![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Ara yang sudah di duduk kan di sofa Bad tepat di samping Gala tak lepas menebar senyum saat melihat Sean terus menggerutu padanya.
"Kita belum putus, Pacar!" sentak pria beralis tebal itu sampai lagi dan lagi membuat Ara terkekeh.
"Tapi Ara udah minta, Kakak harus mau"
"Gak mau!"
"Harus mau, nih anak curut udah gue halalin. Lonya aja yang gak liat" ejek Gala tanpa ia sadar jika kesalnya Sean memang serius tanpa kepura-puraan.
Keduanya terakhir bertemu di resto beberapa waktu lalu saat Gala mengabari ia telah mendapat restu dari orangtua Ara. Sean yang tahu hal itu tentu langsung merasakan patah hati meski masih ada seulas senyum di wajahnya yang di selingi candaan receh agar Gala tak sadar dengan perubahan sikapnya.
Esok harinya Sean langsung pergi luar negeri dan baru pulang pagi tadi, ia kembali saat hatinya sudah tertata lagi meski tak utuh seperti semula.
"Iya, Ih. Padahal Ara pengen loh pas kemaren nikah salaman sama mantan" ucapnya santai namun begitu menohok untuk Sean.
"Kamu tuh seneng banget sih punya mantan, dek" timpal Ola yang sedari tadi diam menikmati drama tiga orang di depannya kini.
"Padahal pacarannya cuma berapa hari doang" ledek Gala sambil mencubit pelan pipi istri kesayangannya.
"Gak apa-apa, yang penting judulnya punya Mantan. Emangnya kaka, gak punya!" balas Ara seraya mencebikkan bibirnya kearah Baby Koalanya yang tampan berdada lebar.
"Ya udah, kita masih pacaran ya pokonya" Sean berharap dengan nada menggoda.
__ADS_1
"Cih, Lo mau jadi PEMBINOR?" tanya Gala, ia langsung memukul sahabatnya itu dengan bantal Sofa.
"Kalo di izinin mau mau aja gue sih!"
Perbincangan berbalut perdebatan terus mereka layangkan, bahkan kekehan dan gelak tawa Ara begitu menggema ke seisi ruang tengah yang begitu megah namun hangat karna di sanalah biasanya keluarga inti atau besar Rahardian berkumpul bertukar cerita.
.
.
.
Pamitnya Sean dan kembalinya Ola kedalam kamar kini hanya tinggal tersisa si pasangan suami istri yang masih saling menggenggam tangan.
"Untung kak Gala badannya kuat dan gede ya, jadi selalu siap gendong Ara"
"Belum aja Ara rasain kuat yang lainnya juga" jawab Gala yang langsung membuat Ara mengernyitkan dahi.
"Apa tuh? coba bisikin"
"Jangan, nanti Aku sendiri yang bakal sakit kepala"
Ara langsung membuang napas kasar, akhir akhir ini Gala sering memberinya kode yang belum sampai di otaknya. Tak ada pengalaman apapun dengan pria lain membuat Ara sulit menerka terlebih ia selalu menutup matanya jika ada adegan dewasa di drama yang ia tonton karna Uminya tak segan memberinya siraman rohani berjam-jam jika ketahuan nakal.
"Tangan kak Gala sekarang gerayangan mulu di badan Ara, Ara kan geli" ucapnya sambil menepis sentuhan di bagian bahu sampai ke dada depannya.
__ADS_1
"Emang kenapa? kan udah halal"
"Tapinya Ara geli, merinding nih." tolak nya lagi karna belum terbiasa apalagi saat Gala menciumi bagian telinga dan tengkuknya.
"Kak...."
"Hem, apa?" sahut Gala dengan bibir yang sudah mendarat di leher.
"Ponsel Ara kemana?Ara baru inget"
"Ada, nanti kakak ambil dulu" jawab Gala sambil bangun dari duduknya menuju meja kecil yang ada tas diatasnya.
Selama ada Gala bersamanya , Ara memang tak lagi fokus pada ponsel sebab pria itu seolah sudah mengisi rasa sepinya. Tapi kali ini Ara benar-benar baru ingat akan benda itu.
"Nih, kakak mau mandi." ucap Gala sambil menyerahkan si ponsel pada istrinya yang langsung tersenyum simpul.
Ara yang sudah menerimanya pun langsung membuka satu persatu notifikasi di ponselnya. Alisnya bertautan saat ia masuk ke aplikasi chat.
.
.
.
Ini grup apa? @PawangRahardian....
__ADS_1