![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Nanya atuh Sayang, kan kaitannya ada didepan nih. Lupa ya?" kata Ara sambil. tertawa.
"Kok pindah? kamu ganti Bra?" tanya Gala dengan raut wajah bingungnya.
"Enggak, kan tadi juga ini. Kamu lupa. Makanya jangan gugurusakan gitu"
"Masa sih? perasaan aku ngaitin di belakang deh"
"Depan, Sayang. Atau kamu ngaitin punya yang lain? iya!" kata Ara dengan menaikan satu nada bicaranya.
"Enak aja, gigit juga nih bibirnya" cetus Gala tak kalah kesal.
"Mau lanjut gak?" tawar pria itu lagi.
"Enggak, Ah. Ara ngantuk"
Gala membuang napas kasar, jika tak ingat janjinya pada ibu dan Umi sudah bisa di pastikan ia akan memaksa Ara. Tapi dua wanita itu sudah mewanti wantinya untuk tidak menyentuh Ara jika gadis itu menolak. Semua harus di lakukan atas dasar suka sama suka karna memang sudah halal dan mencari pahala tak disarankan melalui jalur pemaksaan, itulah yang di tekankan Khayangan. Sebagai seorang wanita dan ibu ia pasti paham posisi Ara, terlebih gadis itu masih sangat muda. Hanya otak nya yang cerdas tapi sikapnya masih sangat kekanakan terlebih Ara tak pernah bersentuhan dengan lawan jenis sebelumnya.
"Yakin gak mau di terusin, itu kancing udah di buka semua, tinggal kaitannya aja loh, Ra" tawar Gala memastikan, ia berharap Ara mau berubah pikiran karna Gala merasa jika Ara pun sangat menikmati sentuhannya barusan.
"Enggak, Ara cape. Besok ada bu guru juga kesini nanti otak Ara kebayang ciuman kak Gala terus, gimana?" ucapnya polos tapi mampu membuat Gala tersentak.
"Ah, iya. Besok Ara mulai belajar lagi. Ara harus fokus sama pelajaran, jangan inget inget bibir aku ya pas lagi ngisi jawaban, Ok sayang" kata Gala menahan tawa.
Tangan yang tadi merayap kini membenahi lagi baju piyama Ara, ia pasangkan semua kancing yang sudah di lepas dari lubangnya. Setelah rapih keduanya pun mulai bersiap mengarungi mimpi hingga pagi menjelang.
.
__ADS_1
.
.
Esok hari, Khayangan yang sudah keluar dari kamarnya bergegas menuju kamar Aurora. Gadis itu sudah meminta untuk di bangunkan karna ingin membuat sarapannya sendiri.
Pintu yang di buka oleh sang Tuan putri membuat keduanya cepat turun ke lantai bawah menuju dapur.
"Ola bakar sendiri ya, Umi mau?" tawar Ola, putri kedua pasangan Bumi dan Khayangan kesayangan Nyonya besar Rahardian.
"Enggak, sayang. Buatkan saja untuk kakak dan kakak Ipar mu" titah Khayangan.
Ola tertawa kecil, ia yang sedari dulu sangat memanjakan Ara siapa sangka kini harus memanggil adiknya itu dengan sebutan kakak.
"Kenapa?" tanya Uminya saat melihat si cantik tersenyum simpul.
"Nanti juga terbiasa, Onty Hujan aja harus Umi panggil kakak meski Umi lebih tua." kata Khayangan memberi penjelasan yang di balas anggukan kepala oleh putrinya.
Keduanya melanjutkan membuat sarapan sambil menunggu si pengantin baru turun dari kamar mereka.
.
.
"Sayang, bangun" bisik Ara yang harus membiasakan diri dengan memanggil sayang sesuai keinginan suaminya semalam.
"Hem..." sahut Gala tanpa membuka mata.
"Udah siang, cepetan bangun"
__ADS_1
"Bangunin" jawab Gala lagi yang malah mengeratkan pelukan.
"Ini juga lagi di bangunin, kak" oceh Ara.
"Ini yang di bangunin, Sayang" Gala meraih tangan istrinya untuk di letakkan di si pepaya gantung.
"Ini apa? kok gini?" tanya Ara mulai menerka dengan polosnya sampai Gala tak kuat menahan tawa.
"Punyaku, sayang. Baru liat doang kan kemaren belum sempet pegang" kekeh Gala.
"Kemaren gak begini perasan, kaya keras gitu di liatnya kok ini kaya adonan cilok sih?" kata Ara, wajahnya jelas terlihat sedang berpikir.
"Ya Ampun! Alat keperjakaan gue di samain Sama adonan cilok" decak Gala kesal bercampur gemas.
"Rasain dulu, Lama-lama juga..... " belum Gala meneruskan ucapannya Ara malah berteriak histeris.
.
.
.
Eh....tunggu! kok jadi keras ya? kok berasa gede sih di tangan Ara ? loh kok mengembang juga? jadi panjang gini sih, Kak???!!!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Gak di iyup2 kalo ini sih, cukup di bejek bejek 🤣🤣
Au ah.. Gaje banget dah gue nyeritain si koala 😞
__ADS_1