Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Lebih besar.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari berganti, kini usia kandungan Ara sudah masuk empat bulan. Dan esok adalah hari dimana acara syukuran itu berlangsung. Bumi dan Khayangan sudah sangat sibuk mempersiapkan segalanya. Mulai dari acara pengajian yang disusul juga resepsi pernikahan yang belum mereka laksanakan. Bahkan sampai saat ini status pernikahan mereka saja masih nikah siri karna Ara yang belum cukup saat itu.


"Kamu jangan terlalu capek, diem aja" pesan Biru yang sejam lalu datang kerumah Onty dan Uncle nya itu.


"Ara diem aja malah pegel. Mana perutnya udah nyut nyutan" sahut Ara yang mengelus perutnya sediri.


"Besok tuh sibuk, kamu harus siapin diri sendiri. Istirahat sana"


"Enggak ah" tolak Ara seraya menggelengkan kepalanya.


Di ruang tengah, ia hanya memperhatikan semua orang yang lalu lalang. Termasuk suaminya yang ikut berdiskusi dengan banyak orang secara bergantian. Ibu yang datang menghampiri pun langsung memberikan jus apel untuk putri semata wayangnya itu. Selama hamil, bukan Ara yang datang berkunjung ke kampung tapi Ibu yang datang menjenguk Ara karna ia tak ingin anak perempuannya itu kelelahan. Apalagi dokter selalu mewanti-wanti jika Ara tak boleh terlalu stress.


"Habiskan, Nak"


"Kenyang, Bu. Umi abis kasih kue buat Ara" sahut Ara sambil menunjuk satu piring di atas meja.


"Beruntunglah kamu memiliki mertua dan keluarga yang baik. Ibu tenang meninggal kanmu disini, Ra" ucap Ibu sambil mengelus kepala Ara.

__ADS_1


"Hem, untung jodoh Ara bukan orang jauh. Tapi kak Gala. Makasih ya, ibu udah restuin kami berdua"


"Ibu hanya takut, Ra. Takut ada omongan lain tentang kamu. Ibu tak mau kamu terluka karna mendengar selentingan kabar yang akan membuat mu tak nyaman" kata Ibu memberi penjelasan.


"Ara cocol sambel setan kalo ada yang berani ngomongin. Kalo mereka nyenggol itu berati sirik, Bu. Iri karna gak bisa jadi istrinya kak Gala." kekeh Ara seolah membanggakan diri sendiri.


"Ibu takutnya ada yang berbuat kejam padamu. Dendam karna sakit hati itu luar biasa"


Titin yang sudah sangat lama tahu keluarga Rahardian terutama Bumi dan Khayangan tentu tahu juga dan bisa merasakan bagaimana kedekatan Gala dengan Jessy, wanita seksi itu tentu jauh lebih sepadan dan serasi dengan tuan mudanya di banding Ara yang hanya anak seorang pembantu dari desa.


"Ara paham, Bu. Tapi Ara dan kak Gala kini merasa bahagia. Apapun akan kami lewati bersama. Itu janji kami selama ini" ucap si cantik dengan meyakinkan ibu jika semua baik-baik saja.


"Ibu hanya mendoakan saja yang terbaik untuk kalian, berbahagialah selalu"


.


.


.

__ADS_1


Malam menjelang, setelah makan malam bersama tak lama semuanya masuk kedalam kamar masing-masing karna pukul Sembilan pagi acara pengajian sudah di mulai.


Gala yang nampak sibuk sampai merenggangkan otot tubuhnya di sofa kamar.


Ara yang melihat suaminya tak memakai baju pun mulai Cekikikan sendiri di atas ranjang dengan satu bantal di atas pahanya.


"Kenapa?"


"Perut kak Ala sekarang mau saingan ya sama Ara. Kok buncit nya sama sih?!" Ara kembali terkekeh geli.


Ara yang bingung Langsung melihat dan mengusap perutnya sendiri.


"Iya ya" jawab Gala sambil mendekat dan duduk di tepi ranjang.


Gala meraih bantal dan melemparnya asal. Ia tarik baju piyama atas Istrinya lalu diperhatikannya baik baik perut buncit sang pemilik hati.


.


.

__ADS_1


.


Kamu ngerasa gak sih, kalau ini lebih besar dari ukuran normal, Ra?


__ADS_2