Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Uji nyali.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


#SatuTahunKemudian


"Sayang, baju ku mana?" teriak Gala yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas pinggang.


"Tunggu, ini lagi Ara pilihin yang cocok buat Kak Ala"


"Cepetan, aku dingin" balas Gala sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Ini gimana? nantinya dasi sama jasnya yang ini, cakep gak?" tanya Ara sambil memutar tubuhnya lalu memberikan satu stel baju kantor intuk suaminya.


Asmara Kasih, gadis cantik yang kini sudah barangsur membaik itu tersenyum pada pria yang setahun lalu menikahinya. Pernikahan dadakan karna sebuah kecelakaan yang membuat Ara cacat berbulan-bulan dengan hanya mengandalkan kursi roda untuk beraktivitas. Rasa syukur tak pernah lupa ia panjat kan karna di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus terutama pada kedua mertuanya yang tak pernah malu memperkenalkan Ara sebagai menantu meski kondisinya jauh dari kata sempurna. Belum lagi suami yang yang tak pernah sedetikpun mengeluh lelah saat mengurus atau menemaninya hingga sembuh meski belum sepenuhnya. Semua yang terbaik Gala lakukan demi istri tercintanya mulai dari pengobatan hingga terapi.


"Aku pake sarung bolong bolong juga tetep ganteng, Ra. Jadi gak usah sibuk cariin baju" kekeh Gala sambil menangkup wajah si pemilik hati.


"Udah ganteng harus makin ganteng, kan kalo ganteng Ara yang bangga" balasnya tak kalah terkekeh.


Sudah hampir dua bulan ini Ara sedikit demi sedikit melakukan perannya sebagai istri, menyiapkan baju adalah hal rutinnya setiap pagi saat sang suami membersihkan diri. Ia begitu bangga saat melihat suaminya begitu tampan sempurna.


"Ganteng begini sayang banget kalo gak cium" goda Ara sambil menarik tengkuk Gala, peraduan bibir hingga lidah pun mereka lakukan tanpa mau mengalah hingga keduanya tersengal kehabisan napas.


"Nakal" ucap Gala seraya mengusap bibir basah Ara yang ranum dan begitu manis ia rasakan.

__ADS_1


"Biarin, biar kak Ala inget Ara terus"


"Gimana gak inget, orang Ara muterin isi kepala aku terus"


Keduanya tertawa bersama, lalu melanjutkan merapihkan diri sebelum turun ke lantai bawah untuk sarapan karna orang tuanya pasti sedang menunggu.


"Pagi, Umi Abi" sapa pasangan suami istri itu masih dengan tangan saling menggenggam.


"Pagi, sayang" sahut Khayangan.


"Kalian jadi, pindah ke apartemen?" tanya Bumi langsung setelah menyesap teh hangatnya.


"Jadi, Bi. Mungkin nanti sore kami akan kesana lagi untuk melihatnya lebih dulu mana yang harus di rubah lagi" jawab Gala seraya tersenyum kearah Ara.


"Pake kok Umi, cuma gak nginep hanya bersih bersih aja kalau pagi itupun dua hari sekali, iya kan kak?" tanya Ara pada Gala untuk memastikan jika ucapannya itu benar.


"Iya, gak ada siapa-siapa juga nanti."


"Ya sudah, Abi dan Umi hanya bisa mendukung semua keputusan kalian"


"Terimakasih Abi, Umi" sahut Ara dan Gala berbarengan.


Niat untuk pindah ke apartemen sudah mereka bicarakan tiga bulan lalu saat Ara sudah bisa berdiri dan sedikit berjalan pelan. Sulit untuk menyakinkan pasangan baya itu untuk hidup mandiri yang padahal tak terlalu jauh, apalagi Khayangan yang sudah terbiasa memanjakan Ara sejak gadis itu lahir sembilan belas tahun lalu.

__ADS_1


"Aku pamit kerja dulu ya, kamu hati-hati dijalan dan tunggu aku pulang" pesan Gala saat keduanya sudah berada di pintu utama.


"Iya, Ara janji gak aneh-aneh, Ara tunggu kamu sampe pulang nanti, kan kita mau ke apartemen" sahut Ara dengan senyum sumringah.


"Hem, iya Sayang. Aku harap.... "


"Harap apa?" tanya Ara saat bibir Gala masih menempel di telinganya.


.


.


.


Aku harap malam ini gak sekedar wisata, tapi juga bisa uji nyali di lembah milikmu, Sayang.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Mohon bijak dalam berkomentar...


Skip jika kurang berkenan, bukan kah itu lebih simple?


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2