Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Debat persalinan.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ara menatap sendu deretan angka kalender yang berjejer rapih berwarna hitam di atas meja kerja suaminya. Matanya berkaca-kaca saat ia sadar jika dua hari lagi adalah jadwal persalinan yang sudah di tentukan oleh team dokter.


Perutnya yang semakin hari semakin besar membuat ia sulit beraktivitas. Ara tak lebih seperti boneka salju yang menggemaskan.


"Ra.... "


Ara langsung menoleh, ada ibu yang menghampirinya dengan senyum hangat. Sudah satu minggu ini wanita itu menginap di kediaman Bumi untuk menemani putri semata wayangnya tersebut.


"Bu, ada apa?"


"Maaf, berkali-kali ibu mengetuk pintu kamar mu tapi tak ada jawaban. Ibu malah lancang membukanya" ucap Ibu tak enak hati, kadang Titin masih saja menganggap Galau sebagai Tuan mudanya bukan menantunya.


"Ara lagi liatin tanggal. Lusa Ara melahirkan"


"Iya, kamu harus bersiap. Jangan banyak memikirkan hal macam-macam. Kami ada di sini untukmu, Sayang" balas Ibu membesarkan hari anaknya.


"Tetap saja Ara takut. Semewah dan secanggih apapun alat mereka nantinya jika bisa memilih Ara ingin normal, Bu" ujar si cantik yang kini pipinya bak bakpao isi ayam.

__ADS_1


"Apapun proses persalinannya sama saja. Normal atau operasi itu tak jauh beda. Sama sama berjuang dan mempertuhkan nyawa, Nak" jelas Ibu yang lalu menangkup wajah Ara.


"Ara..."


"Sudah, buang pikiran nakalmu itu. Jangan membuat kami cemas dengan tangismu yang tak beralasan. Kamu tidak sendiri, apapun yang terjadi kami ada untukmu"


Ara hanya mengangguk paham, ia berhamburan memeluk Ibu agar perasaannya jauh lebih baik. Ara sangat bersyukur memiliki dua Ibu sekaligus yang teramat menyayanginya sepenuh hati.


.


.


.


Ara yang sudah ada di rumah sakit sejak satu jam lalu terus melakukan pemeriksaan, proses yang teramat sangat melelahkan dan membosankan padahal Ara pikir persalinan jalur operasi akan cepat beres, tapi nyatanya sama saja.


"Siap, Nona? rileks kan pikiran anda, Ok. Fokuskan hanya pada bayi yang akan anda dekap dalam hitungan menit mendatang" ujar salah satu dokter saat Ara akan dipindah ke ruang bersalin.


Ara yang tegang terus di dampingi oleh Gala, pria itu terus membisikkan kalimat kalimat cinta yang akan menguatkan Ara, Gala bahkan menceritakan semua yang ia rasakan sejak pertama kali sadar telah jatuh cinta pada sosok gadis kecil di rumahnya itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu pasti bisa ya. Sebentar lagi bukan hanya ada aku dan kamu. Kita akan sama-sama di dalam rumah tangga yang sangat harmonis dan hangat. Ingat, cintaku tak main main" ujar Gala.


"Iya, Aku tahu. Tapi ini Ara lagi apain?" tanya nya yang malah penasaran dengan yang di lakukan dokter.


"Lagi keluarin anak kita, udah ya kamu diem, Ok"


"Ara takut, Kak Ala gak kemana-mana, kan?" lirih Ara yang memang nampak jelas raut paniknya.


"Enggak, emang kamu pikir Aku mau kemana?" Gala balik bertanya dengan nada kesal, hal romantisnya buyar begitu saja dengan pertanyaan-pertanyaan konyol sang istri yang dalam hitungan menit akan berubah menjadi ibu.


"Ya kali, kak Ala mau ngopi di kantin"


"Nah, iya. Kamu bener, tapi nanti ya. Sekarang boro-boro mikirin kopi. Liat kamu begini aja aku bingung antara mau nangis apa mau ketawa" sahut Gala dengan sangat gemas.


"Terus kak Ala mikirin apa dong?" tanya Ara.


.


.

__ADS_1


.


Mikir kalo mulai hari ini aku akan puasa panjang sampai waktu yang tak bisa di tentukan.


__ADS_2