Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Takut


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ada pertanyaan yang lebih konyol lagi gak?" tanya Gala.


"Nanti, jawab aja dulu yang ini" sahut Ara.


"Isi kepala ku udah penuh sama urusan kantor, Sayang. Jangan di tambahin lagi ya"


"Ya udah, nanti Ara tanya sama kakak Ganteng" ucap Ara dengan santai namun malah membuat suaminya mengeluarkan tanduk.


"Berani?"


"Lah, kan cuma nanya"


Gala membuang napas kasar, seumur hidupnya baru kali ini ia tahu ada seorang perempuan yang bertanya hal hal seperti pada suaminya.


Gala bukan tak bisa menjawab, ia hanya bingung memulai ucapannya itu dari mana.


"Ara gak bisa tidur loh, kalau kamu gak jawab"


"Bagus! kita lembur malam ini" cetus Gala yang kembali membuka celananya.


...Pertarungan pun kembali di mulai.......


Dua hari bercinta terus menerus membuat tubuh Ara bagai remuk, punggungnya begitu sakti terutama panggkal pahanya yang sedikit keram.


Tapi ia tak berani bercerita pada Gala, gadis itu tak ingin sang suami merasa khawatir dengan apa yang ia rasakan saat ini.


"Sayang,"


"Hem..." sahut Ara yang masih di dalam pelukan Gala, tubuh polos tanpa apapun itu saling menempel satu sama lain.

__ADS_1


"Ara laper?" tanya Gala dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sedikit, tapi Ara mau makan disini, boleh?"


"Boleh, hari ini kita pesen makan aja ya. Yuk bersih bersih"


Aktifitas semua di lakukan di dalam kamar, tak sejengkal pun Ara keluar dari tempat itu dengan alasan malas padahal yang ia rasakan adalah nyeri di seluruh tubuhnya.


"Kapan pulang?"


"Hari ini, Kenapa?" Gala balik bertanya.


"Enggak, tadi Umi telepon katanya suruh pulang. Kangen Ara" jawab si anak curut.


"Sama aku bilang kangen gak?"


"Enggak, kayanya Umi tadi gak nanyain kakak" sahut Ara.


"Ya salam, Umi!" pekik Gala kesal.


"Tunggu ya sayang" ucap Gala sambil turun dari ranjang, langkah kakinya kini menuju nakas kecil dekat lemari pendingin di sudut kamar.


"Ola" gumamnya pelan sambil menekan tombol di layar benda pipih miliknya.


"Iya, La"


"Kak, aku mau ke apartemen kakak sekarang, boleh ya. Ola beliin makanan buat Ara" ucap Ola langsung pada inti maksudnya.


"Oh, ok"


Gala tak banyak bertanya lagi, ia menyetujuinya dan langsung mematikan sambungan telepon.

__ADS_1


Ara tak pernah mencari tahu, karna Gala pasti bercerita tanpa menunggunya bertanya.


"Ola mau kesini, katanya mau bawain makanan buat kamu"


"Yeeee, ada kak Ola" Ara begitu senang, karna beberapa hari tak berjumpa dengan gadis itu.


Keduanya pun memilih keluar dari kamar untuk menunggu Ola di ruang tamu, dan tak berselang lama Tuan putri satu-satunya Rahardian itupun datang.


Gala dan Ara sedikit terkejut saat melihat Ola masuk dengan seseorang di belakangnya. Ia adalah Aish, gadis yang kini bercadar dan belum menikah dengan alasan belum mampu melupakan Gala.


"Ola kesini cuma sebentar, karna sekalian lewat. Ola gak tahu kapan kalian pulang makanya sempetin mampir" ucap Ola yang peka dengan keadaan yang berubah tak nyaman.


"Nanti kita pulang kok, Iya kan sayang" sahut Ara yang mengeratkan pelukannya pada sang suami.


"Iya, Umi kangen sama mantunya. Padahal banget" balas Gala seraya menciumi pucuk kepala sang pemilik hati.


Perubahan sikap Ara tentu di sambut baik oleh Gala yang cukup peka. Ia tahu istri kecilnya hanya sedang mempertahankan miliknya sebelum terusik.


"Ya sudah, Ola pamit ya. Ola tunggu kalian dirumah"


"Ya, Hati-hati dijalan" pesan Gala pada adiknya.


Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Aish, bahkan Gala maupun Ara tak berbasa basi pada gadis itu.


"Maafin Ara ya, kak. Mungkin sikap Ara tadi berlebihan" ucap Ara sambil menunduk.


"Gak apa-apa, emang kenapa?


.


.

__ADS_1


.


Ara cuma takut ada perempuan solehah yang selalu menyebut namamu saat ia bersujud di sepertiga malamnya. Dan Ara sangat takut doa Ara kalah dengannya karna Ara sadar diri Ara tak sebaik dia.


__ADS_2