![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Eeugh...
Lenguhan kecil Ara suarakan sambil bergeliat saat di rasa pipinya ada yang menyentuh dengan lembut. Ia yang mengerjapkan mata langsung di sambut tatapan hangat dengan seulas senyum di ujung bibir sang suami.
"Udah pulang?" tanya Ara dengan suara serak khas bangun tidurnya yang menggemaskan.
"Kan aku bilangnya gak lama, Ra"
"Baguslah, Ara bosen sendirian. Pulang yuk" ajaknya, jika kondisinya tidak sakit mungkin Ara akan betah, ia yang sejak kecil sering kerumah utama tentu sudah biasa meski jarang menginap tapi setidaknya Ara tak sejenuh ini.
"Besok ya, aku mau tidur" goda Gala yang lagi lagi mencium pipi bulat gadis yang kemarin baru ia nikahi.
Ciuman lembut itu tak hanya di pipi kiri dan kanan, pria tampan itu sudah mulai nakal mendaratkan bibirnya ke telinga sampai Ara harus menahan mati matian rasa gelinya, belum lagi ia juga menekan dada Gala agar tak terlalu menempel padanya.
Gala yang sedikit terpancing malah melanjutkan aksinya, lebih turun kebawah sampai area leher.
"Kak, geli ih"
Ara menjewer telinga Gala sampai suaminya itu menjerit, pria itu tentu kaget dengan serangan mendadak dari istrinya.
"Sakit, Ra"
__ADS_1
"Tapi Ara Geli, merinding disko nih" protesnya sambil menunjukan tangannya.
Gala tersenyum kecil, lalu mengacak asal rambut dipucuk kepala Ara sebelum ia bangun.
"Aku mau mandi" ucapnya sambil tersenyum.
Gala melangkah pelan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, ia buka satu persatu semua yang melekat di tubuh tinggi tegapnya itu hingga polos tak tersisa apapun.
"Duh, kapan bisa silaturahmi sama si apem kalo begini? bisa sakit kepala tiap detik gue!" gumam Gala sambil mengelus si pepaya gantung yang sebenarnya sudah menegang sejak pertama ia menciumi wajah tidur polos Ara.
Pilihannya menikahi Ara saat kondisinya sedang sakit memang bertujuan agar leluasa mengurus si anak curut. Ia tak ingin ada pembatas saat menyentuh. Ara yang sudah masuk kedalam hatinya entah sejak kapan membuat Gala benar-benar ingin bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam hidup Ara.
.
.
.
"Aku tak akan menutupi apapun darimu. Kamu adalah istriku, kamu berhak tahu apa yang ku lakukan di luar sana, aku lebih memilih melihat mu kesal tapi tahu langsung dari mulutku sendiri di banding kamu diam karna tahu dari orang lain" tegas Gala, ia tentu akan mengantisipasi sang pemilik hati yang mungkin saja akan mengamuk seperti kebiasaan istri istri pada umumnya jika sedang cemburu.
"Ara pengen bawa si kuyang mandi, mau Ara sikat sama kawat yang di taburin abu gosok biar gak kegatelan terus sama baby Koalanya Ara" cetus si cantik dengan bibir sedikit manyun yang malah memberi kesan menggemaskan.
"Terserah Ara, yang penting Ara seneng" jawab Gala sambil terkekeh.
__ADS_1
Ia usap pipi Ara lalu memencet hidungnya juga yang kini sedikit tenggelam.
"Asal gak kena otaknya aja. Dia tuh pinter banget" sambungnya lagi.
"Ara juga kan pinter, nanti kalau Ara udah lulus sekolah terus kuliah saat selesai dan jadi Sarjana nanti Ara mau ngelamar kerja jadi Asisten pribadinya Kak Gala, boleh?" pintanya sedikit memohon dengan menangkupkan tangan di depan dada.
"Boleh, Sayang" Jawab Gala sambil menarik tangan Ara dari depan dadanya.
"Apa sih!" ucap Ara mempertahankan tangannya.
"Awas, Ra"
"Kenapa?"
.
.
.
Punya Gunung kok di tutupin terus, buka dong biar aku bisa wisata...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Di tunggu sogokannya ya baby Koala.. biar bisa cepet setahun kemudian 🤣🤣🤣🤣
Jangan kaya abi lo gue bikin ampe sepulu taon 😊