![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kita pulang yuk" ajak Ara saat keduanya justru sudah berada di balik selimut.
"Kerumah Umi"
"Besok, sekarang udah malem" sahut Gala sambil membenarkan posisi baringnya siap memeluk anak curut.
"Tapi pengennya sekarang"
"Gak usah ngeyel, tidur!"
Ara yang kesal karna permintaannya tak di turuti malah tidur dengan cara memunggungi suaminya. Gala yang tahu istrinya merajuk tentu langsung mendekapnya dari belakang. Ia elus perut yang sedikit membencit bagian bawahnya itu dengan sangat lembut sampai Ara akhirnya tidur dengan sangat pulas.
.
.
Sesuai janji, sebelum berangkat ke kantor Gala harus mengantarkan Ara lebih dulu kerumah orangtuanya, ia membuang napas kasar saat melihat jejeran mobil yang tentunya sangat ia kenal.
"Jadi ini yang bikin Ara pengen pulang?"
__ADS_1
"Iya, dirumah Umi rame, kan" jawab Ara sambil terkekeh lalu turun dari mobil mendahului suaminya.
"Assalamu'alaikum, Ara cantik pulang" serunya yang langsung membuat semua orang menoleh.
"Waalaikum salam, Bawel" sahut Cahaya.
Ara langsung memanyunkan bibirnya sambil menggerutu kesal kearah Umi. Dalam pelukan sang ibu mertua, Ara akhirnya mengumpat kesal.
"Hey, ibu hamil gak usah banyak ngedumel gitu" kata Khayangan sambil mengelus kepala menantunya.
Ola dan Senja yang melihat drama adik mereka pun hanya tertawa kecil.
Ya, kediaman Bumi sedang kedatangan keluarga Biantara, entah ada angin apa mereka datang sepagi ini, tapi jika Gala bisa menebak mereka pasti sudah merencanakan sesuatu.
"Hati-hati dijalan ya, kak" sahut Ola dan Senja begitu pun dengan Khayangan. Sedangkan Cahaya hanya melambaikan tangan.
Ara yang bangkit dari duduknya, langsung mengantar sang suami sampai depan pintu. Sambil bergelayut manja wanita hamil pun berpesaan jika Gala tak boleh pulang larut malam.
"Kamu hati-hati dirumah. Jangan naik turun tangga terus ya. Pakai lift aja, ok"
"Iya, Babya Koalanya Ara" jawab Ara sambil tersenyum simpul. Wajahnya begitu cantik sampai Gala rasanya tak ingin pergi ke kantor.
__ADS_1
.
.
.
.
"Ara bawa apa?" tanya Khayangan saat menantunya itu masuk kembali.
"Itu rendeman pepaya. Tadinya mau Ara bikin manisan tapi kok ragu takut gak enak" jawabnya sambil menarik kursi meja makan.
"Bukan ragu gak enak, tapi males bikin dan suruh Umi yang lanjutin, iya kan?" timpal Cahaya sambil tertawa.
"Onty, bisa gak sekali aja gitu ngomongnya gak bener. Ara curiga kalo Onty ini bukan manusia" kata Ara dengan wajah yang sangat serius.
"Apa dong?"
"Cenayang!" jawab Ara polos namun langsung kena ke ulu ati sang Nyonya besar Biantara.
Semua orang yang ada di meja makan kecil tentu langsung tertawa, Ara bertemu Cahaya tentu bagai tikus dan kucing yang jarang akur. Ada saja yang membuat kedua wanita itu saling menimpali padahal bahan perdebatannya pun tak terlalu penting.
__ADS_1
Khayangan hanya sesekali tertawa dengan tangan tetap fokus pada apa yang sedang ia kerjakan. Apapun ia lakukan demi Ara senang dan kenyang. Dalam rahim wanita itu ada keturunannya yang harus serta ia jaga bersama. Khayangan tentu sangat iri saat tahu anak kesayangannya itu bisa cepat hamil tak seperti dirinya yang harus bertahan lebih dari empat tahun. Tapi penantiannya seolah di bayar lunas saat Galaksy ArMikha Rahardian Wijaya dan Aurora ArMikha Rahardian Wijaya lahir dengan sehat dan selamat.
Jika aku boleh memohon, tolong hadirkan banyak bayi dirumah ini...