![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
#Rumah.
Selepas Pamitnya Sean, Bumi dan Khayangan masih berada di ruang tamu bersama putri mereka. Belum ada kabar apapun dari Gala tentang kedatangan Ara ke kantornya. Entah akan ada kehebohan apa di ruangan tersebut nantinya jika tiga orang itu sudah berkumpul karna yang sudah-sudah biasanya akan ada keribuatan yang terjadi antara Sean dan Gala. Dua sahabat yang memiliki sifat bertolak belakang namun saling memahami termasuk perihal wanita yang tanpa mereka sadar sedang di perjuangkan.
"Perasaan Umi gak enak, moga mereka gak ribut" ucap Khayangan yang nampak sangat khawatir.
"Ara pacaran sama Sean? kok sama Kak Gala juga, sih? Ola gak paham" sambung si cantik kesayangan Nyonya besar Rahardian.
"Entah, Abi aja bingung. Awalnya gimana bisa sampe begitu. Biar mereka selesaikan" timpal Bumi yang menyandarkan kepalanya di bahu sangat istri.
"Semoga tak ada cinta segitiga diantara mereka. Kita tahu Seserius apa Gala pada Ara, dan kita juga tahu sebaik apa Sean selama ini."
Harapan Khayangan tentu lansung di Aamiinkan anak dan suaminya. Sean bukan hanya sekedar sahabat bagi Gala tapi juga sudah dianggap bagian dari keluarga. Mengenal Sean buka baru setahun dua tahun jadi tak salah jika Bumi dan Khayangan menganggap Sean seperti putra mereka juga
.
.
__ADS_1
*****
KUA...
Sean yang tertawa, akhirnya melepas tangan Ara. ia menangkup wajah cantik pacarnya itu dengan senyum yang ia paksakan.
"Nanti kakak beliin aja ya ponsel barunya, sampai ketemu di KUA"
Ara tak menjawab, ia menatap lekat punggung Sean yang menghilang di balik pintu ruangan.
"Ngapain ke KUA?" pertanyaan itu Ara lontarkan pada Gala yang nampak sudah biasa.
"Nikah, Aku akan menikahimu secepatnya" tegas Gala dengan nada serius.
Gala bangun dari duduknya, menarik tubuh Ara untuk masuk kedalam dekapannya. Harum tubuh Ara begitu menenangkan dirinya yang memiliki emosi naik turun. Gala memang bukan sosok tempramental, justru ia akan memilih diam jika tak suka atau pergi menghindar sejauh yang ia inginkan.
"Niat baik harus di segerakan, Ra"
"Tapi Ara masih kecil, kak"
__ADS_1
"Kecil apanya? perasaan udah gede semua deh" goda Gala yang langsung mendapatkan cubitan kecil di bagian perut.
Bohong rasanya jika Ara tak senang, Gala memang serius mencintainya dan Ara tahu hal itu. Tapi jika harus menikah, tentu rencana seperti ini belum masuk kedalam otaknya yang hanya memikirkan bagaimana caranya ia lulus sekolah dengan nilai terbaik seperti biasa. Lagi dan lagi ia ingin membanggakan ke empat orangtunya.
Ayah dan ibu kandungnya, serta Abi dan Umi yang selama ini sudah banyak memberikan fasilitas pendidikan padanya dan Ara tau semua itu tentu tak murah.
"Hanya tinggal beberapa bulan lagi, kan?"
"Hem, tapi apa kak Gala gak mau liat Ara kuliah?" tanya Ara dengan polosnya.
"Kuliah saat nikah kan di bolehin, terus salahnya dimana?"
"Kalau Ara hamil gimana?"
"Emang Ara tahu, caranya dibikin hamil?" goda Gala, padahal perbincangan mereka cukup santai tapi entah kenapa Gala sering kali terpancing.
"Tahulah, Ara kan pinter"
"Masa? kakak aja gak tahu. Ajarin dong"
__ADS_1
Ara mengurai pelukannya dan berlari dengan cepat keluar dari ruangan Gala, pria itu tertawa melihat kepanikan Gadis kecilnya.
"Cih, katanya tahu, pas minta di ajarin malah kabur. Belom aja dia kenalan sama si Pepaya Gantung."