![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Jangan suka ngeselin!"
Ara bukannya takut dengan nada bicara sang suami, Ara malah tertawa sampai membuat Gala pun ikut tersenyum. Pria itu semakin mengeratkan pelukan dengan tangan sudah berada di salah satu si MohMoy milik istrinya.
"Diem!" kata Gala saat Ara lagi dan lagi menyingkirkan tangannya. Ini adalah sensasi baru bagi keduanya dengan rasa yang tentunya berbeda. Ara dengan malunya dan Gala dengan penasarannya.
"Tapi geli, jangan di usap usap terus"
"Terus maunya di apain kalo gak di usap?" tanya Gala.
"Aw!"
Plaaak...
Ara menjerit sambil memukul tangan Gala yang sedikit mere mAs si MohMoy, bukan karna sakit tapi ia kaget karna baru Gala yang melakukan hal itu padanya.
"Di usap gak boleh di remas ngejerit, Ara maunya di apain? diliatin aja sini"
"Eh, jangan!" Ara berucap sambil menutupi bagian atas tubuhnya dengan selimut yang masih menutupi tubuh ia dan sang suami.
Gala tertawa, kali ini ia tak bisa menahan rasa gemasnya saat melihat raut wajah Ara yang khawatir. Jika dulu saat di goda Ara akan menantang tapi mulai hari ini sepertinya tidak, karna Gala tak hanya sekedar mengancam tapi justru ia akan benar-benar menyentuh Ara.
__ADS_1
"Ara mau pipis"
"Siap, Anak curut" kekeh Gala sambil bangun dari tidurnya. Ia pun menggendong Ara seperti biasanya.
"Mau mandi gak?"
"Enggak, nanti aja siangan, ini dingin banget" kata Ara sambil mendorong perut Gala untuk keluar.
"Sekarang aja mandinya, ok.. ok.. "
"Gak! kakak puter badannya jangan liatin Ara. Ara malu nih gak keluar keluar pipisnya"
Gala mengulum senyum sambil membalikan tubuhnya. Padahal ia sangat penasaran ingin melihat. Tapi Gala cukup paham dan tak berniat untuk memaksa.
"Udah belum?"
"Dengan sangat senang hati istriku sayang" ucap Gala yang kini sudah menghadap kearah Gala lagi.
Senyum tak lepas dari ujung bibirnya, Sejak semalam ia sudah melihat apem mini milik Ara tapi Gala tak berani menyentuh meski ia sangat ingin.
Setelah merapihkan Ara, Gala kembali menggendongnya menuju sofa, di dudukan nya gadis cantik itu dengan sangat hati-hati jangan sampai merintih kesakitan.
"Ara kapan bisa mulai belajar lagi? , beberapa bulan lagi Ara lulus loh." tanya Ara, ia yang memiliki tingkat kerajinan dan otak cerdas tentu akan merasa gusar.
__ADS_1
"Nanti pas tinggal ke apartemen ya"
"Apartemen?" sahut Ara dengan kening mengernyit, tatapannya bingung pun langsung bisa Gala rasakan.
"Hem, kita tinggal di apartemen sama Ibu, gimana?" tawar putra sulung Bumi dan Khayangan tersebut.
"Kenapa gak dirumah Abi?"
"Sayang, kita kan udah nikah. Aku mau kita mandiri, ok"
"Tapi nanti sepi kalau gak ada Abi sama Umi. Mereka juga cuma berdua, Ara gak mau" tolak nya langsung, ia yang sudah terbiasa bersama orangtua angkat dan kandungnya sejak bayi tentu tak bisa dengan mudahnya menerima ajakan Gala yang menurutnya sangat mendadak, terlebih tak ada pembicaraan seperti ini sebelum mereka menikah kemarin.
"Ada Ola disana, maaf aku tak mengatakan rencana ini padamu"
"Tuh, kan. Ada kak Ola, pasti rame banget. Kalau di apartemen cuma ada Ara sama Ibu doang." gadis itu semakin protes saat nama kembaran suaminya di sebut.
.
.
Terus mau siapa lagi, si Monyet?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Teteh lupa belom ceritain insiden kecelakaan si anak curut ya 🤣🤣🤣
Gegara ini ini nih... 🐒🐒🐒