Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Jodoh orang


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Beberapa bulan berlalu, semua berjalan normal seperti biasa layaknya suami istri. Gala dan Ara tinggal dimana saja. Kadang dirumah orang tuanya dan kadang juga di apartemen.


Salah paham dan keributan kecil pun pernah terjadi tapi keduanya selalu menyelesaikan setiap masalah hari itu juga meski Gala harus menekan egonya mati-matian. Semua hanya demi utuhnya rumah tangga mereka.


"Lusa Ara daftar kuliah, kakak jadi temenin kan?" tanya Ara memastikan lagi, padahal satu minggu ini sudah tak terhitung berapa kali ia bertanya.


"Iya, Sayang. Udah aku urus semuanya. Nanti malam aku pulang sedikit telat. Kamu makan dan mandi duluan ya" pesan Gala saat ia sudah rapih dengan stelan jasnya.


"Mau mandi bareng, Ih" rengeknya manja yang langsung berhambur memeluk suaminya.


"Kan pulangnya malem, Ra"


"Emang kenapa? kan kalo abis Uji nyali juga tengah malem suka mandi gak apa-apa" sahut Ara dengan nada protes. Mandi bersama seolah menjadi ritual wajib bagi keduanya, meski tak sampai melakukan apapun tapi saling menyentuh dalam satu bathup atau di bawah guyuran air shower seakan membuat mereka lebih rileks.


"Yaudah, tapi kalo makan harus duluan ya." pesannya lagi.


"Siap Tuan bos"


Usai merapihkan diri, keduanya keluar dari kamar menuju lantai bawah karna kini mereka berada di kediaman Rahardian. Baru akhir pekan nanti rencana keduanya baru menginap di apartemen.


"Pagi, Umi" sapa pasangan suami istri itu.

__ADS_1


"Pagi, sayang"


"Abi belum pulang?" tanya Gala saat melihat kursi Bumi kosong.


"Belum, mungkin Amma belum begitu membaik. Setelah sarapan Umi mau kerumah utama. Luangkan sedikit waktu kalian juga untuk kesana, Ok" ucap Khayangan lirih, semua anggota keluarga Rahardian di buat kaget dan sedih saat menerima kabar jika Melisa tiba-tiba tak sadarkan diri. Bumi yang yang tahu akan hal itu tentu langsung melesat kerumah utama dan sampai saat ini tak sejengkal pun ia meninggal kan wanita itu.


"Kalau pulang kerja, Ala gak gak bisa. Tapi saat makan siang Ala ibu usahain Umi"


"Ara ikut" timpalnya langsung seperti balita.


"Iya, nanti aku jemput ya" sahut Gala lagi saat ia menoleh dan tersenyum kearah istrinya.


"Ara ikut ke kantor, Boleh? biar nanti kak Ala gak usah kesini lagi, gimana?"


"Ide bagus, Ra" sambung Umi.


Ara langsung mengangguk senang, dan mereka pun melanjutkan sarapan pagi hingga habis dengan pikiran melayang pada keadaan sangat Nyonya besar Rahardian.


.


.


.

__ADS_1


Perjalanan menuju perusahaan sedikit tersendat karna ada perbaikan jalan, Gala sampai sesekali mengumpat kesal karna ada pertemuan pagi hari ini. Ara yang duduk di sampingnya hanya bisa sedikit menengkan sampai akhirnya mereka sampai di bagunan pencakar langit tersebut.


"Selamat pagi Tuan dan Nona" sapa beberapa karyawan saat berpapasan dengan Gala dan Ara.


"Pagi" sahut keduanya singkat jelas dan padat


Cek lek


Gala yang membuka pintu sudah sangat terbiasa dengan kehadiran Jessy di ruangannya. Ara langsung mencebik saat melihat wanita itu duduk di sofa dengan laptop di atas pangkuannya.


"Pagi, Jess"


"Hem, pagi, La" sahut Jessy.


"Ara gak disapa?" protes si anak curut sambil bergelayut manja di lengan sang suami.


"Hai, bocah ingusan!" kata Jessy dengan menekankan nada bicaranya. Tatapan nyalang tak sukanya begitu bisa Ara rasakan.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai juga Tante. Tante kapan kawin, enak loh! emang gak cape nungguin jodoh orang terus?


__ADS_2