![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
#KamarPengantin
"Jangan!" cegah Ara saat Gala ingin menurunkan tali penompang si MohMoy yang di lihat Gala sampai tak berkedip.
"Kenapa?"
"Aku ganti baju aja, gak usah mandi" ucap Ara yang begitu malu.
"Nanti di gigit nyamuk, Ra. Mending mandi yuk" ajak Gala lagi yang masih mencoba merayu.
Ara tetap menggelengkan kepala, wajahnya merona karna bagian atas tubuh nya hanya berbalut brA berwarna hitam.
"Ya udah buka dulu gaunnya"
Meski sedikit sulit, Gala tetap berhati-hati melepas baju pengantin yang menjadi saksi betapa cantiknya sang istri hari ini.
"Sampai kapan aku pakai Gips? apa gak bisa di lepas, kak?" tanya Ara yang sebenarnya sudah tak nyaman.
"Tunggu sampai dua puluh minggu ya, aku gak mau ambil resiko apapun jika sudah menyangkut kesehatanmu " tegas Gala.
Ara yang melihat raut wajah Gala berubah menjadi dingin tentu langsung menutup rapat mulutnya. Ia bisa dicubiti habis habisan oleh Ibu jika kini ketahuan sering membantah Gala.
Gaun sudah terlepas semua dari tubuh Ara. Kini saatnya Gala membawa gadis kesayangannya itu menuju kamar mandi dengan cara di gendong Ala Bridal Style. Hati Ara begitu berdebar padahal ia sering di perlakuan seperti ini.
"Ara malu, jangan di liatin terus" ucapnya sambil menyilangkan tangan di dada.
"Aku bisanya cuma liatin, boleh emang megang, hem?" goda Gala dengan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Ya ampun! hilangkanlah kemesuaman dalam otak suami Ara!" tambahnya lagi sambil menekan kening Gala dengan telunjuknya.
Cie... suami, hahahahaa...
.
.
.
Puas menggoda Ara yang baru saja menyebutnya suami, Gala pun membantu si cantik berpipi merah itu untuk membersihkan diri, begitu pun dengannya. Hal pertama bagi mereka setelah halal.
"Jangan pake itu, pake piyama kodok Ara aja" protes Ara saat Gala membawa lingerie berwarna merah muda untuk ia pakaikan.
"Masa malam pertama pake kodok, Ra?"
Gala membuang kasar baju berkain tipis itu ke sembarang arah, dengan perasaan dongkol ia pun mencari piyama berwarna hijau bergambar kodok, hewan kecil yang melompat lompat.
Dengan perasaan tak rela, Gala tetap memakainya di tubuh Ara, padahal sebelumnya ia sudah membayangkan betapa seksinya si anak curut jika memakai lingerie, berbagai warna dan model sudah berjejer rapih dalam lemari tinggal menunggu saat yang tepat kapan ia bisa mengacak acak lembah terdalam milik sang istri.
Tak hanya perkara baju yang di urus oleh Gala karna wajahpun tak luput dari urusannnya.
Pria berstatus kan suami itu begitu cekatan mengoleskan skincare dan lipbalm di bibir mungil Ara sampai terlihat lebih ranum dan harum.
Gala tersenyum simpul, bayangan dulu sering membantu Umi mendandani Ara seakan terlintas lagi.
"Kenapa?" tanya Ara.
"Hem, gak apa-apa, Ara sekarang miliknya kakak jadi gak ada yang boleh nyentuh Ara, Paham!"
__ADS_1
"Kalo di peluk kakak ganteng, boleh?" tanya Ara sedikit menggoda.
"Jangan macem-macem! aku belum bisa kasih hukuman enak buat kamu!" cetus Gala yang seakan tanduknya mulai keluar dari kepala.
Malam semakin larut, Gala meletakan bantal dibawah kaki Ara yang terpasang Gips, cara itu di lakukan agar tak terjadi pembengkakan di area kaki yang patah.
Kini, di bawah selimut yang sama Ara terlelap dalam pelukan Gala tanpa si gadis cantik itu tahu justru sang suami tak bisa memejamkan matanya sama sekali hingga saat matahari pagi menyapa mereka.
"Kakak udah bangun?" tanya Ara.
"Belom tidur!" jawab Gala dengan suara serak karna menahan sesuatu.
"Kenapa? Ara malah belom puas tidurnya"
"Ya udah, ngapain bangun? tidur lagi sini" ajak Gala semakin mengeratkan pelukannya.
"Kakak kenapa? kok napasnya gitu banget"
"Hem, gak apa-apa, cuma lagi gak enak badan aja" sahut Gala dengan mata terpejam namun sambil menciumi pucuk kepala sang istri.
.
.
.
.
Oh.. sini Ara taburin MASAKO biar enak.
__ADS_1