![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ara tak pernah menggoda Gala, Bu"
Pria tinggi yang mempunyai dada lebar itupun masuk setelah beberapa menit berada di ambang pintu mendengar semua yang dibicarakan Ara dan Ibunya.Tentu dua wanita itupun dengan cepat menoleh.
"Kak Gala" gumam Ara. Ia bangun sambil mengusap air matanya.
"Tuan Muda" Ibu yang sadar jika Gala berjalan semakin dekat pun akhirnya berdiri di tepi ranjang putrinya.
"Panggil Gala, Bu. Lihat Gala sebagai pria yang mencintai anak ibu, bukan sebagai anak majikan Ibu yaitu Abi dan Umi" pintanya sambil meraih tangah wanita yang sudah melahirkan sang pujaan hati ke dunia dengan penuh perjuangan.
"Tapi, Tuan"
Gala menggelengkan kan kepala, semenjak kejadian tahun lalu saat ibu memergokinya hendak mencium Ara, hubungan keduanya memang tak sedekat dulu, seakan ada jarak diantara mereka. Gala dengan rasa tak enak hatinya sedangkan ibu dengan rasa kecewanya. Gala tentu paham apa yang membuat Ibu akhirnya banyak memberi peringatan pada Ara, maka itu ia justru semakin gencar mendekati Ara dan tetap mencintainya. Tak perduli jari tangannya tangannya tak mampu menghitung jumlah penolakan yang Ara berikan padanya.
"Kami saling mencintai, bukanlah begitu, Ra?" tanya Gala sambil melirik kearah Ara yang terunduk sembari terisak kecil.
"Ibu tahu, tapi ibu tak bisa"
__ADS_1
"Kenapa?Apa ada yang salah dengan hubungan kami? aku mencintai putrimu dengan tulus" tegas Gala masih merayu dan mencoba tak terpancing emosinya.
"Kalian berbeda, Tuan muda terlalu jauh untuk Ara gapai apalagi untuk dimiliki agar sejajar. Jika kalian bersama pasti akan banyak yang ibu dan Ara dengar dari orang lain yang tak paham" ungkap Ibu membeberkan kekhawatirannya.
Cukup, cukup ia yang dulu di hina karna mencintai anak sang kepala desa.
"Tak akan ada yang berani menghina Ara, Bu."
"Semua orang tahu siapa Ara, ia hanya anak pembantu yang disayangi orangtuamu. Jika ibu tak bertemu dengan Tuan dan Nyonya besar pasti semua ini tak akan terjadi"
Ara yang sedari tadi diam akhirnya bangun dan mendekat kearah ibu dan Gala. Entah ada kekuatan dari mana gadis yang biasanya menurut kini sedikit membangkang sampai ibu menautkan kedua alisnya.
"Ra.... " Ibu yang kaget berubah terharu saat melihat putri kecilnya memohon sambil menangkup kan tangan di depan dadanya sendiri.
Rengekan manja namun seriusnya itu membuat Gala langsung memeluknya sampai akhirnya tangis Ara pun pecah dalam dekapan pria yang di cintai nya dalam diam itu.
"Udah, Sayang. Aku mohon jangan nangis" lirih Gala yang tak pernah bisa melihat Ara menitikan air mata.
"Tapi ibu.. ibu... " jawabnya terbata di sela isak tangisnya.
__ADS_1
"Ibu merestui kalian!"
Gala dan Ara tentu tersentak kaget, keduannya tak percaya jika ibu akan semudah ini luluh, padahal biasanya wanita baya itu akan marah jika Ara terus memaksa.
"Ibu yakin?" tanya Gala dan Ara berbarengan.
"Ya, kali ini ibu bisa apa? cinta kalian terlalu tulus untuk ibu abaikan. Berbahagialah"
Kini bukan lagi Ara yang menangis sesegukan karna Gala pun akhirnya menitikan air matanya juga. Ia begitu tak percaya dan seakan semuanya mimpi.
Ara yang kini berpindah pelukan terus di hapus cairan beningnya oleh Ibu, kedua wanita itu saling melempar senyum leganya.
"Jaga Ara untuk ibu, Nak"
.
.
Aku takkan berjanji untuk tak pergi, tapi aku berjanji untuk selalu ada. Aku takan mengatakan aku sangat mencintainya, tapi kupastikan aku tak akan menyakiti hatinya.
__ADS_1
Ara tak akan merasa kehilangan, karna aku akan menjaga nya sebagai mana mestinya dan ia pun tak akan pernah merasakan rindu karna aku akan mengabarinya setiap waktu...