![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Huft...
Ara menghembuskan napasnya di depan balkon apartemen. Ia yang baru menghabiskan dua mangkok bubur ayam serasa tak mampu lagi untuk bangun, tapi Gala dengan sabar terus mendampingi istrinya yang sulit bergerak cepat padahal usia kandungannya baru menginjak lima bulan. Meski sang buah hati bergerak begitu aktif tak ada yang perlu di khawatir kan karna bayi mereka tumbuh baik dan sehat.
"Ara mau masuk"
Gala kembali menuntun wanitanya masuk, ia sudah cukup lebih baik dari sebelumnya.
Langkah pelan keduanya kini kembali menuju ruang tengah. Gala tak akan beranjak sedikit pun dari sisi Ara jika ibu hamil itu sudah mulai gelisah.
"Mau apa lagi?"
"Bukain Ara apel dong, mulut kok pait" pinta Ara dengan tangan masih saling menggenggam.
"Pait? udah kenyang itu sih makanya jadi pait" kekeh Gala sambil bangun dari duduknya. Gala berjalan menuju dapur lalu membuka lemari pendingin dimana semua buah ada disana. Gala mengambil dua buah apel dan pisau tak lupa juga dua piring, satu untuk wadah buahnya dan satu lagi untuk kulitnya karna ia tahu Ara tak suka apel yang belum di kupas.
__ADS_1
Satu persatu potongan buah berwarna merah itu di makan Ara dengan lahap, sampai hanya tersisa tiga potong lagi Ara pun menggelengkan kepalanya.
"Cukup! Ara kenyang"
Dering suara ponsel mengalihkan mata keduanya ke arah benda pipih milik Gala yang tergelak di atas meja. Gala langsung meraihnya saat melihat sama Sean disana.
"Apa?" sahut Gala saat panggilan terhubung.
"Gue beliin mantan rujak serut, mau gak?" tawar Sean yang kini entah dimana tapi suara di sekitaran begitu bising.
"Tar gue tanya dulu"
"Hallo, Jo. Iya lo bawa sini. Bini gue mau katanya" ucap Gala saat kembali menempelkan ponselnya di telinga.
"Ok, meluncur! Bilang sama Mantan suruh tunggu gue gitu ya" balas Sean sambil tertawa.
"Cari mati lo?!"
__ADS_1
Sambungan telepon yang sudah terputus membuat Gala meletakkan lagi si benda pipih keatas meja. Kini pusat perhatiannya kembali pada Ara. Gala mengusap perut istrinya, ia menunggu si buah hati bergerak seolah menyapa tapi sampai detik ini janin dalam perut Ara nampak santai.
"Bobo ya, kok diem aja? gak mau salto" ucap Gala sambil menciumi perut sang pemilik hati.
"Baik baik ya, ganteng dan cantik. Jangan buat mama sedih, ok" pesan Gala.
"Ganteng dan Cantik? emang kak Ala tahu isinya ada berapa?" tanya Atra dengan polosnya.
"Justru gak tahu, jadi manggilnya ganteng dan cantik."
Gala terus mengusap dengan sangat lembut, tak hanya di sentuh oleh tangan tapi Gala juga berkali-kali menciuminya dengan penuh kasih sayang tapi bercampur rasa gemas. Apalagi saat perut Ara sedikit ada pergerakan, rasa bahagia Gala tak bisa ia ungkapkan. hamilnya sang istri adalah anugerah terindah bagi dirinya. Saat dulu banyak orang mempertanyakan kemana hatinya berlabuh kini ia bisa berbangga diri dengan menunjuk Asmara Kasih lah orangnya.
"Pokonya, kalo cantik harus mirip Ara, dan kalau ganteng harus mirip kak Sam ya, Ok" ucap Ara penuh harap.
.
.
__ADS_1
.
Enak aja, emang sj Tutut naro saham?