Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Harapan Ara


__ADS_3

"Selain Gajah dan Buaya, Masih ada anak curut, tutut sawah sama baby Koala yang sukanya nemplok dada." kata Ara sambil terkekeh.


Gala tiba tiba dateng dan duduk di sebelah ia istrinya, satu kecupan lembut pun mendarat sempurna di pipi Ara yang gembil.


"Kurang, Sayang. Masih ada Phyton loh. Belum lagi kebun sayurnya" sambung Gala dengan senyum kecil di ujung bibir.


"Apa tuh?" tanya Ara dan si pria tadi berbarengan.


"Timun jumbo sama anak bawang"


Tawa Gala pun pecah, mata teduhnya sampai menyipit. Tapi tidak dengan Ara yang mencibir kesal sedang pria kaca mata langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal.


.


.


Drama konyol di ruang tunggu pun berakhir saat Gala dan Ara berpamitan pulang ke hotel. Ada Air dan Jessy yang melanjutkan rapat karna uncle nya itu di telepon oleh kembarannya untuk meminta Gala pulang ke ibu kota.


"Umi parah sakitnya?" tanya Ara saat ia sudah menyiapkan semua barang yang harus di bawa pulang kembali.

__ADS_1


"Entah, kaya gak tahu Umi aja kalau sakit itu suka tidur terus bikin khawatir dan panik"


Ara tak lagi bertanya, ia menerima uluran tangan suaminya untuk keluar dari kamar hotel sore itu juga.


Perjalanan pun mereka tempuh hanya berdua, Ara terus menempel pada Gala sampai keduanya sampai di ibu kota.


Kediaman yang biasanya ramai jika sedang berkumpul, kini terasa begitu lengang, Gala pun langsung menuntun istrinya naik ke lantai dua menggunakan lift.


Ketukan pintu di kamar utama akhirnya mendapat jawaban, pasangan suami istri itu pun masik dan bergegas mendekat kearah ranjang.


"Umi, umi kenapa?" Gala yang begitu cemas terus menggenggam tangan wanita hebatnya itu.


"Umi gak apa-apa, kamu kalian kenapa pulang?. kata Ara mau satu minggu" tanya Umi sedikit heran.


"Abi tuh kebiasan!"


Gala dan Ara hanya bisa saling pandang. Karna orang-tua mereka kini sedang berdebat. Khayangan kesal saat tahu suaminya lah yang meminta anaknya itu pulang, padahal ia ikut bahagia saat Ara bercerita mereka akan tinggal di luar kota untuk berlibur.


"Gak apa-apa, Umi. Kesehatan Umi itu paling penting dari semuanya, apalagi hanya untuk sekedar pekerjaan" ucap Gala meyakinkan Khayangan.

__ADS_1


.


.


Ara yang lelah akhirnya meminta izin lebih dulu ke kamarnya untuk beristirahat, perutnya yang besar membuat ia tak kuat berlama-lama duduk atau berdiri. Semua harus di selang seling agar punggung dan pinggangnya tak terasa sakit.


Ara masuk ke kamar mandi, ia bersihkan dirinya di bawah guyuran air shower hangat dari ujung kepala hingga kaki. Jika ada Gala, sudah bisa di pastikan pria itu akan menghujam nya dari arah belakang.


Cek lek


Ara keluar dengan hanya memakai kimono handuk, ia tak membungkus rambut basahnya justru membiarkan terurai begitu saja.


Wanita berperut besar itu pun memilih duduk di sofa sebelum ia memakai baju. Ara mengelus perutnya yang sedari tadi ada pergerakan.


Entah apa yang di lakukan buah hatinya di dalam sana sampai sering membuat Ara kaget dan tertawa geli.


.


.

__ADS_1


.


Hai.. apa kabar sayang, pasti baik baik dong? Baiklah, buktinya dari tadi salto terus, kan! boleh Amih minta sesuatu? jika kamu seorang anak laki-laki , Amih harap kamu seperti Apih ya. Yang taat pada ibu dan monomer satukan ibu. Karna memang derajat ibulah yang paling tinggi.


__ADS_2