![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Boleh, Ara bawa monyet?"
"Boleh, Sayang. Anggap aja itu anak angkat" kekeh Gala yang akhirnya mendapat banyak pukulan dari Istrinya.
Keduanya pun tertawa, begitu banyak kejadian tapi insiden monyet ini lah yang benar-benar musibah berujung berkah. Siapa pun tak pernah ada yang menyangka jika patahnya kaki Ara justru membawanya menjadi Nona muda Rahardian Wijaya.
"Udah aku kalungin tuh si monyet pake emas dua puluh empat karat lehernya biar gak lari lari lagi, kan kasian kalo sampe ada korban selanjutnya" kata Gala.
"Tapi emang si Mona itu genit banget, kak" balas Ara, kenangan beberapa waktu lalu seakan berputar lagi di otaknya.
"Bukan Mona yang genit, tapi kamu yang iseng, Ra" ucap Gala sambil memencet hidung Ara yang rasanya tak lagi mancung karna kedua pipi gadis itu semakin bulat.
"Mona ya salah, Kak"
Ara tentu tak terima saat Gala malah membela si Mona, hewan berbulu yang mirip manusia peliharaan bapaknya di kampung. Semua berawal saat Mona sedang fokus mencari kutu rambut, usaha kerasnya selama satu jam itu di hadiahi empat buah pisang, tapi sayang, rasa bahagia Mona berubah menjadi kesal saat Ara tiba-tiba datang kemudian mengambil buah berwarna kuning tersebut. Kemarahan Mona membuat Ara panik lalu berlari kearah jalan dan sebagai karma dari tindakan isengnya itu gadis cantik berusia delapan belas tahun tersebut akhirnya harus rela tertabrak oleh mobil losbak pengangkut sampah satu kampung.
"Lain kali jangan begitu, jangan pernah ambil milik orang lain, ok" pesan Gala, ia tahu jika sikap Ara masih sering kekanak-kanakan.
__ADS_1
"Aku ambil sarapan dulu, kamu diem-diem disini jangan banyak bergerak" tambahnya lagi seraya mencium kening sang istri yang mengangguk paham
.
.
.
Gala turun kelantai bawah langsung menuju ruang makan di rumah utama. Kedatangan di sambut dengan berbagai ekspresi dari semua keluarganya. Tak terkecuali dari Air, kakak Abinya.
"Cie, penganten, laper ya"
"Gak ada yang mau nanya berapa kali?" kekeh Langit ikut menggoda, ia seolah tak sadar jika putranya kelak juga akan merasakan hal yang sama.
"Pertanyaan itu gak berlaku buat Ala" timpal Bumi dengan senyum kecil di ujung bibirnya.
Pria baya putra kedua Rahardian itupun langsung mendapat sorot tatapan tajam dari anak dan juga istrinya. Tawa pun pecah saat itu juga dari yang lainnya.
"Puasa dah yang kuat, stok sabun gih yang banyak" kata Sam yang omongannya tanpa saringan padahal jelas ada putrinya disana meski tak paham.
__ADS_1
"Tapi cek dulu saluran airnya mampet apa enggak"
Reza yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bicara. Tuan besar Rahardian Wijaya itu tentu tak akan betah jika tak ikut serta menggoda.
"Anak si Gala, di buang percuma!" Air yang berucap seperti itu langsung di cubit berkali-kali oleh Hujan, para wanita memang tetap diam karna mereka semua sudah pusing dengan kelakuan para suami yang semakin hari otaknya semakin mesum saja.
"Ada anak gadis loh, kalian ini kok malah godain Ala!" tukas Melisa, jika ia sudah bicara tentu yang lain akan bersikap seolah tak terjadi apapun barusan.
.
.
.
"Gak apa-apa Amma, Alhamdulillah Ala masih ada tempat wisata lain kok"
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Jangan lupa bawa tiker 🤣
__ADS_1
Sedia payung juga takut tiba-tiba hujan dadakan saking gak kuatnya 😆