Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
welcome Baby.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mikir kalo mulai hari ini aku akan puasa panjang sampai waktu yang tak bisa di tentukan." cetus Gala.


Belum sempat Ara menjawab, ternyata suara bayi menggelegar ke seisi ruang operasi. Pasangan suami istri itupun saling pandang seakan bertanya lewat sorot mata mereka.


"Kak..."


"Ara... itu??"


Gala langsung mencium seluruh wajah istrinya berkali kali, tawa dan tangis itu bercampur dalam satu waktu.


"Anakku, Ra" lirih Gala dengan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan.


"Hem, anak Ara juga. Kan kita bikinnya barengan. Ara juga suka gantian kan?" protes si anak curutnya orang ganteng.


Gala tertawa kecil, karna ia sungguh malu dengan apa yang di ucapkan istrinya barusan sebab banyak suster dan beberapa dokter yang pasti mendengar.


"Dokter, bagaimana? apa semuanya...."


"Selamat Tuan, anak pertama kalian perempuan" jawab Dokter yang masih berada di bagian bawah tubuh Ara.


Tangis yang lebih kencang kembali terdengar, yang ini jelas sedikit berat dan serak.


"Dan yang kedua adalah laki-laki. Anak Tuan dan Nona muda kembar sepasang" jelas Dokter lagi.


Rasa tak percaya tentu Gala dan Ara rasakan. Pria yang kini resmi menyandang status Apih itupun langsung bergegas menemui dua buah hatinya yang sedang di urus oleh empat suster sekaligus.

__ADS_1


Dengan derai air mata haru, Gala mengadzani keduanya secara bergantian.


.


.


.


Enam jam berlalu, Ara yang sudah di pindahkan ke ruang rawat inap langsung di temanin oleh orangtua masing-masing. Ada Amma dan Appa juga yang baru datang menyambut cicit baru mereka.


Si kembar yang begitu lucu kini sudah ada di box bayi dekat ranjang Ara. Wanita kuat dan hebat itu masih terlihat lemas dengan sesekali meringis kesakitan.


"Ara gak punya baju pink buat bayi perempuannya" ujarnya saat ia ingat memang tak sama sekali menyediakan barang dengan warna tersebut.


"Kan ada putih, Ra"


"Tapi nanti beli lagi ya, Semuanya di ganti, Ok" pinta Ara yang malah memikirkan barang-barang untuk sang Tuan putri Rahardian.


"Udah, ah. Sakit banget"


"Pelan-pelan, sayang. Nanti saat biasa pasti gak akan sakit lagi ya" ujar Gala sambil mengelus kepala istrinya.


"Sakit banget, beda kalau..."


Gala langsung membulatkan matanya. Ia tahu apa yang akan di katakan Ara nanti. Wanita itu benar-benar tak pernah berpikir lagi saat ingin bicara sesuatu yang sifatnya intim.


Cek lek

__ADS_1


Kedatangan Air dan Hujan, Samudera serta Biru yang menggendong Embun menambah suasana ruangan tampak lebih ramai.


Dan Lima belas menit berselang Cahaya, Langit dan dua anak mereka yaitu Awan juga Senja datang dengan membawa banyak kado untuk bayi keturunan baru Rahardian tersebut.


"Bul-Bul punya dede bayi ya?" ujar Reza saat ia mendekatkan cicit pertamanya ke box.


"Bayi bayi" sahut si balita cantik berkuncir dua tersebut.


"Iya, temen Bul-Bul main boneka nanti ya" timpal Melisa dengan begitu senangnya, senyum tak lepas dari wajah cantik sang Nyonya besar.


"Kamu udah siapin nama untuk mereka, Ra?" tanya Biru pada Ara saat ia duduk di dekat ranjang.


"Udah dong" sahutnya dengan seulas senyum bangga.


"Siapa?" tanya Hujan dan Cahaya berbarengan.


.


.


.


"XyRa putri Rahardian Wijaya dan ArXy putra Rahardian Wijaya."


***🍂🍂🍂*** T A M A T 🍂🍂🍂🍂


#XyRa : GalaXyaRa.

__ADS_1


#ArXy : AragalaXy..


Bolak balik 🤣🤣🤣


__ADS_2