Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Om Wowo..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ada kisah antara bulan dan matahari yang saling merindukan. Tapi mereka tak pernah saling berjumpa. ketika matahari datang, bulan pergi dan begitu pun sebaliknya sampai akhirnya Tuhan menciptakan Gerhana sebagai bukti jika tak ada yang mustahil untuk cinta bertemu. Meski harus tetap saling menjaga jarak hingga waktu mempertemukan keduanya lagi." ucap Ara dengan wajah sedikit mendongak dan mata menatap langit yang gelap karna hanya ada bebeberapa bintang yang bertebaran disana seolah menggantikan rembulan yang tertutup awan.


"Pacar lagi baca puisi?" tanya Sean dengan raut wajah serius.


Ara langsung menoleh dan menggelengkan kepala nya, wajah sedihnya kini berganti dengan raut kesal pada Sean yang membuat suasana hatinya semakin kacau.


"Ara lagi dongeng, Kak Sean bisa tidur kalo ngantuk" cetus Ara dengan memicingkan matanya.


"Mau dong kalau di suruh tidur, apalagi kalau tidurnya sama pacar" goda Sean sambil terkekeh.


Ehem...


Ara yang mendengar suara deheman yang cukup keras dan tiba-tiba tentu langsung meringsek mendekat kearah Sean yang terdiam di tempatnya.


"Itu suara apa tadi?" tanya Ara ketakutan.


"Nah, udah kakak bilang, jangan ngelamun nanti gendruwonya ngamuk" jawab Sean yang kali ini tak kuat lagi menahan tawanya saat ia sadar sesuatu.

__ADS_1


Sialan, gue di ketain genderuwo sama si buto ijo...


Gala yang mengikuti keduanya pun kini duduk di balik pohon yang tadi menjadi sandaran Ara. Ia berdehem cukup keras saat mendengar Sean mencoba merayu Ara. Gadis incarannya itu terlalu polos untuk seorang Sean yang seorang playboy cap centong sayur.


"Kak Sean bohong" dengus Ara kesal.


"Ih, ngapain juga kakak bohong, kalo yang di atas pohon itu suka cekikinan namanya mak kunti, Nah kalo yang di balik pohon namanya Om wowo alias genderuwo" ucap Sean sengaja meninggikan suaranya. Ia yakin seribu persen jika Gala pasti mendengar ejekan nya. Entah semerah apa wajah pria itu kini yang sedang menahan jengkel.


"Udah ah, ngapain sih bahas yang kaya gitu" Kata Ara yang mulai tak tenang.


Sean tak menjawab, terlebih dua piring ketoprak sudah ada di depan mereka berdua yang teramat kelaparan.


"Seger banget" kata Ara setelah menegak minuman di botol mineralnya.


"Nanti kamu sakit perut loh"


"Enggak, ini tuh gak seberapa pedesnya" sahut Ara yang sudah terbiasa dengan makanan berbau cabe.


"Tapi jangan terlalu di biasain, orang yang sayang pacar pasti gak mau liat pacar sakit" pesan Sean yang hanya di balas anggukan oleh Ara.

__ADS_1


Obrolan yang tak lebih dari enam puluh menit membuat mereka memutuskan untuk pulang, meski belum terlalu malam tapi Sean masih merasa tak enak hati pada Tuan besar Rahardian jika pulang lewat dari jam sepuluh malam.


Motor besarnya melaju dengan kecepatan pelan, karna ia akan membiarkan Gala lebih dulu untuk sampai dirumah untuk menghindari rasa curiga mengingat pria itu mengendarai mobil yang tentu tak bisa menyalip seperti dirinya.


"Makasih banyak ya, kak" ucap Ara saat sampai dan turun dari motor Sean.


"Sama-sama pacar, besok malam keluar lagi yuk"


"Enggak ah" tolak Ara langsung.


"Kenapa?" tanya Sean yang mendapat penolakan dari gadis cantik berambut panjang berpipi bulat bagai bakpao tersebut.


.


.


.


Ara takut masuk angin.

__ADS_1


__ADS_2