Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Gajah, koala, Tutut.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Braak..


Gala menutup pintu mobilnya dengan sangat keras saat kendaraan mewah miliknya sampai di garasi rumah utama. Ia yang kesal tak lagi perduli dengan semua pelayan yang menyambut kedatangannya di depan pintu.


Ia terus melangkah menaiki tangga menuju lantai dua dimana orang yang ia cari kini berada.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu begitu nyaring di dengar sampai membuat orang yang berada di dalamnya membuka dengan cepat.


Cek lek..


"Ala" seru Melisa saat ia melihat pria yang lebih tinggi dari nya itu ada di hadapannya.


"Amma, Amma sehat?"


"Tentu, Sayang. Ada apa?" tanya si wanita baya pada cucu keduanya seraya melepas pelukan.


"Gak ada apa-apa, Appa ada?"

__ADS_1


"Ada di dalam bersama kakakmu,. masuklah" titah Melisa yang di jawab anggukan kepala oleh Gala.


Gala masuk kedalam kamar yang menurutnya tempat paling nyaman karna didalamnya ada dua orang yang selalu memberikan ia pelukan hangat.


"Ala..." seru Reza yang sedang mengobrol sambil memeluk Sam di atas ranjang. Sudah bukan hal yang aneh menurut siapapun yang melihatnya.


"Appa!"


Gala meringsek juga naik ke tempat tidur, jika Sam berada disisi kiri tentu ia kini ada disisi kanan pria baya itu. Reza sekarang di apit oleh dua cucu laki laki kebanggaannya.


"Ayo cerita, ada apa?"


Bukan mengungkapkan isi hati, ia malah melirik kearah kakak sepupunya.


"Ada Aish dirumah!"


"Lalu?" tanya Reza masih santai, ia memang sudah menebak saat Gala datang barusan.


"Abi minta Ala buat nikahin Aish" jawabnya lirih semakin membenamkan kepalanya di sisi tubuh sang Gajah.


Melisa yang duduk di kursi meja rias hanya bisa tersenyum, sungguh pemandangan manis seperti ini jangan sampai di lewatkan karna suaminya bagai induk kucing, apalagi jika Awan juga sudah ikut berkumpul biasanya ia akan terus merengek karna tak kebagian tempat memeluk Reza.

__ADS_1


"Nikahi jika kamu suka, bereskan"


"Justru Ala gak suka, makanya kabur kesini" balas Gala mulai frustasi.


"Kesini itu bukan kabur, tapi numpang makan sama tidur" timpal Sam yang langsung mendapatkan cubitan kecil.


"Hust, adenya lagi galau jangan di ledekin terus"


Gala yang pusing semakin di buat pusing saat mengingat gadis pilihan orang tuanya tadi ada saat Abinya meminta hal konyol tersebut. Tapi ia masih beruntung karna Ara sudah pergi dari ruang tamu, entah penjelasan apa yang harus Gala berikan pada anak curutnya jika merajuk nanti.


Isi otaknya hanya ada Ara, Ara dan Ara. Tak pernah terbersit wanita lain dalam hatinya yang seakan sudah terkunci. Tak peduli segencar apa Jessy merayunya ia tetap fokus pada satu nama apalagi banyak juga Jessy Jessy yang lain yang seringkali siap melempar tubuh mereka secara cuma cuma untuk di nikmati.


"Apa alasanmu menolaknya? bukannya Aish cukup dekat denganmu terlebih dia sahabat Ola dan ayahnya juga sama-sama donatur di ponpes" tanya Melisa yang akhirnya ikut bicara.


"Ala anggep Aish tuh kaya temen aja, Amma. Gak mungkin Ala suka suka dia." jawabnya.


"Apa ada yang lain di hatimu?" timpal Reza langsung ke inti pertanyaan yang langsung membuat Gala mencelos hatinya.


"Appa, Ala.... " lirih pria tampan itu menggantung ucapannya.


.

__ADS_1


.


Bukankah hidup ini mudah? jika rindu datangi, jika tak senang ungkapkan, jika cinta utarakan, jika cemburu tekankan, jika sayang tunjukan. Justru manusianya lah yang mempersulit segala sesuatu hingga segan mengungkap ' aku membutuhkan mu'


__ADS_2