![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Enak aja lo keluar bawa pacar gue.!" cetus Sean yang pura pura tak suka, kemudian ia berjalan kearah tiga orang di hadapannya.
"Pacarku yang cantik perginya sama kakak ya" rayu Sean pada Ara, ucapan pria itu benar-benar membuat Ara mual dan ingin muntah.
"Ara mau jagain kak Gala"
"Ngapain juga jagain si galah bambu?" tanya Sean.
"Ih... tar baby Koala nya Ara lecet gimana?" sahut Ara yang langsung memeluk pria yang sampai detik ini masih berstatus kan kakak angkatnya.
Jika saja Gala tak ingat, ia sudah sangat ingin mencium pucuk kepala Ara sebagai tanda cintanya dan rasa gemasnya pada si anak curut kesayangan.
"Tapi kakak kesini mau jemput pacar buat ke resto kakak" ajak Sean.
"Ish, mau ngapain? udah sering banget kesana, males"
Gala tersenyum puas saat mendengar penolakan Ara, ia menjulur kan lidahnya dengan rasa bangga karna gadis yang di panggil pacar oleh sahabatnya itu kini berada dalam pelukannya.
__ADS_1
"Udah deh! kita double date aja kalau gitu" ucap Jessy semakin kesal dengan si penganggu baru dalam rencananya.
Ketiganya diam dan saling pandang. Namun, setelah itu mereka mengangguk setuju dengan ide yang Jessy berikan barusan, padahal wanita tersebut hanya asal bicara demi cepat pergi dan bersenang-senang bersama Gala.
"Ok! Pacar, ayo ikut kakak" Sean yang tanpa aba aba malah langsung menarik tangan Ara, sedangkan Gala yang melihat hal tersebut ikut melakukan hal yang sama.
"Eh... gak bisa! Ara ikut gue di mobil, jangan sering-sering naik motor nanti masuk angin, BAHAYA" cegah Gala.
Drama tarik menarik pun terjadi sampai akhir nya Ara kesal dan berteriak.
"Kita satu mobil!" cetus di gadis remaja tersebut.
"Kak Jessy duduk di belakang sama Ara!" cegahnya saat wanita seksi itu hendak membuka pintu bagian depan.
"Gak bisa dong, kamu tuh kenapa sih!" selak Jessy yang semakin geram.
"Udeh, Lo nurut aja ma pacar gue. Biar gue yang duduk di depan" timpal Sean yang langsung mendapat dua jempol dari Gala yang tertawa kecil kearah sahabatnya itu.
Jadilah kini Ara duduk di kursi belakang bersama Jessy sedangkan Sean menemani Gala di depan.
__ADS_1
Kereta besi itupun mulai bergegas membelah jalan ibu kota menuju salah satu Mall paling besar yang tak lain adalah pusat perbelanjaan milik Rahardian Group yang masih di kelola oleh Air Rameza Rahardian Wijaya, selaku kakak dari Abi Bumi.
Sepanjang perjalanan hanya ada obrolan kecil yang terjadi antara dua pria, sedangkan para wanitanya sibuk bermain ponsel masing-masing jadi tak begitu mendengarkan apa saja yang di perbincangkan, apalagi jarak duduk yang lumayan terbilang cukup jauh.
Sampai di bangunan mewah beberapa lantai tersebut, keempatnya pun langsung turun secara bersamaan. Senyum langsung mengembang di sudut bibir Jessy sebab ia sedang membayangkan akan membeli apapaun sesukanya hari ini yang otomatis Gala lah yang membayarnya seperti yang sudah sudah mereka lakukan jika sedang pergi bersama.
"Mau nonton dulu apa makan dulu?" tanya Sean, sebagai playboy cap centong sayur dia sangat paham yang namanya kencan ala-ala nge Mall.
"Nonton! Ara mau nonton film horor yang lagi trend sekarang" ucap Ara langsung.
"Film apa?" tanya Gala sambil memasukkan kunci mobilnya kedalam saku celana.
.
.
.
Kampung JOGED...
__ADS_1