Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Rewel....


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Wah, ngajak wisata apa ngajak perang?" kekeh Gala saat satu persatu semua di ambil dari dalam tas istrinya.


"Merah, kuning, item, putih, biru, ungu, pink. Ya ampun! nginep tiga malem kenap bawa lingerie enam biji gini sih" tawa Gala benar-benar pecah.


Entah apa yang ada di otak si anak curut, bisa bisanya membawa begitu banyak pakaian minim bahan tersebut, Gala pun memasukkan lagi baju dinas sang istri lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ara, sayang. Udah tidur?" bisik Gala saat ia naik ke atas ranjang ikuran king size ditengah kamar.


"Baru mau, kenapa?"


"Gak apa-apa, mau ngajak Uji nyali" sahut Gala dengan mengulum senyumnya. Tangan halus pria itupun mengusap pipi Ara yang bulat bagai bakpao.


"Ara capek"


"Ya udah, Ara diem aja. Kan aku yang kerja keras, Ok"


"Hem" Ara berdehem pelan, ia mengubah posisi baringnya datin tidur miring sampai terlentang.


Gala yang mendapat persetujuan tentu langsung bersemangat, ia yang memang tak memakai baju tentu hanya tinggal membuka drees Ara yang untungnya resleting depan.


Si mohmoy yang bulat dan padat jadi sajian pembuka bagi Gala yang sudah terbakar nap su yang cukup menggebu.

__ADS_1


Ia nikmati daging kenyal itu secara bergantian kiri dan kanan, bahkan jika saking gemasnya Gala tak segan mengigit kerikil kecil di puncaknya yang ia mainkan sesuaka hati.


"Aw, sakit!" pekik Ara sambil memukul bahu suaminya.


"Kirain tidur"


"Mau tidur juga kalo di gigit gitu aku pasti bangun, kak" cetus Ara kesal. Ia lalu mendorong dada Gala sampai bar guling ke samping.


"Apa?"


"Sakit, tahu" rengek Ara sambil mengelus dadanya sendiri.


"Maaf, akunya gemes"


.


.


Lelah bercinTa membuat Ara sedikit sulit di bangunkan, tapi tidak dengan Gala yang sudah memasang Alarm agar tak kesiangan. Ia tak lagi bisa mengandalkan istrinya yang kini butuh waktu istirahat jauh lebih banyak.


"Sayang, aku berangkat ya. Kamu mandi sendiri, Ok. Sarapan sudah ada meja" bisik Gala di telinga kanan istrinya.


Ara menggeliat lalu mengangguk tanpa membuka kedua matanya. Ia benar-benar masih merasakan kantuk.

__ADS_1


"Hati-hati, dan cepat kembali. Nanti jangan lupa bawa pisang rebus ya" pinta Ara. Iya bergumam pelan sampai Gala harus ekstra berpikir.


"Kamu mimpi atau apa sih, Ra?"


"Mimpi" sahutnya cepat.


Gala tertawa, Ara bagai warna dalam hidup Gala. Wanita cantik itu begitu banyak memberinya kebahagiaan lahir bathin yang luar biasa tak bisa ia ungkapan bahkan di tukar dengan semua harta yang ia miliki.


Setelah berpamitan, Gala langsung keluar dari kamar hotel menuju lobby. Disana sudah Air dan Jessy yang menunggunya. Gala berjalan dengan sangat tergesa-gesa karna ia sudah telat lima belas menit dari waktu yang di sepakati olehnya dan juga Air.


"Maaf, Uncle. Ala telat." ucap Gala dengan senyum rasa bersalahnya.


"Tapi istrimu gak apa apa kan?" tanya Air, ia yang sudah kenal Ara sejak bayi tentu sayang dan banyak melimpahi wanita itu perhatian.


"Enggak, Ara gak rewel, kok" sahut Gala.


"Kalo rewel Susuin, La" balas Air sambil melengos lebih dulu.


.


.


.

__ADS_1


Eh, gak kebalik ya?


__ADS_2