![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Plaaak...
Satu pukulan mendarat di paha kanan Gala dari Uminya sedangkan Abi justru menampakkan raut wajah kaget dengan mata membulat sempurna.
"Jadi Ara gak cinta sama kamu? gimana sih, kak?" Kata Khayangan yang semakin bingung dengan drama percintaan putra sulungnya itu.
"Eh, bukan gak cinta. Ara itu cuma gak jujur sama Ala. Dia tolak Ara tanpa alasan, kan aneh" jawab Gala meyakinkan orang tuanya.
Khayangan langsung menoleh kearah suaminya yang langsung menggelengkan Kepala saat paham dengan sorot mata sang pujaan hati. Bumi benar benar tak tahu perihal perasaan Gala dan Ara yang di anggapnya murni kasih sayang kakak dan adik.
"Lalu bagaimana? apa kamu gak malu kalau di tolak lagi terlebih nanti di hadapan Abi dan Umi" tanya Khayangan.
"Umi kok ngomongnya gitu, malah do'ain Ala di tolak lagi. Cape tau gak sih, Mi di tolak terus sama Ara karna saking gak kehitungnya" protes Gala.
Astaghfirullah...
Pasangan suami istri yang duduk di sisi kanan dan kiri anaknya itu sampai beristighfar sambil mengelus dada masing-masing. Sebegitu banyak kah sampai Gala tak ingat sudah berapa kali di tolak oleh gadis kecil kesayangan mereka.
Tapi Bumi dan Khayangan juga begitu bangga dengan perasaan Gala yang tak menyerah sama sekali, mungkin benar kata anak itu bahwa cintanya tak berALASAN.
"Kamu bicarakan dulu dengan Ara, kamu pastikan hatinya tanpa memaksa apalagi mengancam untuk menerimamu kali ini. Umi dan Abi tak ingin ada main-main dalam masalah seserius ini, La. Kamu sudah menolak Aish mentah-mentah demi Ara, kami pun sudah memberikan penjelasan padanya." ucap Khayangan.
__ADS_1
"Iya, Umi. Tapi semalem Ala udah ngajakin Ara kawin kok"
Eh....
.
.
.
Gala yang sudah mendapatkan lampu hijau dari orangtuanya tentu bisa bernapas lega. Kini tujuannya hanya si anak curut. Gadis kesayangan Gala yang sudah meruntuhkan hatinya selama ini hanya karna sebuah senyuman saja. Entah sejak kapan cinta itu datang, yang Gala tau nama Asmara Kasih begitu melekat di jiwanya.
"Cantik-cantik sendirian aja, gak laku ya" ejek Gala saat menghampiri Ara di tepi kolam renang belakang rumah.
"Masa? laku kok nanti beberapa menit kemudian"
Ara langsung menoleh dan tertawa. Ucapan Gala terasa menggelitik indera pendengarannya.
"Laku berapa? pasti di kiloin" kekeh Ara.
Gala hanya tersenyum kecil, rasa bahagianya sangat sederhana yaitu melihat Ata tertawa saja susah membuat Gala banyak bersyukur.
"Gimana semalem, Ra?" tanya Gala yang tangannya kini sudah merangkul bahu Ara.
__ADS_1
"Semalem? emang semalem ada apa?" pikir Ara sambil mengingat ingat.
"Ah iya! pasti Kak Gala nanyain tentang pacarannya Ara sama kak Sean, kan?" tambahnya lagi dengan nada senang.
"Bukan, Sayang. Aku nanya tentang ajakanku menikah"
"Menikah, emang kak Gala ngajakin Ara nikah, perasaan enggak deh, kak Gala bukannya ngajakin Ara kawin?" jawab Ara yang ingat dengan ucapan Gala semalam saat ia dan Sean baru saja pulang dari Bazar.
"Iya, kawin, mau gak?"
"Mau... mau... yuk Kawin!" sahut Ara sambil tertawa.
Gala yang mendapat persetujuan dari Ara, langsung menarik tangannya masuk kedalam rumah.
"Eh, kakak mau apa,?"
.
.
.
Kawin, biar cepet di nikahin Abi.
__ADS_1