Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Tiga alasan!


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gala yang mendapat pesan dari sang istri hanya mengangguk sambil tersenyum, ia usap kepala Ara dengan pelan dan lembut.


"Aku pergi ya" pamit Gala lagi.


Pria tampan, mapan dan sukses sebagai pengusaha itu bangun dari duduknya, ia bergegas keluar dari kamar menuju lantai bawah pintu utama. Tak ada siapapun disana karna sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing termasuk orang tuanya satu jam lalu. Rumah utama yang kemarin menjadi saksi pernikahannya kini sudah kembali seperti semula, teduh dan hangat bisa di rasakan siapapun yang masuk kedalamnya.


Braaak...


Pintu mobil di tutup Gala dengan cukup keras, ia lajukan si kereta besi mewahnya itu dengan kecepatan sedang karna jalan sudan mulai ramai lancar di awal jam makan siang.


"Selamat Siang, Tuan" ucap security yang ada di pintu utama kantor cabang Rahadian Group.


"Siang, pak" jawab Gala sopan, terlebih pria itu jauh lebih tua darinya.


Tak hanya bagian keamanan yang menyapa, tapi bagian resepsionis dan juga karyawan lain yang tak sengaja berpapasan dengannya. Bagi para karyawati perusahaan kedatangan Gala setelah dua minggu tak terlihat batang hidungnya bagai angin segar, Gala ArMikha Rahardian Wijaya selalu jadi incaran bawahannya sendiri sejak resmi menjabat sebagai Direktur Utama.


"Selama Siang, Tuan. Nona Jessy sudah sejak lima belas menit lalu menunggu di ruangan anda" ucap Cici saat Gala berjalan di depannya.


"Biarkan saja"


Sudah jadi rahasia umum, jika wanita yang dulu adalah teman satu kuliah Gala sangat intens mendekati bos mereka, bahkan Jessy tak pernah malu bergelayut manja di lengan Gala.

__ADS_1


Cek lek...


Gala membuka pintu ruangannya dengan sedikit keras, ia berhenti satu detik saat melihat Jessy sedang duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.


"Sayang, kamu baru sampai? aku kesal menunggumu terlalu lama" ucap Jessy sambil bangun dari duduknya, wanita itu langsung memeluk Gala yang kini statusnya sebagai suami si bocah ingusan.


"Jangan terlalu berlebihan, jaga sikapmu Jess" Gala mencoba melepas pelukan Jessy, tapi hasilnya wanita itu malah semakin menenggelamkan kepalanya di dada bidang Gala yang lebar dan nyaman.


"Kenapa? aku merindukanmu"


"Tak baik merindukan pria beristri, Jess" ucap Gala lagi masih mencoba untuk santai, Jeesy bukan tipe wanita yang bisa di kasari, karna ia akan berbuat nekat jika sudah kesal.


"Istrimu dirumah, dan ini kantor. Jika disini kamu adalah milikku, Sayang"


"Bacakan agenda harianku hari ini, waktu ku tak banyak karna aku akan pulang jam tiga sore nanti" tegas Gala saat ia sudah duduk di kursi kebesarannya.


Jessy akhirnya menurut, ia berdiri di depan Gala dengan Tab di tangannya. Satu persatu semua ia bacakan dengan sangat rinci dan detail tapi tak berselang lama suara sering ponsel Gala berbunyi di saku jasnya.


"Hallo, sayang" sapa Gala saat ia tahu sang istri lah yang menelepon.


"Sudah baca ayat kursinya?" tanya Ara.


"Udah, Sayang" jawab Gala sambil tersenyum, jika saja Ara bertanya langsung sudah bisa di pastikan jika gadis itu tak akan di beri ampun karna saking gemasnya.

__ADS_1


"Ya udah, kalo bisa di sembur juga ya sama kopi pait"


Gala menahan tawanya sambil menggeleng kan kepala, ia letakkan si benda pipih itu kembali kedalam saku jas.


"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"


"Apa?" sahut Gala dengan nada malas.


"Kenapa saat aku telepon justru kamu lama sekali mengangkatnya begitu pun jika aku mengirim pesan padamu?." tanya Jessy.


.


.


.


Ada tiga alasan kenapa aku sering mengabaikan mu...


Pertama, kamu tuh gak penting.


Kedua, coba inget hal yang pertama.


Ketiga, wajib balik lagi ke hal yang pertama.

__ADS_1


Paham?!!!


__ADS_2