bukan, Ara itu masih kecil. Aku tak mau dia dewasa sebelum waktunya" jawab Gala sambil menyingkirkan tangan Jessy dari lengannya saat Ara datang menghampiri.
"Ara udah cantik, belum?"
"Cantik, cantik banget" sahut Gala yang langsung membuat Jessy mencibir.
Ketiganya yang baru mau pergi harus terhenti saat melihat Sean turun dari motornya.
"Mau kemana?" tanya pria beralis tebal itu setelah membuka helm.
"Keluar sebentar" sahut Gala.
.
.
.
Enak aja lo keluar bawa pacar gue...
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
Baby Koala ku kasian banget ah 😆😆