![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Yuk, kawin!" ajak Gala tiba-tiba tanpa basa basi.
Ara dan Sean yang berdiri berdampingan langsung saling pandang, keduanya bingung dengan yang di katakan Gala barusan.
"Kawin?" ucap Sean.
"Iya, gue mau ajak anak curut gue kawin, Kenapa?" sahut Gala sambil menarik tangan Ara, dipeluknya langsung gadis kecil itu saat masuk kedalam dekapannya.
"Eh, enak aja! gue yang macarin kenapa lo yang ngawinin!" cetus Sean, tak jauh berbeda dengan Gala, pria beralis tebal itupun menarik tangan Ara agar kembali ke posisinya seperti semula.
"Gak bisa! gue yang cinta duluan." balas Gala.
Drama tarik menarik dengan perdebatan tak mau kalah pun terus terjadi antara Gala dan Sean. Dua pria tampan, mapan dan baik itu terus mempertahankan miliknya.
"Gue Pacaranya, WOWO!" teriak Sean.
"Gue kakaknya, BUJO!" sahut Gala yang sama-sama menaikan nada bicaranya.
Ara yang pusing akhirnya menjerit kesal, ia yang sudah mengantuk membuat kepalanya makin pusing.
Aaaaaaaaaaaaa....
"Kalian kalau berantem terus, Ara bacain surat al-fatihah ya biar musnah dan kembali ke alam kalian sana!" ucap Ara sambil berlari meninggalkan Sean dan Gala.
Jangan tanyakan bagaimana dua pria tampan itu kini karna tentu langsung diam menatap punggung Ara yang akhirnya hilang di balik pintu.
"Wey pacar!" teriak Sean.
__ADS_1
Plaaakk..
"MANTAN! calon bini gue tuh" protes Gala yang tak suka jika Ara di panggil pacar oleh sahabatnya itu.
Perdebatan sengit kembali terjadi, bahkan kini kepala Sean ada di ketiak Gala lagi, pria keturunan Rahardian itu tak memberi ampun sama sekali pada Sean meski ia terus menjerit meminta ampun.
"Udah, La. Sakit banget woy!" sentak Sean.
Gala yang teringat akan Ara langsung melepas Sean, sahabatnya itu terbatuk batuk karna lehernya yang sedikit sakit.
"Woy, mau kemana lo?" tanya Gala pada Sean yang naik keatas motornya.
Sorry ya, gue waras jadi ngalah!!!
.
.
.
"Ara mana, Mi?" tanya Gala saat sampai di ruang makan hanya ada Bumi dan Khayangan.
"Iya nih, belum turun, tumben banget loh" sahut Umi nya.
"Biar Ala panggil ya ke kamarnya" izin Gala yang di jawab anggukan kepala oleh kedua orang tuanya.
Gala kembali kearah tangga menuju kamar Ara di lantai dua. Langkahnya terhenti saat di depan pintu berwarna putih.
Tok.. tok.. tok...
__ADS_1
"Ara, sayang" panggil Gala sambil mengetuk pintu.
Tiga menit Gala menunggu, akhirnya Ara menyahut dari dalam kamarnya.
Cek lek..
Gala masuk dengan langkah pelan, raut wajahnya begitu panik dan khawatir saat melihat Ara meringkuk diatas ranjangnya di balik selimut.
"Ra, kenapa?" tanya Gala yang kini sudah duduk di tepi ranjang.
"Sakit banget, kak." lirih si cantik yang kini berubah pucat.
Gala menoleh kearah meja belajar Ara dan meraih cepat kalender kecil di atasnya.
"Tanggal satu" gumam Gala.
Tangan kanannya kini mengusap kening Ara, ia baru ingat jika hari ini jadwal kedatangan tamu Ara tiap bulannya.
"Pegel ya?" tanya Gala yang kini mengusap punggung sampai pinggang Ara.
"Iya, usapin, Kak" pinta Ara manja sedikit merengek.
Gala tersenyum kecil, ia terus mengusap pelan bagian bagian yang menurut Ara begitu sakit sambil terus berbisik menenangkan Ara.
.
.
.
__ADS_1
Haid, sakit kepala, mual, nyeri pinggang dan nyeri perut tolong ya pergi dari Ara. Gadis cantik ini gak kuat nahan semuanya kalau barengan!